İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.

01. Pertemuan

7 2 0
                                        

Disebuah kota baru, jauh dari kota kelahiran dan kota penuh kenangan.

Kota yang selalu dipenuhi hiruk-pikuk kendaraan, aroma kopi di setiap sudut jalan, dan udara pagi yang masih cukup dingin untuk membuat siapa pun enggan melepas jaketnya.

Alena Margaretha Addison menarik napas panjang sambil menatap bangunan Universitas tempat ia akan memulai kehidupan barunya.

"Mulai hari ini... semuanya dimulai."

Ia tersenyum tipis.

Setelah berbulan-bulan mempersiapkan diri, akhirnya ia resmi menjadi mahasiswi baru di kota yang bahkan belum pernah ia tinggali sebelumnya.

Tidak ada keluarga.

Tidak ada teman.

Hanya sebuah kamar kos sederhana yang berjarak sekitar lima belas menit dari kampus.

Hari pertama berjalan cukup lancar. Mulai dari pengenalan kampus hingga berkenalan dengan beberapa teman sekelas.

Ketika matahari mulai condong ke barat, Alena memutuskan pulang lebih awal.

Ia berdiri di halte bus sambil memainkan ponselnya.

Orang-orang berlalu-lalang. Beberapa sibuk mengobrol. Sebagian lagi menunggu bus dengan wajah lelah.

Sampai...

"Jambret! Tolong!"

Seorang pria paruh baya berteriak panik.

Seorang laki-laki bertopi hitam baru saja merebut tas selempangnya dan berlari menembus kerumunan.

Semua orang hanya menoleh. Tidak ada yang bergerak.

"Astaga..."

"Kasihan banget."

"Pasti isinya barang penting."

Hanya komentar. Tidak ada tindakan.

Alena menatap pria yang hampir terjatuh itu. Lalu tanpa berpikir panjang...

Ia melepas ranselnya.

"Pak! Tunggu di sini!"

"Hah?"

Bruk!

Ia berlari secepat mungkin mengejar pelaku.

"Lho! Mbaknya ngejar!"

"Woi, bahaya!"

Namun Alena tidak peduli.

Pelaku terus berlari memasuki gang sempit.

Suara langkah kaki mereka bergema. Alena mempercepat langkah. Jarak mereka semakin dekat.

Hingga...

Pelaku menoleh sekilas. Saat itulah Alena menyadari sesuatu.

'Dia sengaja lambat...?'

Belum sempat berpikir lebih jauh, pelaku kembali berlari.

"Berhenti woii!"

Tentu saja tidak digubris.

Di ujung gang, pelaku hendak melompati pagar pendek. Alena melihat sepotong kayu tergeletak di tanah.

Tanpa pikir panjang, ia menendangnya.

Tak!

Kayu itu mengenai kaki pelaku.

"Agh!"

Pelaku kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Tas yang dibawanya terpental. Alena segera mengambil tas itu. Namun saat hendak menangkap pelaku...

Dangerous Chemistry Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin