Brak
"Aw, LO PUNYA MATA GA SIH !!." Teriakan menggelegar itu berasal dari seorang gadis yang tidak sengaja menabrak seseorang.
"Ga salah? Bukannya lo yang nabrak gue hm?", ujarnya mengintimidasi.
"Biasa aja kali mata nya! Mau gue colok hah?!"
"Stress," gumam cowok tersebut dan berlalu dari sana tanpa mempedulikannya.
"HEH!! URUSAN KITA BELUM SELESAI YA!"
"Awas aja kalo gue ketemu sama dia lagi bakal gue bejek-bejek itu muka biar tambah ancur!"
"Enak aja ud-"
DOR!!
"Anjing!", umpat gadis tersebut kaget hingga tidak sengaja masuk ke dalam tong sampah yang kebetulan berada didepannya.
"HUAAAAAA! Nadia lo apa-apaan sih gue kaget bangsul!", sungutnya.
"Bwahahaha kocak banget muka lo, Ra"
"Fuck!!," umpatnya dan berlalu dari sana meninggalkan sahabatnya Nadia.
Nadia yang merasa bahwa sahabat sedang badmood pun menyusulnya.
"Becanda gue beb"
"Lo ga usah marah gitu kali,"
"Bab beb bab beb mata lo!!", sungutnya
"Iyaa iyaa maafin gue lah, Ra"
"Pleas ya Anggista Araceli Mark,"
"Iya Nadia Kotrun Maisaroh yang paling bawel. "
"Lagian gue bukan kesel ke lo kok,"
"Lah terus kalo bukan sama gue sama siapa dong? ", Tanya Nadia bingung.
Ara yang mengingat kejadian di koridor tadi pun menjadi kesal kembali.
"Gara-gara cowok gatau diri! Masa dia kan nabrak gue udah mana ga bantuin, ga ngaku kalo dia salah, abis itu pergi gitu aja kan gue jadi kesel !."
"Oh," Respon Nadia dengan muka ingin ditampal.
"Anjing jawaban lo Nad, Mana muka lo kayak orang pengen ditampol lagi."
"Muka gue emang gini kali!," sungut Nadia tidak terima.
"Tapi gue ga yakin sih kalo yang salah si cowok,"
"Terus yang salah gue gitu?!."
"Gue ga bilang gitu ya, Ra. Lagian lo juga kan biasa nya ceroboh buktinya minggu kemarin aja lo kesekolah pake sendal bapak lo!." ujar Nadia dengan lancarnya.
Ara pun meringis mendengar hal tersebut yang memang benar adanya. Lagi pula itu juga bukan salahnya sepenuhnya.
*Flasback on
"Anggi bangun nak," ujar Bunda Ara yang mencoba membangunkan Ara.
*Fyi, Ara emang dipanggil Anggi oleh orang tuanya.
"Eughh , iya bun ini Ara udah bangun." jawab Ara dan langsung berlalu kekamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai dengan semua persiapan untuk sekolah Ara pun turun kebawah untuk makan bersama.
"Good pagi," sapanya ceria tak lupa untuk mencium pipi Bunda dan Ayahnya.
"Good pagi apaan yang ada itu good morning," ujar sang Ayah membetulkan ucapan anaknya.
"Iya itu lah yah, hehe."
Ayahnya hanya menggelengkan kepala dan menyuruh untuk mulai sarapan.
