Kesan pertama yang di rasakan oleh zunaira saat memasuki rumah milik keluarga tn. Axelon adalah Sangat mewah. Bagaimana tidak, bangunan 4 lantai dengan luas yang bisa di bilang sangat luas, serta memiliki arsitektur Modern khas perumahan elit di Eropa. Rumah yang bernuansa Putih serta abu2 itu tampak sangat elegan, dengan di padukan berbagai furniture yang berbahan dasar marmer dan Kayu Jati yang tentunya harganya tidak murah. Pilar-pilar rumahnya pun berukuran besar dan berjumlah lebih dari 30.
"Wah megah sekali rumah tn. Axelon" ucap zunaira sambil terus ternganga melihat rumah milik calon majikan barunya.
"Selama datang di Mansion tn. Axelon nona zunaira" ucap salah satu pria berbadan besar berpakaian jas hitam rapi sambil membawa beberapa berkas
"Ah iya terima kasih Tuan..." Ucap zunaira menggantung
"Perkenalkan saya Steven, bodyguard nyonya Axelon" ucapnya kemudian menyalami zunaira
"Saya zunaira, panggil saja Ara"
Ara pun pergi mengikuti Steven menuju ruang tengah, dimana ruangan itu terletak di lantai 2.
Mereka menaiki lift guna mencapai tempat yang di tuju.
"Silahkan nona" ucap Steven kala pintu lift terbuka, dan sampailah mereka di lantai 2 tempat di mana tn & nyonya Axelon berada
"Ah iya terima kasih"
"Permisi nyonya ini nona zunaira" ucap Steven
"Terima kasih Steve kau boleh kembali ke tempatmu" ucap nyonya Axelon
"Baik nyonya" Steven pun pergi meninggalkan mereka bertiga
"Duduklah" ucap nyonya Axelon
"Ba-baik nyonya" ucap zunaira gugup
"Zunaira Mikayla, 19 tahun, tamatan SMA, 2 bersaudara, yatim piatu, dan tidak memiliki kerabat dekat kecuali seorang kakak laki-laki bernama Marcellino geraldino yang kini koma dan di rawat di rumah sakit sebab penyakit kanker darah (leukimia" ucap nyonya Axelon membaca data diri zunaira dari berkas yang di bawa Steven
"I-iya nyonya sa-saya zunaira" ucapnya
"Tidak usah gugup, biasa saja" ucap tn. Axelon
"Iya tuan, nyonya" jawab zunaira sambil menundukkan kepalanya
"Kau yakin ingin bekerja di sini sebagai Babby sitter ?" Tanya nyonya Axelon
"Yakin nyonya" ucap Zunaira sambil tangannya terus memegangi ujung bajunya
"Baiklah, saya tidak akan bertele-tele. Tidak banyak peraturan di rumah ini. Hanya 1 saja, kau tidak boleh membicarakan apapun yang berhubungan tentang orang-orang ataupun siapapun yang berada di rumah ini ke luar sana ! Paham ?" Ucap nyonya Axelon
"I-iya nyonya sa-saya paham" jawabnya
"Ini surat perjanjiannya, kau boleh baca dulu sebelum menandatangani nya" ucap tn. Axelon memberikan selembar kertas dengan materai.
Zunaira pun membaca surat perjanjian itu, ada beberapa syarat yang harus ia lakukan dan peraturan yang harus ia taati.
"Maaf tuan, nyonya. Ini maksudnya saya harus melakukan apa saja yang Babby inginkan itu bagaimana ?" Tanyanya polos
"Iya, kamu harus menuruti apapun kemauan Babby, tidak boleh menolak. Sebab Babby tidak suka penolakan" ucap nyonya Axelon
Zunaira menelan ludahnya sendiri
"I iya nyonya saya mengerti" ucapnya kemudian menandatangani kontrak kerja itu.
