Untukmu

141 21 3
                                        

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Halo, guys. Bagaimana kabar kalian? Semoga tetap baik-baik saja, ya.

Bagaimana untuk hari ini? Apakah sudah tersenyum? Kalau belum senyum dulu, yuk!

Oh, iya, jangan lupa untuk tetap bersyukur atas apa pun yang terjadi kepada kita, ya. Jangan lupa untuk selalu berterima kasih kepada diri sendiri.

Semoga, kalian suka dengan tulisan ini, ya.

Mmm, sebelum lanjut membaca, ada baiknya kalian dukung cerita ini dengan follow akun ini dan berikan vote kalian, ya. Semangat!!!

Yaudah, langsung baca aja, yuk!

Selamat membaca!!!

*****

Perjalanan adalah tentang siasat dalam menempuh segala gemuruh dan juga tenang dalam setiap tantangannya. Tantangan yang dalam bentuknya tidak akan pernah terbaca oleh para penakluknya.

Semua seolah menjelma menjadi rahasia Tuhan yang tersimpan penuh dengan kejutan. Semua komponen kesiapan dalam menerima serta melepas sangat lah dibutuhkan. Aku dan kamu hanya mampu menerima takdir yang Tuhan berikan, serta melepaskan apa yang Tuhan tidak izinkan. Kita tertuntut untuk mengerti akan gerak-gerik tantangan yang akan melesat dari berbagai sudut pandang. Kira-kira seperti itu lah gambaran bertahan dalam hidup ini.

Sudah berapa banyak air mata yang terkuras ketika malam menyapa? Berperang dengan pikiran yang membuat diri ini semakin berantakan. Fokus ketika berjalan sambil berperang dengan keadaan. Sembari berjaga-jaga agar diri ini tidak kembali terluka. Bertahan dalam situasi yang memang sudah tidak memungkinkan. Semua terasa menyakitkan. Aku terus bertahan, walau ingin sekali rasanya diri ini menyerah. Aku berlayar tanpa peta, mengikuti arus yang tidak pernah terarah. “Tuhan, kapan semuanya akan berakhir? Aku lelah akan semua ini!” jeritku ketika kembali bermonolog dalam sunyi.

Dalam buku ini, akan menuliskan semua keluh kesah yang justru membuatku terjatuh semakin dalam. Ya, semakin dalam aku menikmati kesendirian yang menghadirkan kesepian. Di buku ini, aku akan mengajakmu untuk berusaha mengerti keadaan yang sedang tidak berpihak kepada kita. Kita yang kerap merasa sendiri, jauh di ujung perjalanan tanpa ada yang menemani, dalam duka yang mendatangkan banyak air mata, dalam kondisi terjatuh yang sangat tidak memungkinkan untuk kembali berdiri. Ya, aku akan mengajakmu untuk mencari rahasia apa yang Tuhan persiapankan untuk kita setelah menghadapi ujian ini.

Kembali aku hanya bisa menikmati sunyi ini. Dengan memikirkan sesuatu yang kadang belum terjadi. Rasa takut dan cemas selalu menyertai. Diri ini begitu lelah, harus menjadi pemikir yang memikirkan sesuatu tanpa ada titik temu. Prasangka yang hadir, justru menyakiti diriku sendiri. Namun, aku tidak memiliki pilihan lain, karena ini yang hanya bisa aku lakukan. Terlihat egois terhadap diri sendiri, bukan?
Kesendirian dalam berjalan, seolah merapuhkan semua keyakinan yang bersemayam dalam ruang hati. Dalam langkah yang penuh keraguan ini, atmaku selalu tergoyahkan dalam bidang-bidang jalan yang tak lagi mulus. Diri yang selalu dipaksa dewasa oleh keadaan. Netra yang harus tetap terjaga dalam situasi berbahaya yang siap menerka. Hati yang selalu siap menerima dengan penuh kelapangan dada. Serta kaki yang tetap harus kuat melangkah walau jalanan memaksa diri untuk menyerah.

Tuhan, aku ingin bercerita. Tentang semua rasa lelah yang membuat jiwa ini semakin bersalah dan ingin menyerah. Aku ingin bercerita, tentang hari-hariku yang berjalan penuh dengan rasa takut dan kesedihan. Tuhan, maafkan aku jika dalam ujung cerita ini aku harus berbelok arah dan menyerah.

Tuhan, jika dalam tulisan ini hadir berbagai untaian kata yang justru mengarah pada sikapku yang menyalahkan-Mu, maka maafkan aku. Diri ini hanya ingin mengeluhkan semua beban yang begitu berat bagiku. Semua resah yang terus menghantui tanpa ada rasa bersalah.

Sekarang, tidak ada lagi manusia yang bisa aku percaya. Semuanya seolah menjadi pematah yang menghadirkan luka. Tentang berharapku kepada mereka yang selalu menghadirkan luka serta kecewa. Aku tahu, dalam hal ini aku salah. Aku yang terlalu mempercayainya hingga hanya akan berlarut dalam putusnya kepercayaan.
Mereka yang dulu aku sangat percaya, akan semua keluh kesahku yang aku bagi dengan mereka.  Tidak, tidak hanya keluh kesah, ada bahagia yang juga aku bagi ke mereka.

Semua, tentang aku, tentang hidupku, perjalananku, kekuranganku dan juga kelebihanku. Mereka menjadi manusia yang tahu siapa aku. Tetapi, rasa percaya itu dipatahkan. Semakin berjalan aku menemukan ketidak tenangan. Kekuranganku justru dijadikan alat untuk mereka menghianti kepercayaan ini. Aku menangis, duniaku terasa hancur. Hidupku sepi, rasa ini terasa mati. Penghianatan dalam kepercayaan, harapanku atas mereka hanya berujung kecewa. Tuhan, maaf aku harus mengeluhkan ini semua kepada-Mu. Maafkan aku yang dulu pergi dan tidak melibatkan-Mu dalam semua permasalahanku, dalam semua keadaan yang ada di diri ini. Maaf, Tuhan. Aku menjadi manusia yang paling ingkar terhadap kuasa-Mu, kasih sayang-Mu serta pertolongan-Mu yang tidak akan pernah melesat dari apa yang aku butuhkan di waktu itu juga.

Kini, izinkan aku menerima dekapan hangat-Mu, izinkan aku mendapat ruang untuk bisa bercerita tentang jahatnya dunia yang selalu mengadirkan luka dan kecewa. Semua cerita memang tidak berakhir pada jalur bahagia. Dalam cerita memang harus ada beberapa tiitk luka untuk membuat kita menjadi tersadarkan akan semua perihal yang melukai.

Rasanya aku terlalu berbasa-basi akan hal ini. Terlalu banyak kata yang aku berikan untukmu sebagai salam pembuka hingga lupa akan tujuan utama. Sudah, mungkin saatnya kita menangis Bersama, untuk menikmati setiap kalimat yang bermakna. Semoga kalian suka dan mampu menemukan jawaban yang tak mampu terjawab oleh dirimu.

Terima lah tulisan ini, karena ini semua aku tuliskan untuk diriku sendiri dan juga kalian yang aku sayangi.

Bagaimana, suka dengan kalimat ini? Aku berharap kalian aku setia menjadi pembaca keluh kesah dalam cerita ini.

Jangan lupa ajak teman-teman kalian untuk ikutan membaca cerita ini, ya.

Terus dukung karya ini dengan follow akun Wattpad aku, kemudian jangan lupa beri Vote juga, ya.

Terima kasih.
Salam hangat dariku, Aziz.

Tuhan Apakah Aku Boleh Menangis?Stories to obsess over. Discover now