Berkisah tentang Nathaniel Sky, remaja 17 tahun yang memiliki kekuatan super sekaligus kutukan seumur hidup. Karena beberapa alasan, Sky dan Paman Jack pindah dari Kota Surabaya ke Kota Tera. Awalnya ia kira hidup akan lebih mudah di tempat kecil na...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai, namaku Sky dan jujur saja aku membencinya. Maksudku ... bukankah terdengar seperti panggilan untuk anak anjing? Entah bagaimana orang tuaku memutuskan hingga akhirnya nama aneh tersebut diberikan kepada anak laki-laki sepertiku. Aku sangat ingin bertanya kepada mereka, tetapi mustahil karena selama 17 tahun hidup, belum pernah sekalipun aku bertemu keduanya. Oleh karena itu, aku dibesarkan oleh Paman Jack. Benar sekali, nama aneh lain di keluarga kami. Maka aku tidak akan terkejut jika suatu hari nanti mendapati nama ibuku adalah Esmeralda dan ayahku bernama Louis. Ya, sampai saat ini aku tidak mendapat sedikit pun informasi mengenai mereka bahkan sebatas nama karena Paman Jack sulit diajak bicara.
Oh, ya, ketahuilah bahwa aku istimewa. Meski terlihat seperti remaja biasa yang hidup bersama paman pendiamnya, aku ini super hero. Aku dapat menggerakkan apa saja dengan pikiran, benda kecil, besar, kendaraan, dan makhluk hidup--meskipun menggerakkan manusia termasuk cukup sulit. Kekuatan ini lebih umum disebut telekinesis. Cukup dengan melihat benda yang ingin digerakkan dan ... voila, barang-barang mulai beterbangan.
Kekuatan tersebut sudah ada sejak aku kecil, setidaknya begitu yang diceritakan oleh Paman dan yang tersimpan dalam memori otakku. Singkat saja kuingatkan kalau aku ini pelupa. Baik akan kulanjutkan. Meski terlihat mengesankan, kekuatan ini seperti kutukan, karena dia datang bersama tanggung jawab yang lebih besar. Lucu juga, ucapanku terdengar seperti pria dewasa. Akan kujelaskan dengan lebih lengkap. Jadi hampir setiap hari aku akan bermimpi mengenai masalah-masalah yang akan terjadi pada orang-orang, bahkan kebanyakkan dari mereka adalah orang asing yang belum pernah kutemui. Contohnya seperti mimpi akan terjadinya kecelakaan, kebakaran, tawuran, dan lain sebagainya. Semua itu akan kulihat sekali dalam mimpi, dan esok harinya semua benar-benar terjadi. Maka tugasku adalah menjadi pahlawan bertopeng yang harus menyelamatkan mereka dari kemalangan. Terdengar heroik? Hebat? Ayolah ... tidak ada yang sempurna dalam hidup ini, mengapa aku harus bersusah payah mengubah takdir mereka? Kalau boleh jujur, sebenarnya aku tidak benar-benar peduli, tetapi hal itu terus kulakukan karena tak ada pilihan lain. Sekali menolak tugas, aku akan dihukum. Entah oleh Tuhan atau malaikat yang tidak terlihat, tetapi mereka selalu menyiksaku setiap kali tugas gagal dipenuhi.
Aku tidak berbohong, aku tidak berlebihan. Beberapa kali aku terlalu malas atau tak sampai di tempat tujuan yang terlalu jauh, yang artinya tugasku tidak terpenuhi. Bersamaan dengan insiden nahas yang menimpa orang di dalam mimpiku, aku akan dihukum. Aku pernah (secara tiba-tiba) dua kali lumpuh (yang membuatku tidak bisa berjalan selama dua hari), satu kali mengalami sesak napas, empat kali kehilangan pendengaran, tujuh belas kali pingsan, dan masih banyak lagi hingga aku malas menghitungnya.
