Pagi yang cerah, serta senyuman di bibir wanita itu terukir dengan sempurna. Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah, tapi tidak terlalu sulit juga, dia sangat menikmati profesinya itu.
Dulu dia sangat percaya bahwa mengatasi murid peringkat atas lebih mudah ketimbang dengan murid di peringkat bawah.
Ternyata dia salah...
"Ini jawabannya 5" ucap anak perempuan itu, suara cempreng yang memikat hati. Oh ya ampun! Dari ujung rambut sampai ke kuku kakinya tidak terdeteksi keburikan. Dia good looking sejak dini.
"Kamu ngasal ini jawabannya 7" sarkas anak laki-laki dengan sorot mata tajam dan alis yang berkerut mungkin menurut dia tampilannya sudah seperti raja hutan yang siap memangsa siapa saja, tetapi anak itu malah sebaliknya. Dia terlihat menggemaskan
"Sejak kapan jawabannya itu? Kamu gak belajar ya?"
"Kamu yang gak belajar"
"Miss, jawaban saya yang benerkan?"
"Miss! Jawaban aku yang benerkan?"
Mereka menoleh bersamaan. Ah ini dia
Wanita paruh baya yang di depan mereka berdua hanya menggeleng pasrah sambil beristigfar dalam hati. Anak-anak ini! Mereka itu masih SD! Kelas tiga pula, tapi nyatanya mereka saat ini memperdebatkan bagaimana x dengan y bertemu. Pertengkaran yang terlalu berfaedah
"Arkan, Binar ini itu jawabannya 6 sayang..." katanya sambil tersenyum lembut, tangan mulus itu terangkat mengelus surai keduanya.
Ini memang sekolah unggulan tapi mereka keterlaluan!
Bayangkan saja tak ada satu hari pun mereka berpisah untuk bertengkar, pernah suatu waktu ke dua anak itu hampir membakar seisi kelas dengan alat yang diam-diam mereka sisipkan demi membuktikan teori termodinamika. Tentu saja mereka di hukum dan apa itu membuat mereka jera? Jawabannya tidak.
Mereka adalah pembuat onar yang sayangnya cerdas.
Waktu pun terus berlalu, mereka tumbuh dan selalu bersama dari SD, SMP, bahkan sampai mereka SMA pun tak ada yang berubah, semua tetap sama.
Dan perasaan anak laki-laki itu tetap sama.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
The second lead
Genç Kurgu"Orang kaya mati, orang miskin mati, orang dia suka sama yang lain" Di cerita ini seorang Arkananta gharafy adalah pemeran utamanya dan Binar prameswari adalah nama yang senantiasa Ia ukir setiap halaman. Apapun bisa terjadi. Tapi apakah hal yang s...
