Hai, ini cerita aku yang ke tiga
Cerita sebelumnya aku belum ada niatan lanjutin ataupun promosiin.
Semoga suka
-----
Hati manusia terkadang dipenuhi banyak perasaan. Perasaan sedih, senang, sayang, cinta, marah, benci dan terkadang ada juga perasaan yang bercampur aduk.
Namun saat ini perasaan marah tengah bersarang di hati gadis yang bisa terbilang tomboy. Namanya Gwen, hanya Gwen dengan seribu rahasia dalam dirinya. Mata hitam tajamnya seperti sang burung pemakan daging, elang.
Gwen sekarang sedang berdiri di depan tiang bendera dengan mengangkat satu tangannya membentuk hormat. Karena apa? Karena orang tua sialan itu. Jujur saja ia salah tapi mengapa hanya ia yang terkena hukuman sedangkan manusia jelek itu yang terlebih dahulu memulai pertengkaran tidak mendapatkan hukuman. Mereka sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Gwen, marah kepada orang tua sendiri itu wajar bukan?
Apa salahnya jika ia mencekik seseorang sampai masuk rumah sakit. Gwen termasuk orang yang susah mengontrol emosi maka dari itu dengan emosi yang menguasai dirinya ia langsung berlari dan di situlah Gwen habis-habisan mencekik gadis itu, sudah jelek, caper, belagu lagi.
Dan saat itu juga gadis dengan julukan ice girl datang lalu melerai pertengkaran yang sedang menjadi tontonan banyak orang. Tidak ada yang berani melerai pertengkaran itu selain dia, Lana. Anak emas SMA LUXURY dengan sejuta prestasi bertimbang balik dengan Gwen hanya anak beban SMA LUXURY.
Lana terkenal dengan julukan ice girl karena sifatnya yang cuek, anti sosial, dan seperti tembok berjalan. Seperti Gwen, mata hitam tajam Lana sama dengan sang burung pemakan daging itu. Rambut panjang, memiliki pemikiran dewasa, tenang dan dapat mengontrol emosinya sendiri. Yang perlu diketahui lagi Lana termasuk anggota osis yang menjabat sebagai ketua ketua osis.
Lana mulai menyeret Gwen ke arah taman. Ia menatap Gwen dari atas ke bawah dengan mata tajamnya. Terlihat Gwen dengan nafas yang memburu menahan amarah.
"Ada apa?" tanya Lana.
"..."
"Ada apa?" tanya nya sekali lagi.
"Itu loh anjing! si caper ganggu gue lagi belajar. Masa iya dia numpahin body lotion jeleknya itu ke buku gue mana harus di kumpul saat itu juga. Dan asal lo tau pas gue lagi ngambil tisu dia langsung robek buku gue bukan hanya buku tulis aja"
"Lo tau kan gue orangnya ngga bisa mengontrol emosi. Bisa-bisanya dia kaya gitu gue cekik aja, geregetan njir." Gwen menjelaskan dengan nada yang tidak bersahabat.
Ia tau sahabatnya ini sangat brutal saat marah. Dulu Gwen hampir membunuh seorang pria jika saja ia tidak datang maka ia pastikan sekarang pria itu sudah berada di pangkuan Tuhan.
Lana menarik nafas kasar. "Gwen, tau kan kalau misalnya lo berbuat kaya gini orang tua lo bakal datang." ucap Lana memperingati.
Gwen mengangkat pandangannya. "Tau kok, bodo amat juga." Ia tidak peduli apa yang akan terjadi nantinya.
Saat Lana akan bersuara lagi, suara berat seorang pria menghentikannya. "Anak ngga tau diri!"
"Saya sudah bilang jika kamu ingin berbuat nakal setidaknya jangan menyusahkan orang lain,"
"Kamu menganggu waktu saya bekerja."
Dia, Abian ayah dari Gwen, pengusaha tertinggi. Abian dikenal dengan kebaikan dan keramahannya tapi siapa sangka di balik semua itu banyak sekali kejahatan yang dilakukan Abian kepada anaknya. Bahkan tidak ada satupun yang tau bahwa Gwen adalah anak dari seorang pengusaha tertinggi kecuali kepala sekolah dan juga Lana. Karena Abian tidak ingin reputasinya hancur hanya karena bocah nakal.
"Anda adalah orang tuanya memang sudah sepantasnya anda mengurus masalah anak anda sendiri jangan cuma hanya kerja dan reputasi saja yang anda pikirkan," balas Lana dengan nada dinginnya.
"Dan jangan salahkan anak anda jika ia terus berbuat masalah karena anda yang tidak becus mendidiknya."
'bakal ada adu bacot nih.' batin Gwen.
"Kamu tidak tau apa-apa jadi diam saja, bocah. Kamu masih kecil dan apa ini kamu sudah ikut campur masalah saya."
"Kamu, berdiri di depan tiang bendera atau fasilitas kamu saya cabut!" tunjuk Abian ke arah Gwen dengan sebuah ancaman yang ia lontarkan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
'iih ngancem, babi! mana bisa gue tolak.'
"Lan, gue berdiri dulu ya jangan lupa beliin air es terus habis itu kita pergi ke markas. Gue ngga mau miskin jadi mau gimana lagi, tapi tenang gue bakal balas bapak tua itu setelah gue ambil hartanya."
"Hm, semangat." singkat, padat, jelas.
Lalu Gwen beranjak menghilang dan Lana ke kantin menuruti permintaan sahabatnya.
-----
Mereka memandang Gwen dengan tatapan mengejek. Dan semua itu teralihkan saat pria paruh baya berjalan menuju pintu gerbang. Bisik-bisik terdengar.
"Omgtt om Abian ganteng banget, mana ramah lagi."
"Om Abian punya istri ngga ya... kalau belum jadi suami aku aja."
"Mana mau om Abian sama lo."
"Anjing!"
"Kaya tingkah lo."
"Om Abian minta nomornya dong."
'Bapak gue jelek kaya gitu di bilang ganteng, mana katanya ramah, ramah pala lo.'
'Istri? Istri sih ngga ada tapi anaknya ada woy ya... emang ngga di akuin aja'
Bersambung
Baru awal, ngga tau bagus apa ngga tapi yaudah lah.
25/10/22
-Hilwa
YOU ARE READING
21.00
Mystery / Thrillerbanyak bahasa kasarnya. bijak dalam membaca jangan di tiru yang tidak baik dan ini hanya fiksi belaka --- Bumi itu indah, tapi tidak dengan mahluk di dalamnya yang begitu mengerikan. Saling merebutkan suatu hal yang membuat mereka terlihat seperti m...
