[0.1_Masalah?]

8 5 5
                                        

Prang!!

Vas bermotif bunga itu terlempar lalu pecah. Pecahan beling vas itu berserakan dimana-mana. Hingga seisi ruangan yang merupakan sebuah ruang tengah itu di penuhi oleh banyaknya bunga yang sudah berhamburan karena vasnya pecah. Berdirilah sosok seorang wanita dengan dress berwarna ungu sebatas lutut. Wanita itu tampaknya marah,rambutnya acak-acakan memberi kesan bahwa emosi wanita itu sangat besar.

Di depannya sosok seorang pria dengan kemeja hitam yang terbalut dengan jas berwarna hijau. Pria itu merupakan suami dari wanita itu,matanya melemparkan tatapan tajam pada wanita itu. Garis Wajahnya sangat seram kali ini,tampak sedang marah besar juga. Namun pria ini hanya diam tak berkutik.

Si wanita berteriak,"AKU TAK MAU LAGI MELIHAT WAJAH KAMU!!KAMU MENJIJIKKAN,DASAR PRIA YANG HANYA BISA MEMAINKAN TUBUH ORANG LAIN!!" wanita itu berteriak dengan geraman kecil. Dengan penuh emosi ucapan wanita itu lontarkan. Tangannya terus saja menunjuk pada orang yang berada di depannya yang berstatus sebagai suaminya.

"MEMANG APA SALAH KU?KAU JUGA SUKA DI MAINKAN DAN DI BERI UANG BANYAK OLEH PRIA LAIN DI BELAKANG KU!!APA SEMUANYA TIDAK JELAS!?AKU HANYA INGIN MEMBALAS MU, KATRINA!!"balas sang pria dengan nada yang tak kalah besar dari wanita yang bernama Katrina itu. Wanita berambut panjang itu sangat jijik di lihat oleh pria yang berada di depannya.

"AKU JUGA TIDAK AKAN MELAKUKAN ITU JIKA KAMU JUGA TIDAK MELAKUKAN ITU PADA WANITA LAIN!! APA KAMU TIDAK INGAT, KAMU SUDAH MENCOBANYA PADAKU,REGAN‼"balas Katrina membela diri. Sebenarnya ia tidak mau jika Regan harus bersikap seperti ini padanya. Masalah nya ini semuanya memang berawal dari keegoisan dirinya. Yang hanya ingin berfoya-foya dengan uang yang ia dapatkan dari pria yang telah memainkan tubuhnya itu.

Setelah mengetahui itu,Regan ingin membalas istrinya itu dengan melakukan hal yang sama. Bedanya ia lah yang bermain bukan di mainkan.

"mereka sama saja!"timpal seorang bocah berumur sepuluh tahun dengan baju yang tampak rapi berdiri di antara kedua orang yang sedang bertengkar itu. Regan dan Katrina langsung menoleh pada bocah itu.Mereka melihat raut wajah bocah yang merupakan anak sulung mereka itu menampakkan wajah sangar dan memerah karena menahan emosi.

"Kamu sedang apa disini, Aquila?" tanya Regan dengan tatapan dingin. Nadanya berat dan tegas, biasanya para anak seusia bocah itu akan langsung takut. Namun berbeda dengan bocah bernama Aquila itu. Nampak lebih menakutkan dari tadi. Malah amarah bocah itu semakin melonjak.

"APA KALIAN TIDAK LELAH!?KALIAN SEPERTI ANAK KECIL YANG EGOIS. TAK MAU BERDAMAI,DAN MALAH MEMBUAT MASALAH KALIAN SEMAKIN BESAR!?DASAR B*ANGS*AT!!"teriak Aquila. Mengeluarkan kata-kata kasar dengan tekanan yang hebat. Suaranya sangat kencang hingga seisi rumah megah itu dapat terdengung karena suaranya. Amarah dari bocah yang di kenal pemberani itu tidak bisa ia bendung karena kesal melihat orang tuanya.

"AQUILA‼APA KAMU BILANG!?APA KAMU MAU DI HUKUM‼"ancam sang ayah,Regan. Namun, ancaman itu tidak membuat nyali Aquila menciut. Malah semakin membara saja emosinya.

"hukum?SETIAP HARI AQIL SERING DI SIKSA OLEH AYAH HANYA KARENA HAL KECIL‼ HUKUMAN SUDAH MENJADI KEBIASAAN AQIL SEDARI DULU. TAK ADA YANG PEDULI DENGAN KU KECUALI KEDUA ADIKKU-"teriak lagi Aquila,kini nama kecilnya ia sebut. Namun ucapannya malah terpotong oleh ayahnya.

"Mereka bukan Adik kamu,anak bodoh!
MEREKA BUKAN ANAK AYAH SEKALIPUN! MEREKA ADALAH ANAK HARAM DARI ORANG YANG MAMA KAMU SELINGKUHI!!APA KAMU LUPA!?" potong Regan ,bentakan kembali terdengar dari mulut pria tinggi itu.

"Anak haram?apa hubungannya dengan mereka dengan pria mesum itu? Mereka lahir dari rahim wanita itu!!dan kami adalah saudara kandung!!DAN AQIL TIDAK AKAN MENGANGGAP MEREKA SEBAGAI ANAK HARAM YANG AYAH SEBUT TADI ‼"Aquila kembali melawan,anak ini memang sering mendapatkan hukuman dari sang ayah. Entah kenapa,namun waktu kedua adiknya lahir. Ayahnya berubah menjadi kejam padanya. Tapi,ia tidak menyalahkan kedua adik kecilnya untuk hal itu. Ia hanya menyebut hal itu hanya emosional ayahnya.

I Am AquilaStories to obsess over. Discover now