We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

01

58.5K 1.6K 31
                                        

Warning typo
Kata kata kasar
Bahasa kurang baku






Akbar Alvaro, biasa di panggil Akbar.
Mungkin sebagian orang melihat pria menyukai pria adalah salah satu hal yang menjijikan!? Atau hal yang selalu tidak di trimah di kalangan masyarakat. Tapi kali ini menceritakan perjalan cinta terlarang yang selalu tidak akur jika bertemu.

.

Akbar tinggal bersama kedua orang tuanya dan memiliki kakak laki-laki. meskipun tidak kaya raya tapi hidup mereka berkecukupan. Tidak lupa pula meskipun Akbar seorang laki-laki ia memiliki wajah cantik, ganteng, bulu mata lentik dan memiliki bibir pink.

Gibran Ardika Wijaya, seorang ketua geng motor yang memiliki grup bend yang tidak terlalu terkenal dan kecil, biasanya ia hanya sesekali tampil di cafe sekitar kota.
Memiliki temen yang bersifat tidak tau diri, mau pun di tempat umum sekalipun. Tapi tenang saja biarpun mereka seperti anak-anak nakal mereka juga memiliki sisi baik.

Gibran juga termasuk orang yang jarang berbicara bisa di bilang dingin dan tsundere tapi beda cerita kalau ia bertemu dengan Akbar.
Memiliki keluarga yang jarang di rumah, mungkin bisa di bilang tidak memiliki waktu luang, hal itu juga yang membuat Gibran benci. Selalu ditinggal sendiri di dalam rumah besar tetapi isinya hanya dia dan pembantunya. Ayah Gibran memiliki perusahaan terbesar dan bercabang sedangkan ibunya pemilik salon tebesar.

Oky mari kita mulai Bermula dari...



.

.

Kring..
kring..

Terdengar suara jam alarm yang berbunyi begitu nyaring menandakan hari sudah menunjukkan jam 06.00. Terlihat seorang pria imut terbangun dari tidurnya di sebabkan oleh suara alarm yang berbunyi begitu keras.

Akbar, bukan Akbar namanya jika tidak memiliki kebiasaan paginya. setiap bangun pasti ia tidak langsung bergegas ke kamar mandi untuk bersiap siap agar tak terlambat pergi sekolah, tetapi ia malah terduduk diam di atas ranjang yang begitu empuk sambil melamun, menatap kosong kamar nya. Itu ia lakukan karena kebiasaannya, katanya untuk ngumpulin nyawa. memang boti satu ini kadang suka aneh.

Lelaki manis yang tak lain adalah Akbar itu, telah rapi dengan seragam sekolahnya. ia pun siap siap untuk sarapan.

.

.

.

"Pagi sayang"ucap bunda Akbar yang baru selesai memasak untuk sarapan.

"Pagi Bun" balas Akbar sambil tersenyum ke arah bundanya menampilkan gigi ginsul Akbar.

"tumben sepi Bun!, bang Vero sama ayah kemana?" Lanjut Akbar.

"ayah sudah duluan pergi katanya ada urusan pekerjaan, Tapi kalau vero kayaknya belum bangun. bangunin gih!.." ujar bundanya.

"Ih~ bunda, kenapa Akbar sih Bun yang bangunin bang Vero" sambil memasang muka sok sedihnya.

"Udah sana bangunin Abang kamu!, nanti dia telat kuliah lagi" jawab bunda Akbar.

"Iya bunda kusayang" ucah Akbar sambil berjalan menuju kamar Vero.

Setelah sampai di depan pintu kamar Vero, Akbar mengetuk pintu itu dengan amat brutal.

Tok...
Tok..
Tok..

"Bangun woy!"

Tetapi tidak ada sahutan suara dari balik pintu tersebut. Lama kelamaan Akbar kesal karna tidak ada sahutan dari orang tersebut, ia pun langsung memasuk tersebut dengan kesal. dan ya terlihat pemilik kamar tersebut masih tertidur pulas di bawah selimut tebalnya, seolah olah tidak peduli akan ada kelas pagi ini dan orang yang sedang ada di samping ranjangnya kini.

"Dasar kebo lu bang Vero" bisik Akbar ke diri sendiri sambil mengacak pinggang.

" WOY BANG BANGUN!.. UDAH PAGI NIH. di panggil dari tadi kaga dengar " ucap Akbar sambil menarik selimut yang semula menempel di badan lelaki tersebut menjadi terlepas dari  badan lelaki itu.

"Apa sih dek santai dikit napa, orang masih ngantuk juga "jawab vero yang tidak terima dibangunkan oleh adeknya.

"Buset bang lu mau gue timpuk apa?! kayak kaga ada kerjaan banget sih jam segini masih tidur, Ga ingat lu kuliah" ucap Akbar .

"Gw-" belum selesai menjawab, Vero baru saja teringat ia mempunyai kelas pagi dan mengusir Akbar dari kamarnya ia bergegas untuk mandi.

"Idih bukannya terimakasih malah ngusir orang,, eh gue bogem juga lu bang"ucapnya sambil menuju ke meja makan.



.

.

.

.


~Skip

Di sekolah

Sesampainya di sekolah, Akbar berjalan menuju kelasnya melewati lorong-lorong yang belum terlalu ramai juga tidak terlalu sepi.

"WOY AKBAR..." panggil Agil dan Dinda sambil melambaikan tangannya menghampiri Akbar.

"iya apaan, tapi lo berdua bisa gak sih slow dikit panggil orang"ucap Akbar .

"Hehe sorry bar" balas mereka berdua cengengesan.

"Ada apa manggil gw ha!?" Kata Akbar sambil memiringkan kepalanya.

"Gini gue Sama Dinda mau ke cafe sambil kerjain tugas, lu mau ikut ga?" ujar agil.

"ayok aja, tpi dimna?" Balas Akbar

"Di cafe xxx jam 7" jawab Dinda yang di iyakan oleh Agil.

"Oh okey, natik gue kabarin kalau gue bisa" balas Akbar.

"okey bar" jawab serentak Dinda dan Agil.
mereka pun duduk di meja mereka masing-masing.

Akbar duduk semeja dengan Agil, dimna mereka duduk di nomor 2 dari depan Deket jendela. Kata Akbar sih duduk Deket jendela biar kenak angin terus ga sumuk juga.

Jam pelajaran pun di mulai, siswa siswi pun mengikuti pelajaran sampai selesai, biar pun didalam kelas sebagian banyak yang tidur.

Jam keluar main pun tiba anak-anak yang ada di kelas berhamburan. sebagian ada yang langsung ke kantin dan ada pula yang memilih cabut.


.

.

.

.

Di kantin

Akbar, Agil dan Dinda langsung memesan makanan untuk mereka makan. Setelah mereka pesan mereka bertiga segera duduk di meja kosong yang berada di kantin tersebut, tapi belum sampai mereka ke meja yang berada di kantin itu, Akbar di tabrak oleh seseorang yang tidak ia kenal.


















BERSAMBUNG....

Makasih yang udah baca, tunggu kelanjutannya 😘🥰.

helo siapa nih yang bacanya 2024, btw aku revisi ulang ya gess soalnya banyak banget yang salah.

GIBRAN x AKBAR [BxB] S1 END✓Stories to obsess over. Discover now