1

15 7 3
                                        

.
Hidup terus berjalan seperti semestinya.

Waktu terus berputar menyusuri setiap dinding takdir kehidupan.

Bertahun tahun telah berlalu.

Apakah aku masih bisa berharap kita akan bertemu kembali??
.

Tepatnya 3 tahun yang lalu, kau menghilang bagaikan ditelan bumi, tanpa meninggalkan sepercik surat maupun pesan. Aku tak tau apa kesalahan ku sehingga kau dengan teganya meninggalkan diriku, termasuk kota ini. Kota dimana kita hidup selama bertahun tahun lamanya, kota dimana kita dibesarkan, kita tumbuh, dan saling mengikat tali persahabatan Yang begitu erat. Apa kau lupa??

Dulu kita pernah berjanji,untuk melanjutkan study di kampus yang sama. Tapi apa sekarang?? kau!! Kau sudah melanggarnya. Kau yang memulai janji itu tapi kau juga yang mengingkarinya. Damn, you stupid, i hate you.

3 tahun yang lalu setelah kamu meninggalkan kota ini, aku selalu berjalan melewati rumahmu yang saat itu sudah sangat kosong tak berpenghuni. Aku melakukannya karena aku sangat merindukanmu. Aku selalu berharap kau ada disana menyambutku dengan senyuman lebarmu itu lagi. Tapi semua harapanku itu musnah. Ber hari, Minggu, bulan aku selalu melakukannya berulang kali. Melewati jalanan yang berada tepat di depan rumahmu, dengan harapan yang tak pernah runtuh. Tapi percuma, semuanya hanyalah sia sia. Aku menyerah, aku sudah tidak sanggup. Saat itu harapanku telah runtuh, aku sudah merelakan mu, meski berat tapi aku tetap berusaha.

Kembali ke masa sekarang...
Saat ini aku tengah bersiap siap memakai seragam sekolahku yang baru, ya tepat hari ini aku sudah mulai memasuki kelas 2 menengah atas. 2 Minggu yang lalu,aku mengikuti ujian kenaikan kelas dan beruntungnya aku mendapatkan nilai tertinggi dikelasku. Kabar gembira itu langsung aku beritahukan kepada kedua orang tuaku, dan mereka turut senang akan pencapaian yang telah aku raih. Hingga akhirnya aku mendapatkan hadiah sebuah mobil sport dari ayah ku. Sungguh libur musim panas yang menakjubkan. Namun tetap saja ada sedikit rasa kurang dibenakku, dan aku tau kenapa...karena dia tidak ada. Aku terkekeh pelan, lagi lagi aku memikirkannya? Hey come on Ra, dia belum tentu memikirkan mu disana!!kau sudah berjanji ingin melupakannya dan tidak mengingatnya lagi..hah sudahlah, jika terus memikirkan hal itu,aku bisa bisa terlambat.

Aku berlari menuju bawah,lalu menghampiri ayah bunda, dan kakakku yang sudah duduk anteng di meja makan.
"Morning sayang"suara lembut wanita mengambil atensi ku, aku menghampirinya lalu mengecup pipinya pelan. "Morning juga bunda" balasku dan langsung duduk dikursi sebelah kakakku.

"Sayang bunda buatin Ara nasi goreng kesukaan Ara,Ara makan yang banyak ya,gaada alasan terlambat terlambat lagi,ini masih pagi"ucap bunda kesayangan ku,dia masih terlihat muda walau umurnya sudah hampir kepala 4, dia juga sangat cantikk, pantas saja ayahku suka.

"Iya bunda,ini juga Ara mau makan"ucap ku sambil memasukkan sesendok nasi goreng itu kedalam mulut. Hening...eh aku baru sadar, ada yang aneh sekarang, kenapa suasana jadi hening seperti ini. Biasanya juga pasti rame karena kedua lelaki yang saat ini satu meja dengannya selalu membuat suasana menjadi heboh. And now why?? Apa ada sesuatu yang terjadi yang aku nggak tau??.

"Ayah sama kak Marcel kok diem aja??" Tanya ku, demi apapun suasana jadi sangat mencekam, dan aku sama sekali tidak suka ini.

"Ara cepetan habisin nasi gorengnya,nanti Ara terlambat" aku mengalihkan pandanganku kearah bunda, menatap bunda dengan tatapan yang penuh tanya."gapapa kok sayang,ayah nya Ara cuman lagi gak enak badan, sedangkan kak Marcel dia kayak nya lagi males ngomong,iyakan kak?"ucap bunda yang mengerti arti tatapanku.

"Iya Ara kakak gapapa kok, kakak cuman lagi mikirin tugas kuliah kakak yang lagi numpuk, jadi gak tau mau ngobrolin apa"jelas kak Marcel. Aku hanya mengangguk mengiyakan.

Setelah obrolan singkat itu suasana kembali hening.hanya suara sendok yang terus berirama...1 menit,2 menit,3 menit..aku sudah tidak tahan, aku langsung bangkit dari kursiku. Seketika semua Mata tertuju padaku. "Maaf bunda,ayah,kak Marcel, lAra udah selese sarapan, Ara berangkat dulu ya,nanti Ara telat"  aku mencium pipi mereka satu persatu, lalu berlari keluar pintu.

"Astaga apa itu tadi,aku tidak suka suasana seperti itu,aku yakin ayah sama kak Marcel pasti lagi ada masalah,gak adil bangettt mereka kira aku masih kecil apa,yang gak boleh tau apa apa,udahlah aku berangkat aja"

...........

*

Kiara Olivia Johnson (Ara)
*Marcel Aditya Johnson (Abang Ara)
*Elena Rosalina (bunda Ara)
*Johnson Nugroho (ayah Ara)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 30, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DESTINY LINE!!Where stories live. Discover now