Bagi Nismara Ambarwati, Ganendra Ardani bagai angin sejuk di kala sore. menenangkan. Ganendra Ardani, dia datang disaat Nismara terpuruk dan Ardan menghiburnya. Tapi, Nismara lupa bahwa angin sore juga bisa jadi pertanda datangnya hujan.
Bagi Ganendra Ardani, Nismara Ambarwati itu bagai bunga mawar yang mekar. Dia cantik, pesonanya mengikat, menyegarkan mata. Tapi, Ardan lupa bahwa mawar memiliki duri, dia juga bisa menyakiti.
Mereka berdua tidak sadar bahwa kebersamaan itu menyakiti diri mereka perlahan-lahan.
YOU ARE READING
NISMARA
Teen FictionNismara Ambarwati memilih menjadi buta dan tuli saat bersama Ganendra Ardani. Dia tidak peduli tidak punya teman. Dia tidak peduli beberapa orang menganggap dirinya bodoh. Dia tidak peduli segalanya. Selagi Ganendra Ardani bersamanya, dia merasa cuk...
