Aku terbangun pada pukul 3 malam, kerongkongan ku terasa sangat serat. Aku pun bangun dari tempat tidur. Sial sekali, cangkir yang biasanya terisi dengan air penuh dan berada atas meja, kini kosong melongpong. Dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya, aku keluar kamar karena ingin mengambil air di lantai bawah
"Ahh..faster"
Deg
Aku membulatkan mataku saat mendengar suara aneh yang masuk ke gendang telinga miliku. Aku menoleh, menatap pintu kamar di sampingku yang biasanya selalu terkunci rapat, tapi sekarang tiba-tiba pintu kamar itu terlihat sedikit terbuka
Aku pun berjalan dengan perlahan ingin melihat suara apa itu, apa hantu? Ya aku berpikir begitu, karena sejak aku tinggal disini, kamar ini belum pernah terbuka sama sekali. Dengan tangan sedikit gemetar aku memegang knop pintu membukanya perlahan
Bola mataku membulat sempurna, aku menganga. Demi tuhan, aku sangat terkejut melihat pemandangan yang aku lihat sekarang. Dua orang yang tengah menyatu di atas sofa putih di dalam kamar yang baru aku lihat ini
Tubuh ku makin gemetar, ketika mata elang menatap dengan sorot tajam ke dalam manik mata miliku, dia sempat menghentikan apa yang tengah ia lakukan
"Kau?!—-"
Dengan sisa tenaga yang ku punya, aku segera berlari masuk ke kamar milikku, mengunci pintu lalu bergulung di bawah selimut tebal. Rasa haus ku sirna seketika, rasa kantuk lenyap di gantikan dengan kepanikan, jantung ku berdegup kencang ketika mengingat hal tak senonoh yang tak seharusnya aku lihat, aku mencoba terus memejamkan mata ku, berharap yang aku lihat barusan hanyalah mimpi
⚠️⚠️⚠️
Warning(s): Harsh words,alchohol,kissing, mature humor, etc and intimate skin contact
YOU ARE READING
ELZOYA
Teen Fiction"This is not an obsession babe, just maintaining what should be mine"
