prolog

23 5 1
                                        

Bagi Nismara Ambarwati, Ganendra Ardani bagai angin sejuk di kala sore. menenangkan. Ganendra Ardani, dia datang disaat Nismara terpuruk dan Ardan menghiburnya. Tapi, Nismara lupa bahwa angin sore juga bisa jadi pertanda datangnya hujan.

Bagi Ganendra Ardani, Nismara Ambarwati itu bagai bunga mawar yang mekar. Dia cantik, pesonanya mengikat, menyegarkan mata. Tapi, Ardan lupa bahwa mawar memiliki duri, dia juga bisa menyakiti.

Mereka berdua tidak sadar bahwa kebersamaan itu menyakiti diri mereka perlahan-lahan.

NISMARAStories to obsess over. Discover now