Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 01

10 3 0
                                        

Happy reading ...

🦋🦋🦋

Hidup itu seperti puzzle yang harus kita susun dengan baik, kita juga harus harus pilih agar susunan puzzle itu kokoh. Namun, sebaik apapun kita mengatur hidup kita, Allah yang menentukan titik akhirnya.

Terkadang Allah menempatkan kita di titik terburuk terlebih dahulu, sebelum ada pelangi di dalam hidup kita. Jalannya memang berat, tapi Allah tidak akan membebani kita di luar batas kemampuan kita, Allah memilih kita karena Allah ingin menaikkan derajat kita. Pahit dan manis itu lah kehidupan yang harus kita syukuri.

Dan banyak sekali kisah yang ku simpan sendiri. Kisah itu tentang, luka, kecewa, dan air mata.

Namaku askia Azahra. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Aku salah satu orang introvert, aku tidak mudah berkomunikasi dengan orang baru kenal, aku hanya memiliki 2 orang sahabat di sekolah ku. Mereka adalah Nadia, dan Serly. Aku hanya mampu bercerita kepada mereka dan ibuku.

Perihal cinta aku selalu diam, hanya cukup mengagumi dari jauh dan berharap dia merasakan apa yang aku rasakan, namun cintaku selalu bertepuk sebelah tangan, miris tapi cinta tak harus memiliki bukan. Dan mungkin di cintai oleh seseorang jauh lebih indah, namun untuk saat ini aku memilih mencintai walaupun terlalu sakit. Tapi, aku percaya Allah akan hadirkan pelangi di hidupku.

Hari ini adalah hari termales sedunia untuk aku, karena di hari ini adalah hari senin, karena pasalnya aku harus berhadapan dengan matematika, aku bukan anak bodoh bukan juga anak pintar, aku hanyalah anak rajin yang selalu dapat peringkat ke 10 dari 35 siswa.

Aku merapihkan rambutku dan berjalan menuju ruang Makan. Pasti ibu membuatkan nasi goreng karena menu setiap hari di rumah adalah nasi goreng, bosan sih tapi mungkin akan selalu ku rindukan masakannya ketika ibu tidak lagi berada di sampingku.

"Selamat pagi ibu sayang."

"Waalaikumsalam, pagi juga sayang."

"Pasti menu hari ini nasi goreng." Ujarku sembari duduk.

Ibu tertawa kecil. "Menu setiap hari kan nasi goreng, kesukaan ayahmu."

Ibu kembali ke dapur dan merapikan dapur sedangkan ayah sudah berangkat bekerja. Bulan depan ayah sudah harus pensiun dari kerjaannya.

Aku melirik jam dan segera mempercepat makanku.

"Makannya pelan-pelan de." Ujar Nino yang muncul tiba-tiba dari belakang ku.

"Uhuk..uhuk...uhuk". Aku mengambil segelas susu coklat kesukaanku yang di sedia kan ibu untuk ku.

Aku memukul bahu abangku."Abang ini buat adek jantungan aja."

"Habisnya kamu kek orang kelaparan pagi-pagi."

"Adek udah telat, jadi harus buru-buru makannya."

"Ya nanti yang ada kamu mati gara-gara keselek, emang mau?" Tanya Nino.

"Abang dulu aja yang mati." Jawabku sambil bangkit berdiri. "Bu kia berangkat sekolah dulu ya." Teriak Kia.

Ibu menghampiri ku."Hati-hati di jalannya de." ujarnya.

"iya bu, assalamualaikum." Pamitku sembari mencium lengan ibuku.

"Waalaikumsalam, awas kalau di sekolah pacaran, kakak bunuh pacar kamu!!" Teriak Nino.

"Punya Abang kok sadis amat."Batin ku.

🌼🌼🌼🌼

Aku meletakkan tas di atas meja dan mengambil novel di dalamnya. Tanganku mulai membuka halaman demi halaman dan aku sudah hanyut ke dalam cerita. Rasanya seperti aku jadi pemeran utama dalem novel tersebut.

"Kiaaaa."

"Hmmm." Aku berdehem karena pokus membaca ku akan terganggu.

"Kantin yuk" ajal Serly.

"Belum sarapan emang?"tanyaku males.

"Udah dong, gue mau liat gebetan gue dulu, biasalah pasti pagi-pagi dia nongkrong di kantin."

"Jadi niatnya ngeliat doi doang?"

Serly mengangguk."Tapi gue mau beli cemilan juga sih."

"Ayo sebelum upacara di mulai, kita wajib ke kantin dulu."

Aku menghela nafas pelan dan menutup novelku. Aku dan Serly berjalan beriringan sembari bercerita.

"Kia itu bara."

"Mana?" Tanyaku

"Itu tuh sama cewe."

Ah itu bara dengan melody, aku memang sering melihat dua sejoli itu jalan tapi setahu aku mereka hanya bersahabat.

Jantungku berdetak, sudut bibirku tersenyum kecil, rasanya senang sekaligus sedih. Andai aku ada di posisi melody, pasti sangat membahagiakan.

"Kia kayanya kita harus bikin staregi biar bara tuh tahu Lo suka dia."Ujar Serly.

Aku langsung menggeleng. "Cukup menyukai dalam diem saja." Sahutku.

"Hai bestieku." Sapa Nadia yang baru saja datang.

"Hai nad." Sapa balik Serly.

"Lagi ngomongin apa? Ngomongin gue yakan?"

"Geer banget sih nad, gue lagi berancana buat deketin Kia sama bara, gimana menurut Lo?"

"Ide bagus, dari pada bara keburu jadian sama melody kan patah hati nanti sahabat gue yang satu ini."

"Kalian awas aja kalau sempe ngelakukan hal konyol, gue akan marah banget sama kalian!" seruku sembari pergi meninggalkan Nadia dan serly.

🦋🦋🦋

Jangan lupa vote dan komen juga!!

ButterflyStories to obsess over. Discover now