[Follow dulu kak]
🚫 WARNING 🚫
CERITA INI MENGANDUNG KEBUCINAN JADI HATI HATI
Arsya zayyan Al-Azhar, seorang gus pemilik pesantren Al-Azhar yang berada dijawa timur, pesantren itu sangat terkenal dijawa timur banyak sekali anak dari luar Jawa masuk...
"setiap aku melihat mu diam diam aku tersenyum dan berkata =ya Robb, jagakan lah dia untuk ku" "Arsya zayyan Al-Azhar"
● ● ● ● ●
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Seorang gadis yang tengah merengek kepada sang bundanya itu sedari tadi terus saja memeluk bunda nya tersayang.
Iya dia Safira ayyara Mahendra sang gadis manja.
"Nda Safira gak mau nikah"ucap nya dengan mata berkaca kaca.
"Safira sayang dengarkan apa yang dikatakan ayah ya ini juga yang terbaik untuk kamu dan bunda gak khawatir lagi kalo kamu sudah ada yang jagain"ujar sang bunda Naifa namanya, dengan lembut.
"Sayang ayah tidak asal memberikan anak ayah ini calon mantu yang tidak baik,dan calon suami mu ini seorang Gus di pesantren nya"jelas sang ayah Aslan Mahendra namanya
Safira yang mendengarkan kedua orangtuanya bertambah nangis"Hiikss......hiikss t-pi Safira takut yah"ucap nya terbatah batah karna manangis.
"Tidak ada yang perlu kamu takutin sayang percaya sama ayah yah dia yang terbaik untuk mu,kamu cuma Nerima dia jadi suami mu, trauma mu akan hilang nak"Mohon Aslan.
"Terima ya sayang nya bunda cuma ini yang kita ingin kan,dan benar yang dikatakan ayah trauma mu bisa hilang secara perlahan nak"kini giliran sang bunda yang menyakinkan Safira.
Safira yang melihat ayah dan bunda nya memohon menjadi tidak tega untuk menolak nya.
Perlahan ia menganggukkan kepadanya"iya Safira mau"
"Alhamdulillah"ucap Aslan dan Naifa berbarengan.
"Tapi calon suami aku gak tua kan yah,gak botak,perut nya gak buncitkan,dia brewok gak,galak gak"tanya nya dengan beturut-turut.
Aslan dan Naifa tertawa dengan ucapan Safira"gak sayang dia ganteng pasti tidak yang seperti kamu bayang kan"
"Safira gak mau ya punyak suami yang perut nya buncit"ucap nya dengan cemberut.
"Tidak Safira"ujar Naifa mengelus kepala Safira yang terbalut jilbab.
"Udah malam Safira tidur,biar gak telat bangun sholat subuh nya"
"Siap bunda"Safira hormat layak nya komandan kepada Naifa.
"Semoga dengan perjodohan ini Safira anak kita bisa melupakan trauma nya ya"kata Aslan.
"Amin semoga"
◖⚆ᴥ⚆◗
Didalam kamar Safira tengah duduk di atas ranjang dengan pandangan kosong ia teringat kejadian saat ia masih duduk di bangku SMA, kejadian yang sangat membekas di hatinya.
"Hiks hiks hiks"ia menangis selalu saja seperti ini setiap malam ia menangis didalam kamar.
"Safira benci orang itu"ucap nya dengan pelan.
"Kenapa dia lakuin itu ke Safira hiks"
"Safira benci"
Ia memegangi dadanya yang Tiba tiba terasa sangat sesak karna terlama menangis hari ini.
"Ya Allah hamba mohon hilang kan trauma ini Safira cape kalo harus seperti ini"ucapnya dengan lirih.