PROLOG

451 86 50
                                        

Budayakan baca sampai akhir dan tinggalkan ⭐ para comelnyaa Jijahh!
Yang belum follow akunnya, follow dulu yok!😼

Budayakan baca sampai akhir dan tinggalkan ⭐ para comelnyaa Jijahh! Yang belum follow akunnya, follow dulu yok!😼

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


༻༺

"Rere!" panggil seorang gadis kecil lalu berlari ke arah bocah laki-laki membuat rambutnya yang dikucir ikut bergerak ke sana kemari.

Azura menghampiri bocah yang duduk di bangku taman sekolah itu.

Reyhan yang merasa namanya dipanggil langsung mendongakkan kepalanya ke arah gadis kecil yang kini sudah berdiri di hadapannya.

"Nilai kamu gimana?" tanya Azura pada Reyhan yang terlihat menyembunyikan kertas di tangannya.

"Udah ada peningkatan kok Zu," jawab bocah itu tenang.

"Bagus deh. Jadi, kamu gak dimarahin Om Erlangga lagi."

Respon Azura membuat Reyhan hanya mengangguk pelan. Sejenak kemudian, mereka terdiam.

"Re!" panggil Azura kembali.

"Kamu janji ya, nggak bakal ninggalin Zuzu," ucap gadis tiba-tiba menyodorkan jari kelingkingnya di hadapan Reyhan yang duduk di sampingnya.

Reyhan menatap Azura. "Iya, Rere janji!" jawabnya kemudian menautkan jarinya dengan jari kelingking gadis itu.

"Reyhan!"

Reyhan lantas berdiri, terlihat orang tuanya menghampiri dua bocah kecil itu.

"Ayo pulang!" ajak Clarissa pada Reyhan.

"Rara mau bareng tante, gak?" tanya wanita itu ketika menatap Azura.

Gadis kecil itu menggeleng. "Tidak tante, mama sama papa sebentar lagi jemput Rara kok."

"Yasudah, Reyhan-nya pulang dulu ya,"

"Iya tante," sahut gadis itu menatap kepergian Reyhan dengan orang tuanya.


Kini dia sendiri. Azura termenung sendiri. Menatap kosong ke arah kertas di tangannya dan bergelut dengan pikirannya sendiri. Keanehan dia rasakan dan menjalar di hatinya.

Apakah dia akan bertahan?

Melalui janji yang yang terucap oleh lisan dan jari yang ditautkan lalu tersimpan di dalam hati, apakah dia akan selalu ada?

Melalui janji yang yang terucap oleh lisan dan jari yang ditautkan lalu tersimpan di dalam hati, apakah dia akan selalu ada?

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

.
.
.

"Rere! Jangan tinggalin Zuzu, ya?"

"Iya Zu. Rere gak bakal ninggalin Zuzu, kok."

-
-

"Rere jahat! Katanya janji gak ninggalin Zuzu, sekarang kok malah pergi?!"

"Ree.. Kamu di mana? Zuzu sakit..."

"Zuzu kangen banget sama Rere.."

-
-
-

Tertanda Penulis, Jiijah!

Sabtu, 2 Juli 2022

1. REYRA [ON GOING]Where stories live. Discover now