Ada sebuah aturan di keluarga Arson, apabila terdapat anak yang lahir diluar hubungan pernikahan, maka anak tersebut akan langsung tiada di tangan kepala keluarga yang memimpin saat itu. Pengecualian untuk Elijah, karena gadis itu harus rela berkor...
Matahari kala itu hendak bersembunyi di balik selimut malam, menampakkan warna jingga diselingi dengan cahaya remang-remang. Bukan salah bulan yang menariknya dalam kegelapan, ia hanya ingin memeluk, menarik matahari ke dalam pelukannya yang damai. Bulan tak pernah menginginkan matahari untuk bersembunyi dalam kegelapan. Bulan juga tidak menginginkan ia tenggelam dalam lautan suram. Bulan hanya ingin menggapai nya, meski ia bahkan masih tak mampu barang untuk menyentuh se-ujung jari tangan.
Ini aneh, mengapa semua orang menghardiknya yang bukan-bukan?
Padahal setiap harinya ia selalu menampakkan diri di tempat yang sama, berpikir bila matahari akan berada tetap di tempatnya, lalu bulan sendiri yang akan menyusul nya kesana. Setiap kali ia mencoba berlari mendekat, entah mengapa matahari semakin tertarik menjauh darinya. Seolah tak dapat dengan mudah digapai, matahari bahkan tak berkutik atau pun memberi isyarat pada kesengsaraan nya. Seolah emang sengaja, ia meninggalkan dan menjauh dari bulan dengan sukarela. Nyatanya kebisuan nya hanyalah sebuah kepalsuan belaka.
Apa yang ia lakukan tidak lebih adalah caranya untuk tetap melindungi bulan. Bulan adalah bulan dan matahari tetaplah matahari. Mereka tidak bisa beredar secara bersamaan ataupun hidup beriringan dengan sejumput harapan. Satu hal yang matahari ketahui, apabila ia bersama bulan, maka bulan yang se-tenang dan se-sejuk buaian akan terluka karenanya yang panas. Menghadapi waktu dimana semua orang harus beraktivitas dan bekerja keras, waktu dimana musibah atau pun ketidak-beruntungan terjadi secara beruntut tanpa mengenal henti. Berbeda halnya dengan bulan, yang memeluk mereka dalam keheningan, mengecup mereka dengan kasih sayang, memberi tempat bersandar dari luka harapan, dan memberi waktu dimana semua impian dapat dengan mudah tersalurkan.
Wajar, mereka berbeda.
Bukan satu atau dua hal terkutuk yang membuat mereka harus saling menghindar, ada puluhan tumbukan yang harus mereka terima tanpa adanya keluhan.
Terhitung hanya sempat bertemu dalam kurun waktu tertentu, menyimpan rasa suka dalam kepedihan, memendam luka dalam kebisuan, dan meletakkan harap dalam relungan. Matahari menyukai bulan, tapi tidak bisa diutarakan. Bulan sibuk mengejar matahari, tanpa tahu akhir dari tujuan. Pasangan yang serasi, terpisahkan oleh takdir, juga kenyataan. Hanya saat gerhana terjadi, mereka bisa saling memandang penuh rindu. Hanya saat gerhana terjadi, mereka dapat bertukar kabar selama tak bertemu. Dan selama gerhana terjadi, tak ada yang tahu apa yang mereka saling bisikan untuk tetap memegang teguh keyakinan, saling memercayai janji yang dipegang sampai mereka benar-benar berakhir suatu hari nanti.
Rasa ini begitu melelahkan.
Rasa ini begitu menyakitkan.
Rasa ini ngilu, tapi harus rela untuk tetap diperjuangkan.
Tak ada yang mengetahui akhir sebuah cerita bilamana belum sampai pada kalimat penutup nya.
Maka dari itu, mereka akan terus berusaha memegang apa yang mereka katakan dan menepati janji yang telah disumpahkan. Karena tidak ada satupun orang yang mengetahui kisah ini akan tamat dengan senyuman atau kematian.
(Cursed Blood)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.