"Selama bekerja disini kamu bebas memakai baju apapun yang kamu punya, tidak harus memakai seragam. Namun jika keluar rumah misal ikut bibi belanja kamu harus memakai seragammu" ucap tuan Axelon
"Iya tuan"
"Gaji kamu 25 juta perbulan, jika kurang kamu bisa bilang ke saya atau ke suami saya. Tidak usah sungkan" ucap nyonya Axelon
"25 juta ? Apa itu tidak kebanyakan tuan nyonya ?" Ucapnya kaget
"Kurang ?" Tanya tuan Axelon
"Ah tidak-tidak tuan nyonya itu sudah lebih dari cukup terima kasih banyak" ucap zunaira
"Kamar kamu ada di lantai 3, barang-barangmu sudah ada di sana. Mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja, tidak usah sungkan, takut ataupun gugup. Kamu bekerja di sini itu artinya kamu bagian dari keluarga ini. Para maid dan bodyguard juga sudah saya beri tau bahwa ada Babby sitter baru, mereka akan dengan senang hati membantumu jika kamu membutuhkan bantuan mereka" nyonya Axelon menjelaskan dengan rinci
"Untuk biaya pengobatan kakakmu jangan khawatir, kami akan menanggungnya. Kamu tidak perlu khawatir 2 bodyguard sudah saya kirimkan ke rumah sakit untuk menjaga kakakmu" imbuh tuan Axelon
"Terimakasih banyak tuan nyonya, saya sangat berhutang Budi kepada kalian terima kasih" ucap zunaira dengan mata berkaca-kaca
"Iya, ya sudah sana ke kamarmu. Istirahat. Besok pagi saya akan perkenalkan kamu dengan Babby"
"Iya tuan nyonya, permisi" ucap zunaira.
Zunaira pun pergi ke lantai 3 tempat kamarnya berada, zunaira tidak menggunakan lift melainkan menaiki tangga. Bukan apa ia lebih suka menggunakan tangga dengan alasan lebih sehat.
"Ya ampun ini benar kamarku ? Besar sekali" ucapnya saat memasuki kamar dengan nuansa pink
Zunaira pun melihat-lihat kamar barunya, barang-barang nya pun sudah ada di sana. Koper serta boneka beruang miliknya pun ada di sana
"Wah ini sih berlebihan banget, Babby sitter aja kamarnya sebesar ini. Wah apa ini ? Walk in closet ?" Ucapnya.
Kamar zunaira sangatlah luas, lebih luas dari rumah kontrakan petak yang selama ini ia tinggali bersama kakaknya. Kamarnya pun di lengkapi dengan walk in closet, TV, AC, juga tidak lupa ada meja rias yang kacanya sangat besar dan jernih. Tempat tidurnya pun berukuran king size dan si lengkapi sofa bed yang berada di dekat balkon.
Tok...tok...tok...
"Iya sebentar" zunaira pun bergegas membukakan pintu
"Permisi non, ini bibi bawakan makan malam nya. Tadi nyonya yang menyuruh saya" ucap bi Ani kepala maid di rumah ini
"Ah bibi repot-repot saja, saya bisa ambil sendiri. Terimakasih banyak bi" ucap zunaira kemudian mengambil nampan berisi makanan yang di bawa bi Ani
"Kalau begitu saya permisi non, selamat malam"
"Malam"
Zunaira menikmati menu makan malamnya dengan sangat lahap
"Ternyata keluarga Axelon sangat baik tidak seperti pemberitaan media di luar sana"
"Mah, apa mamah yakin Zunaira bisa merawat Babby dengan baik ?" Tanya tuan Axel
"Mamah yakin pah, dia anak baik-baik. Mamah sudah pantau dia dari beberapa bulan yang lalu dan dia memang anak baik-baik" ucap Viola istri tuan Axelon
"Ya semoga dengan adanya suster zunaira anak-anak kita bisa sembuh" ucap tuan Axel
"Semoga" ucap viola penuh harap
"Permisi tuan, nyonya" ucap Bu Ani
"Iya bi ada apa ?" Tanya viola
"Itu nyonya, tuan Cleo tidak mau minum susu dia merengek terus memanggil nyonya" jawab bi Ani
"Baiklah baiklah saya akan segera kesana, lalu bagaimana dengan Rifi ?" Tanyanya lagi
"Tuan Rifi sudah tidur nyonya, dia tidak merengek sama sekali" jawabanya
"Baiklah, terima kasih bibi boleh istirahat" ucap tuan Axel
"Terima kasih Tuan nyonya" ucap bi Ani kemudian kembali ke kamarnya
Viola pun bergegas menuju ke kamar kedua putranya itu.