Sekarang kau akan setuju kalau kekuatanku lebih tepat disebut sebagai kutukan daripada kelebihan, 'kan? Oh, ya, soal kata "bertopeng" itu ... aku benar-benar harus menyembunyikan identitas. Tanpa ada yang mengenal saja aku sudah kerepotan setiap hari, bagaimana dengan permintaan tidak masuk akal lain yang mungkin akan kudapat dari orang-orang jika aku terkenal memiliki kekuatan super? Don't be ridiculous!
Aku tetap bersekolah meski tak benar-benar memedulikan pendidikan. Maksudku ... hei? Aku sudah kelelahan memikirkan nasib orang asing, mengapa aku masih harus bekerja keras berpikir sambil menulis di atas selembar kertas? Lagipula Paman Jack tidak mempermasalahkannya. Ia pengertian soal hal ini. Meski sering dipanggil ke sekolah karena aku tidur di kelas atau melarikan diri untuk melaksanakan tugas, Paman hanya terus datang (ke sekolah) tanpa protes kepadaku.
Sekarang mari kuperkenalkan satu-satunya orang yang tahu kekuatanku, Paman Jack. Ia berusia 35 tahun, berperawakan tinggi, kurus, dan rapi. Ia keras kepala, apatis, dan sedikit pemaksa. Paman memiliki usaha furnitur dan konveksi yang berjalan lancar dibantu temannya, padahal ia dulu mengambil sekolah kedokteran. Yah, setidaknya usaha tersebut membuat kami tak pernah kekurangan uang. Sementara itu, pengetahuan dan pengalaman paman tentang dunia kesehatan hanya dipraktikkan kepadaku. Selama menerima hukuman, aku hampir tidak pernah pergi ke rumah sakit karena Paman sendiri yang merawatku. Hal itu berguna untuk menutupi identitas, setidaknya begitulah yang ia jelaskan sejak bertahun-tahun yang lalu.
Oh, ya. Kami berdua hidup secara nomaden alias berpindah-pindah tempat. Biasanya karena identitasku hampir terungkap, atau mungkin karena aku sudah dikeluarkan dari semua sekolah di kota tersebut dan kehabisan tempat lain untuk mendaftar. Mungkin sudah tujuh kali aku berpindah kota, dan kali ini aku sudah siap untuk membuka lembaran baru di kota kecil bernama Tera. Letaknya di paling ujung Pulau Jawa. Tidak usah dicari, kota kecil ini belum ada di peta.
Aku sudah menceritakan banyak hal. Menurutmu apa yang kurang? Oh, benar, tujuan hidup. Aku hanya punya satu, terbebas dari kutukan ini untuk selama-lamanya. Hal itu menjadi cita-citaku sejak kecil. Sudah kutulis dengan krayon hitam sejak aku duduk di penghujung tahun sekolah dasar dan kutempel kertas harapan itu di dinding kamar. Semoga harapan tersebut terwujud tahun ini. Atau setidaknya aku berharap di kota kecil ini tidak ada terlalu banyak masalah untuk kuatasi. Karena sebenarnya remaja tampan ini hanya ingin menikmati hidup dan bersenang-senang layaknya manusia normal.
Salam.
***
KARAKTERISASI
Karakterisasi dibuat dengan tujuan membantu pembaca mengimajinasikan visual karakter. Jikalau referensi yang aku berikan tidak sesuai, maka lupakan dan peganglah keyakinanmu sekuat mungkin.
Sky Dua orang yang menurutku cukup menggambarkan visual dari seorang Sky adalah mereka.
1. Aidan Gallagher
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2. Na Jaemin
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apa kamu punya kandidat lain yang lebih cocok? Louis Partridge? Timothee Chalemet? Taehyun TXT? Heeseung ENHYPEN? Atau hasil imajinasimu sendiri misalnya? Silakan saja.
Aku hanya ingin menggambarkan dunia dari sudut pandangnya. Entah dunia yang kejam karena telah menganugerahinya sebuah kutukan, atau ia terlalu tidak dewasa dalam menyikapi kehidupan. Apa pun itu ... sampai jumpa di bab selanjutnya.