⓪❶ : De javu

4 2 1
                                        

Happy Reading

⓪❶

Seorang gadis dengan kuncir kuda sedang melangkahkan kaki nya menuju kelas, dia melihat detail rumah sekolah ini, dia kagum pada rumah sekolah yang mampu membuat nya merasa kalau ini di rumah

Tiba tiba ada laki laki yang berjalan mundur di depannya hingga mereka bertabrakan, mereka berdua terduduk karena sama sama tidak mengetahui kalau ada orang di belakang maupun di depannya

Laki laki itu diam dan meresapi apa yang telah terjadi pada diri nya, laki laki itu  melihat kearah gadis yang terduduk di samping nya

Laki laki itu terkejut, dia memegang pundak gadis itu, "hey, maaf gue ga tau kalau lo ada di belakang gue" ucap laki laki itu merasa bersalah

Gadis itu hanya terdiam, melihat nanar luka yang baru saja di obati oleh miss nya, luka itu semakin lama semakin besar karena di biarkan berdarah tanpa di obati

Laki laki itu terdiam melihat gadis didepannya yang tidak menimbulkan reaksi apapun, mata nya tak sengaja melihat luka di tangan gadis yang ia tabrak tadi sedang mengeluarkan darah

Dia panik, ia gengam dan ia bantu gadis itu untuk berdiri, "kenapa lo ga bilang sih kalo tangan lo darah, kalau tambah parah gimana? Bisa infeksi lama lama" kesal laki laki itu sambil merangkul pundak dan menuntun menuju UKS

"Ah Berasa di samping suzana gue, nih cwe diem aja terus, gue malah takut yang gue tabrak itu adalah MBAK KUNTIII, tapi kalau kunti ga mungkin keluar darah kan?ck ngomong lah dikit mbak mbak" batin laki laki itu ketakutan takut di samping nya adalah seorang siluman kuntilanak

Setelah di depan UKS, laki laki itu membuka suara nya, "masuk terus minta di obatin, kalau kata PMR nya harus di jahit panggil aja gue di kelas 12 mipa 1 aja, nama gue raynda" ucap laki laki yang ternyata bernama raynda, raynda melepaskan rangkulan nya

Dan betapa bodohnya diri nya karena baru sadar kalau gadis yang ia rangkul tadi menangis dalam diam nya, raynda reflek menghapus air mata gadis itu

"Udah ya jangan nangis, kalau lo nangis luka lo makin sakit dan nyeri, gue minta maaf kalau luka lo makin parah karena gue tabrak tadi" bujuk raynda melihat muka gadis yang sedang menunduk

Raynda memegang muka gadis itu hingga tatapan mereka bertemu, "gue minta maaf, jangan nangis ya gue tau itu sakit" bujuk raynda sambil menunjukan senyum manisnya

Gadis itu pun mengangguk dan tersenyum, "iya, aku maafin" ucapnya lembut namun membuat raynda lega dan melepas tangannya yang memegang muka gadis itu

"Nah gitu dong senyum, jangan murung lagi biar luka nya ga makin sakit, gue ke kelas dulu ya kalian ada apa apa panggil aja" pamit raynda sembari mendadah gadis itu dan tersenyum manis

Melihat punggung raynda yang semakin lama semakin hilang membuat gadis itu ingat sesuatu, "seperti nya aku pernah di perlakuan seperti ini, kata kata nya pun hampir sama" gumam gadis itu

"ASTAGHFIRULLAH ANE KAGET" kaget seorang PMR yang baru saja hendak keluar dari ruang UKS

Gadis itu pun tak kalah kaget, mereka berdua sama sama kaget saat melihat 1 sama lain

"Eh maaf mbak kalau saya ngagetin kamu, saya boleh minta di obatin ga? Luka saya kembali berdarah" minta gadis itu dengn suara lembutnya

"Oh iya neng masuk aja, kalau malu ketuk pintu aja jangan diem ae kan ane kaget jadinya" suruh anggota pmr, gadis itu masuk dan duduk di sofa