"Ya Tuhan kenapa kamu terus merengek sayang" tanya viola kala sudah memasuki kamar kedua putranya itu
"Mama huaa ceyo gak bisa Bobo" ucap Cleo yang meskipun sudah berusia 22 tahun tetapi masih cadel,
"Uuuuu sayangnya mama gak bisa bobo yaa, yaudah sini mama puk puk. Ini susunya di minum" ucap viola kemudian menepuk-nepuk pantat putra bungsunya itu
"Mama nanti kalo ceyo udah besal (besar) ceyo mau jadi ilon man (iron man)" ucap Cleo di sela-sela ngedotnya
"Mau jadi iron man ya sayang ?, Kalau mau jadi iron man berarti Cleo harus rajin belajar, dan makan yang banyak. Cleo juga gak boleh rewel" ucap viola sambil mengusap rambut hitam legam milik anaknya itu
"Ooo gitu ya mah, yaudah nanti ceyo bakal makan yang banyak biar ceyo Cepet gede dan bisa jadi ilon man" ucapnya semangat
"Iya sayang, yaudah sekarang bobo ya, tuh lihat Kaka Rifi aja udah ngorok"
"Hihihi kakak lifi kalo bobo ngolok lucu ya mah"
"Hushh udah bobo jangan ketawa-ketawa Mulu" ucap viola
Akhirnya Cleo pun nurut dan tidur dengan Dot yang masih setia ia emut.
Viola pun keluar dari kamar kedua putranya setelah memastikan bahwa kedua putranya sudah benar-benar terlelap
"Eh kok belum tidur ?" Ucap viola Saat membuka pintu kamar zunaira dan ternyata zunaira belum tidur
"Nyonya, aduh maaf nyonya silahkan-silahkan, maaf berantakan" ucap zunaira sambil membereskan beberapa barangnya
"Tidak apa-apa, kok belum tidur kenapa ?" Tanya viola
"Saya sedang membereskan beberapa baju kakak saya nyonya, tidak apa-apa kan saya bawa kesini ? Kalau di tinggal di kontrakan takutnya nanti di makan tikus" ucap zunaira
"Ya ampun di kontrakan kamu banyak tikusnya ?, Tidak apa-apa kamu bawa kesini, ini kamarmu kau boleh melakukan apa saja di kamarmu" ucap viola
"Terima kasih banyak nyonya, nyonya baik sekali" ucap zunaira terharu
"Iya sama-sama, cepat tidur sudah malam. Besok akan ku kenalkan dengan Babby" ucapnya kemudian keluar dari kamar zunaira
-
-
-
-
Haiii haii haiii gimana cerita barunya ? Seru gakk ? Sarannya dong ? Ini aku lagi Gabut aja pengen bikin cerita kaya gini, semoga kalian suka yaa.
Happy reading 💋
-
-
-
21 Januari 2023
YOU ARE READING
babby boy
Teen Fiction"Suster mau kemana ?" Tanyanya dengan suara deep voice nya. "Eh kok bangun, suster mau kembali ke kamar suster. Cleo bobo ya sudah malam" ucap Ara. "No no Ceyo mau suster bobo di sini" ucap Cleo "Tapi kan sust..." "No Ceyo gak suka penolakan !" Pot...
