Disini aku menuliskannya...
Dan disini aku akan menceritakannya....
Perihal luka yang masih membekas sampai sekarang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku tidak tau kesalahanku yang mana yang membuat tuhan begitu marah kepadaku. Aku tidak tau apa yang telah aku lakukan terhadap orang lain sampai terdampak begitu besar terhadapku. Dan aku tidak tau ini murni kesalahanku atau karma bagiku.
Semua ini tentang kamu.
Iya kamu....
Dari awal aku bertemu kamu aku tidak pernah berfikir bahwa kamu akan meninggalkanku. Kamu selalu bilang bahwa aku tidak boleh meninggalkanmu. Kamu selalu berkata bahwa kamu begitu menyayangiku dan kamu bilang aku cukup menjadi yang terakhir bagimu. Tapi, kenapa semua berbading terbalik? Bahkan kamu sendiri adalah pelaku dari semua ucapan manis itu. Mempertahankan hubungan yang toxic bukanlah suatu hal yang mudah. Butuh kesabaran agar emosi ini tak keluar.
Pada hari itu aku pernah marah padamu dan berkata "Bagaimana aku bisa menghilangkan sebuah kalimat di dalam benakku kalau semua laki-laki itu sama saja?" disitu kamu bilang kalau tidak semua laki-laki itu sama dan kamu menjelaskan itu semua dan (akupun percaya). Namun waktu membuktikan bahwa kalimat itu adalah sebuah fakta. Lalu, apalagi yang dapat aku percaya? tidak kah ada bahu untukku bersandar?
Pada kala itu aku semacam tak percaya bahwa ini semua akan benar terjadi. Kamu meninggalkanku tanpa permisi, kamu meninggalkanku tanpa aba-aba, dan kamu meninggalkanku dengan sekejap. L-lalu.... apa yang kini aku harus lakukan. Banyak laki-laki berkata "Mana ada jaman sekarang seorang wanita mau menemani dari 0" aku mencoba membuat bahwa kata itu tidak benar. Hitungan tahun aku menemanimu hingga kini, kamu sudah memiliki apa yang kamu mau, dan aku? dihempaskan bagaikan barang yang sudah tidak berguna lagi. Jika sudah begini, bagaimana seorang wanita percaya bahwa ia tidak akan dibuang setelah sukses? Bukan tidak ingin menemani, tapi kepercayaan ini sudah dikhianati.
***
Entah sudah berapa banyak kesalahanku dan seberapa banyak kesalahanmu. Aku tak merasa paling tersakiti, tapi rasanya sakit banget saat kamu meninggalkanku begitu aja dihari itu.
Rasanya dunia tak adil, semesta begitu jahat terhadapku.
Aku bagaikan pengemis dikala itu. Memohonmu agar tak meninggalkanku sampai beberapa minggu aku masih memohon kepadamu agar kau tak meningglkanku. Bagaimana ini adil? Disaat keluargaku sedang hancur dan pendidikanku sedang diuji lalu kamu tiba-tiba menambahkan rasa sakit ini. Rasanya begitu berlipat-lipat.
Berat sekali dikala itu. Ingin rasanya ku akhiri hidup ini namun ada keluarga yang menungguku sukses. Entah apa yang aku fikirkan kala itu. Aku sudah kehilangan pundakku yaitu ayah dan kamu yang kujadikan tempat bersandar pun juga hilang.
Aku harus berpulang kemana? Kenapa rumahku hancur semua?
Kenapa tuhan membiarkanku berjuang tanpa penguat? Ibu? Kakak? Ya!! Mereka memang penguat bagiku tapi aku juga sangat membutuhkan sosok laki-laki untuk menopang beratnya bahu ini, untuk membimbing kemana tujuan hidup ini, untuk menasehati kesalahan yang pernah diperbuat. Aku gadis kecil yang perlu dibimbing kemana arah dan tujuan hidup ini. Aku tak bisa jika harus berjalan sendirian. Jalan ini terlalu gelap.
"Ayah,semenjak dirimu tak ada aku tak tau harus kemana, aku sangat merindukan sosok laki-laki. Aku merindukan pelukan hangat itu, Aku merindukan usapan tangan pada bahuku, dan aku merindukan rasa sayang yang tulus itu.Sungguh aku sangat merindukan itu semua."
****
Haii.....
SALAM KENAL buat kalian yang baca ini.
Aku menyayangi kalian<3
Oke Next??
YOU ARE READING
You are lost
Short StoryTernyata "cinta habis di orang pertama" itu beneran ada. Bukan orang yang pertama yang aku temui, bukan orang pertama yang aku sukai, tapi orang pertama yang membuatku merasa "jatuh cinta" sebegitu dalam. Sejauh mana aku berlari, sebagus apa mawar y...