Anggota pmr itu mengambil kotak p3k, dia duduk di samping gadis itu, memegang tangan gadis itu dan mulai mengobati nya

"Neng murid baru ya? Siapa namanya" tanya anggota pmr itu agar tidak canggung

"Iya, nama Challisya Annora Xevener, habis ini boleh minta tolong untuk saya mencari kelas 12 mipa 1?" tanya gadis bernama lisya itu

"Tentu aje neng chalis, ane juga kelas 12 mipa 1, kok neng chalis kayak takut gitu? Ane ga gigit kok" jawab anggota pmr itu sambil bergurau

"Kenapa kamu panggil aku neng mulu? Aku jadi ga enak terus aku lebih nyaman di panggil lisya" balas Lisya dengan senyum nya

"Adoh, maaf ya lisya ane emang kayak gitu, btw anw busway nama ane Catrice bukan Catering, kamu bisa panggil ane caca" ucap Anggota pmr yang bernama caca itu

"Caca di sukain banyak orang ya? Kayaknya caca seru" tanya lisya kepada caca

"Engga juga sih sya, udah selesai nih mau bareng ane ke kelas ga?" tawar caca sembari membereskan kotak p3k itu

"Ayo ca" jawab lisya langsung bangkit dari sofa, mereka berdua berjalan ke kelas untuk melakukan pembelajaran

Mereka masuk dan langsung di sambut dengan tatapan terkejut melihat siapa yang di samping caca, Raynda kaget ketika gadis yang ia tabrak tadi kesini

Raynda langsung menghampiri lisya dan bertanya, "kenapa kesini? Ada yang serius sama luka nya?" tanya raynda khawatir

"Lah lo bedua pacaran apa begimane? Oh jangan jangan lo yang bikin lisya luka ya? Wahh paraah" tuduh caca pada raynda

"Ga lah gila amat lu, tadi tuh luka nya ga parah terus gue ga sengaja nabrak dia jadi gue anter ke UKS kalau ada yang serius kelas ini aja, kata gue makanya kaget" jelas raynda tapi seperti hanya Tuhan dan dia yang tau maksudnya

"Apa sih lo kalau ngomong kayak tikus kejepit, tapi gue sedikit ngerti" kesal caca

Caca pun pergi ke bangku nya untuk duduk karena dia sudah lelah menjadi anggota pmr kalau bisa pensiun dia udah lakuin dari dulu

"Aku anak baru dan masuk di kelas ini bukan mau minta pertanggungjawaban" jelas Lisya pada raynda

"Oh kirain, eh ada guru lo diem aja di sini nanti guru nya peka" suruh raynda setelah melihat guru nya mau masuk di kelas ini

Lisya berdiri sampai ada guru yang bertanya, "kamu lisya anak baru itu kan? Silakan nak untuk perkenalkan diri kamu, anak anak dia akan menjadi keluarga besar kelas 12 mipa 1" perintah nya, guru itu duduk di kursi guru

"Hello, perkenalkan aku Challisya annora Xevener kalian boleh panggil aku lisya, semoga kalian bisa nerima aku menjadi teman kalian" ucap lisya dengan senyum nya

"Lisya duduk di samping raynda ya, raynda tolong berdiri biar dia tahu muka mu" suruh bu guru, raynda berdiri

Lisya menghampiri meja raynda, dia tersenyum dan duduk di kursi kosong didekat raynda

"Buk, bisa tukar aja ga?" tanya perempuan yang di belakang lisya dan raynda

"Tukar apa mitha?" tanya bu guru bingung

"Sih chalis duduk di sini, sementara aku duduk di samping ayang bebeb raynda" jawab mitha yang mengundang tawa warga sekelas karena sudah beberapa kali nitah ingin duduk di samping raynda tapi tetap saja tidak dapat

⓪❶

Hello
Gimana first chapter nya?
Bagus atau ga?

Aku harap kalian semua suka

Janlup votmen

.
.
.
.
.
.
TBC.

Raylis? ° Mark Lee (Tidak Di Lanjutkan) Stories to obsess over. Discover now