Yogyakarta, apa yang pertama kali muncul di pikiran ketika mendengar nama kota Yogyakarta?
Awal keberangkatan menuju kota itu sungguh menyebalkan bagi keempat anak yang masih menunggu di lapangan.
Bagaimana bisa mereka disuruh bersiap-siap dari jam 7 pagi tapi hingga jam 11 siang baru datang?
Menunggu itu, tidak menyenangkan.
Perjalanan dari desa mereka menuju Yogyakarta memakan waktu kurang lebih 4 jam. Itu menyenangkan bagi mereka yang tidak memiliki masalah mual ketika berada di dalam mobil, berbeda dengan Ella yang memang perutnya selalu bermasalah jika menaiki mobil dengan pengharum di dalamnya. Waktu terasa sangat lama bagi Ella, ia sungguh ingin cepat-cepat keluar dari mobil.
Yogyakarta.
Ella tidak menyangka ia akan bisa berada di sini untuk beberapa bulan kedepan. Sampai di 'sekolah' mereka dipersilahkan untuk makan, lalu membayar administrasi.
"Hai, boleh berkenalan?" Ucap salah satu perempuan paling tinggi.
"Boleh, aku Mita, ini temanku Ella"
"Aku Ratna, ini Reva" balas Ratna dengan senyum mengembang.
"Bukankah kost kita satu rumah?" Reva bertanya.
"Sepertinya iya, kita ikuti saja Kak Reza" balas Mita memandang Reza, orang yang menuntun mereka menuju tempat yang akan ditinggali untuk beberapa bulan kedepan.
"Nah disini, jangan bertengkar, kalian teman, aku pergi dulu, ya?" Ujar Reza menasehati mereka layaknya anak kecil. Kemudian melambaikan tangan sebelum benar-benar menghilang dari pandangan.
"Tentu saja, beliau kira kita anak kecil?" balas Ratna, sedangkan yang lain hanya tersenyum.
Kost yang terletak di gang Caturtunggal memang kebanyakan adalah rumah yang memiliki kamar kosong. Satu rumah biasanya ada tiga sampai empat kamar untuk disewakan kepada mahasiswa atau pekerja di sekitaran daerah tersebut.
Mita dan Ella berada di kamar bagian depan, ada jendela yang tertutup kain jarik, menghadap langsung kr jalan sempit di luar. Ratna dan Reva ada di sebelah, hanya terpisah dengan triplek berwarna hijau dengan beberapa coretan, hanya perlu melewati ruang tamu untuk berkunjung ke masing-masing kamar.
Kamar sang pemilik kost ada di belakang, terpisah dengan pintu yang membatasi ruang tamu. Untuk ke kamar mandi, mereka perlu melewati kamar pemilik kost dan dapur.
Even I know nobody will read my story... I just want to keep preserve my life experience... I would say sorry for myself because I just start now which is not that good because I lost some memories. But I will try to remember as good as I can. I also lost the picture that I can put in this story:(
YOU ARE READING
Jogja Kala Itu
Non-FictionPerihal anak lelaki pertama, dan anak perempuan kedua. Actual kisah ini terjadi pada bulan Mei 2023 "Terimakasih telah membuatku merasa dicintai." "Kau terlalu naif, Firiz..." Ditulis oleh Fidiyah Rizqi Nur Kharomah Dimulai 5 Juli 2026 (United Arab...
