prolog

12.2K 314 5
                                        

❀❀❀

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

❀❀❀

.
.
.

Gadis yang sedang asik bercanda ria bersama para sahabat nya itu tersentak kaget ketika lengan nya di cekal kuat oleh tangan kekar seseorang.

"Aww sakit Shaka" bahkan ringisan nya tak di hiraukan oleh pemuda tampan itu, yang notabene nya adalah kekasih nya.

Setelah menatap tajam teman teman gadis nya, Batara menarik lengan mungil itu keluar dari cafe.

"Berani sekarang hm?"

Ruby menunduk tak berani menatap mata tajam sang kekasih.

"Seneng banget kayak nya lo hari ini, puas?"

Batara menatap tajam gadis nakal itu.

"Puas buat gue khawatir, hah!!?"

Untung parkiran sepi jadi ia bebas berteriak, bahkan jika banyak orang pun ia tak peduli yang penting gadis nakal itu jera.

"Hiks ma-af hiks"

"Nangis trus, lo emang tau nya cuma nangis."

Gadis mungil itu mendongak dengan pipi banjir air mata, ia hendak memegang lengan kekar Batara tapi Batara menepis kasar. Tangisan nya semakin menjadi jadi.

"M maaf, janji ng-ng k ulang lagi hiks"

"Kenapa ngga angkat telpon gue hm? Udah ngga mau sama gue?"

Ruby menggeleng ribut.

"Nggak hiks"

"Ngga apa? ngga mau sama gue?"

"Bukan gitu ihh". Ruby menghentakkan kaki mungil nya di tanah keras keras.

Batara membuang nafas kasar, pada akhir nya ia menarik gadis nya ke dalam pelukan nya dan tentu saja Ruby segera melingkarkan kedua lengan nya pada pinggang Batara.

"Nakal banget sih hm?" Batara mengusap lembut kepala gadis kesayangan nya. Mana bisa ia marah lama lama pada gadisnya ini.

"Maaf Shaka, janji ngga nakal nakal lagi" mendongak menatap wajah rupawan kekasih nya dengan mata sembab.

Batara mengusap sisa air mata di pipi mulus gadis nya. "Tau kesalahan nya apa?" Ruby mengangguk dua kali.

"Coba sebutin!"

"Pergi ngga izin"

Batara mengangkat salah satu alis nya. "Trus?"

"Ngga angkat telpon Shaka" gumam Ruby tapi masih bisa di dengar jelas oleh Batara.

"Sengaja?"

Ruby menggeleng takut takut ketika Batara kembali menatap nya tajam.

Batara menarik sudut bibir nya.

"Masuk mobil!, hukuman menanti baby"


🧃🧃🧃

Setelah memarkir kan mobil nya di basement apartement Batara melirik gadis yang sedang tertidur itu, tidak! Lebih tepat nya berpura pura tidur.

"Buka mata lo!, gue tau lo ngga tidur" Ruby masih betah memejamkan mata nya.

"Oke, kalau lo mau hukuman nya nambah" seketika ia membuka lebar kedua mata nya.

"Jangan dongg" gadis itu memasang wajah melas yang menggemaskan, no, tidak mempan untuk sekarang.

Batara mendengus, ia keluar dari mobil tanpa menghiraukan rengekan gadis itu yang meminta di buka kan pintu.

"Shaka tunggu ihh"

Batara tetap berjalan acuh.

"Shaka tolol"

"HEH!, bilang apa lo barusan?!" tentu saja Batara kaget gadis polos nya mengumpat. terlebih lagi mengumpati nya, shit!

Ruby sontak menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia salah ucap yah?

"Sialan lo Amora!" geram Batara, seperti nya ia terlalu baik pada gadis nakal itu hari ini, ia lantas menarik kasar lengan Ruby menyeret nya masuk ke dalam apartement.

.
.
.

❁❁❁

ᵃᵛᵒᶜᵃᵈᵒ🥑

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

ᵃᵛᵒᶜᵃᵈᵒ🥑

AMOR ✔︎Stories to obsess over. Discover now