Orlando's Baxter's family

96 6 0
                                        

Setelah 2 Minggu melakukan pernikahan bersama. kini 4 pasangan baru ini sedang berada dirumah besar mom and dad mereka.

mereka berniat akan melakukan bbq party kecil kecilan di halaman belakang rumah Orlando ini.

sedangkan keluarga Baxter seharusnya ikut, tetapi tidak bisa karena harus melakukan meeting dengan suatu kelompok di Denmark.

jadi ini tuh bisnis Baxter sama Orlando tapi dari keduanya sudah diputuskan dari lama kalau yang berangkat Baxter bukan Orlando. jadi Baxter gabisa ikut hari ini buat bbq party, padahal pengen banget ikut.

" mom, ini dagingnya mau kering apa setengah mateng? " tanya Dias yang memanggang daging bersama Ifla

" terserah deh, mommy gak tau. terserah kalian, mom sama dad kan raja ratu hari ini " ujar mom yang duduk bersebelahan dengan dad di kursi sedikit mewah yang mereka sediakan.

" kasih mentahan aja, kan katanya terserah " ujar Varo

" sabar, sabar gaboleh marah. untung anak sendiri sabar " guman dad yang masih bisa didengar oleh semuanya.

okee jadi disini mom sama dad duduk di kursi gitu kan, terus didepannya ada meja panjang sebelahnya ada kursi kursi gitu buat yang lain. terus di meja ada beberapa dessert yang sudah tersedia.

nah terus Dias sama ifla lagi panggang daging, Dev sama Vazo lagi panggang sosis, bakso, dan beberapa sate satean lah.

nah terus Lia sana Nef lagi siapin minuman, gak gak bukan bir ato lain sebagainya ya. mereka gak pingin mabuk hari ini, mereka minum sehat kok, kyk air mineral terus jus, teh, kopi dan lain sebagainya.

sementara Jian sama Varo lagi ambil saos saos an di dalam rumah. ya maklum cuma mereka yang gaada kerjaan, jadi disuruh suruh aja.

" ini nih saos nya, mau diapain? " tanya Varo baru datang dengan Jian.

" racik dulu aja kak. Campur campur aja " ujar Dias masih fokus memanggang daging.

" Campur campur aja? Emang enak? " Tanya Varo lalu duduk di kursi kosong sebelah dad.

" Walah udah jangan deh, biar yang perempuan aja yg racik. Gak percaya aku sama kak Varo " jawab Dias

" Mas Jian sama mas Varo mending tata itu minuman ke meja. Biar kita yang racik saos nya " ujar Lia yang mengambil alih persaos an di meja lalu meraciknya dengan Nef.

" Kak Dev itu mau dibawa ke meja? " Tanya Dias yang melihat Dev membawa sate satean yang sudah matang.

" Iya, kenapa? " Ucap Dev berhenti lalu berjalan sedikit mendekat ke Dias.

" Tolong titip ini daging, udah mateng kok heheheh boleh kan? " jawab Dias, mana nyengir lagi.

" Boleh dong sayang, sini " jawab Dev lalu mengambil alih 1 piring berisi daging matang itu.

" Makasi kak Dev " jawab Dias mengecup pipi kiri Dev.

Ya begitu lah pengantin baru, masih anget anget.

Tak lama setelah itu. Semua hidangan sudah matang dan siap untuk di makan.

Mereka sudah berkumpul di meja makan yang mereka siapkan lalu mereka pun mulai menyantap makanan itu.

Mereka bercanda ria juga saling bercerita seperti keluarga bahagia pada umumnya.

" Eh tau ga sih, pas selesai nikahan itu ya. Dias bungkus dessert yang ada di gedung itu buat dibawa ke hotel " kini Nef yang memulai cerita.

" Serius?! Malu malu in Lo " respon Ifla atas cerita Nef.

" Ngapain malu malu in? Kan itu nikahan gue juga, emang salah gue ambil makanan di nikahan gue sendiri? " Jawab Dias polos polos bego ini yang masih makan sosis panggang.

" Gue salut ama ni orang dari dulu, kyk apa ya. Pas pembagian urat malu tuh mungkin dia bolos gitu " ujar Varo

" Tapi jawabannya bener lho, itu kan nikahan dia juga. Pihak WO mana berani larang Dias bungkus dessert hahahahha " ucap mom

" Kan bener kan mom. Lagian Lo pada kalo nurutin gengsi ya mana bisa makan makanan enak terus gratis di hotel tengah malem behhh " jawab Dias dan lagi lagi mengambil sate bakso.

" Dev, gue harap Lo tahan ya sama Dias. Kalo Lo gak tahan balikin aja ke dad ya " ujar Vazo menepuk nepuk pindah Dev pelan.

" Emang kenapa gue gak tahan sama Dias? Semua yang Dias lakuin selama bikin dia seneng gue juga seneng kok, kadang bikin gue ketawa juga " kata Dev yang tiba tiba memberikan tisu kepada Dias untuk mengelap sudut bibirnya. Ada saosnya ges.

" Awwww kakak Dev sosweet bangettt huhuhu jadi terharu " ucap Dias masih fokus makan daging yang baru aja dicocol ke saos.

" Yas, perasaan Lo daritadi makan mulu dah. Kita udah ngomong panjang lebar Luas tapi Lo masih aja makan " kali ini Lia yang berbicara.

" Ya kan kita panggang beginian buat dimakan, gue salah? Lagian nih ya perasaan lu pada sudutin gue mulu deh. Apa apa Dias apa apa Dias, gue tuh gangerti salah gue dimana ishhh " jawab Dias kini meminum jus jambu yang dibuat Lia tadi.

" Ya karna kamu itu lucu Dias. Tapi gapapa, nanti yang kita kenang kan lebih banyak kenangan lucu karna Dias. Betul kan? " Ujar dad

" Tapi dad, mereka tuh kyk apa ya emmm ishh gatau lah makan aja aku " jawab Dias putus asa lalu kembali menyantap sate satean didepannya.

" Tuh makan lagi, heran gue. Sering makan tapi gak gemuk gemuk " ujar Vazo

" Cacingan kali tuh anak " jawab Varo

" Yeeeee daripada kak Varo, makan banyak tambah gemuk " jawab Dias

" Udah udah sayangg, udah jangan dlanjutin " Dev dengan sigap menggenggam tangan Dias bermaksud menenangkan Dias.

" Habisnya itu ishhh " jawab Dias nih lagi lagi ambil sate satean.

Yang lain pada ketawa ngakak udahan tuh sampe perut dad sakit gegara ketawa doang.

Lalu mereka melanjutkan party ini sampai malam dan menginap di ruang besar kediaman Orlando.







•••

Halo halo halo
Gimana nih reaksi kalian sama chapter ini... Komen yaaa
Jangan lupa kalau aku ada typo kalian bisa ingetin aku di komen.
See you guyss, bye byee✨✨

ORLANDO 2Povești de care să fii obsedat. Descoperă acum