bertemu

31 3 1
                                        


Pagi yang cerah, burung-burung berkicauan dan terdengar suara alarm ku mengalun, sepertinya memilih lagu wakey wakey NCT 127 sebagai alarm merupakan hal yang tepat, karena nyatanya aku langsung terbangun setelah mendengarnya walaupun kepala ku sedikit sakit. Otakku mulai mencerna. Dalam detik berikutnya mata ku membelalak dan menyadari bahwa aku harus pergi ke sekolah, padahal aku ingin bersantai di tempat tidurku lebih lama lagi. Tapi tetap saja aku harus pergi kesekolah.

Dengan bermalas-malasan aku pergi ke kamar mandi dan mulai membasuh muka dan badanku.

Mengunci pintu rumah, dan melangkah keluar dari halaman rumah, siap menghadapi kenyataan.

Aku berjalan melewati kerumunan orang-orang yang sama seperti ku. Menghampiri kesibukan dan menjalani kewajiban.

Aku menambah kecepatan ketika melihat jam tanganku, pukul 06.30. Aku harus cepat agar mendapatkan posisi meja yang kuinginkan.

Aku menambah lagi kecepatan jalan ku.

Hingga aku melihat Pak Yatno, satpam sekolah diseberang sana. Masih pukul 06.35, ternyata aku sampai ke sekolah lebih awal dari perkiraan ku. Jika tau seperti ini seharusnya tadi aku tidak usah terburu-buru dan memilih untuk tidak sarapan.

Aku buru-buru masuk ke kelas. Ketika aku hendak menuju meja yang kumau. Terlihat disamping meja tersebut ada seorang lelaki yang hendak mendudukinya dengan tas yang berada diatas meja, yang kurasa tas miliknya. Aku berlari kencang, dan taraa aku lebih dulu menduduki nya daripada dia. Aku menyingkirkan tas miliknya.

Lelaki tersebut hanya mendecak sebal. Eh bentar aku tidak pernah melihat wajahnya sebelumnya. Oh mungkin sebelumnya kita tidak sekelas. Tapi jika ku perhatikan lagi ia cukup tampan dan imut?.

"hohoho terimakasih sudah mengalah" kataku padanya dengan nada yang kurasa cukup menyebalkan untuk didengar, dan ia pun hanya mendecak dan pergi kekursi disamping kursi ku.

Dia sudah terduduk dimeja sebelah ku. Karena aku sangat peduli dengan lingkungan sekitar, ehe, jadi mari kita tanyakan namanya.

"ehem, kayanya aku baru liat kamu sekarang deh, apakah tahun lalu kita tidak sekelas?"
"iya" dih singkat banget.
"btw kenalin namaku gladis"
"Aji" sepertinya lelaki ini sangat akward, atau akunya yang sksd.

Aku melihat kanan kiri, mencari teman ku Echi. Tadi kayanya dipapan pengumuman kita sekelas lagi deh, tapi kenapa dia tidak ada dikelas ya, ataukah dia sudah berada dihalaman terlebih dahulu. Ya sudah aku akan menyusulnya saja.

Aku berlari menuju halaman sekolah. Entah hal apa yang mendorong ku untuk berlari-larian padahal aku tau bahwa aku harus menghemat energiku karena aku belum sarapan, dan kantin jajanan nya tidak lengkap, jika mencari nasi uduk pasti belum ada, tak peu lah namanya juga hari pertama. Baru saja aku sampai pada barisan kelas ku dan masih terengah-engah. Temanku, Echi menghampiri ku
"gladis, ya ampun, kenapa berlari-lari si" katanya dengan nada khawatir.
"mau aja" jawab ku dengan terengah-engah akibat lelahnya berlari.
Percakapan ku dengan Echi berhenti ketika upacara telah dimulai.

Aku berdiri dibawah sinar matahari. Mengikuti upacara dengan menahan rasa sakit dikepala ku. Seketika aku menyesal tidak sarapan tadi pagi. Karena selain kepala ku yang pusing, perut ku juga ikut meraung-raung meminta makan.

5 menit

7 menit

10 menit

Tepat ketika kepala sekolah sedang berpidato kepala ku makin menjadi, pandangan ku memburam. Aku mulai menghitung, 1......2......3.....

Pandanganku menjadi gelap dan kutebak setelah ini pasti aku akan berakhir di uks. Oh ternyata tidak, ketika aku sedang diangkat menuju uks, aku tersadar dari pingsan. KENAPA HARUS SEKARANG SADARNYA KAN BISA MENYEBABKAN ORANG-ORANG MENGIRA BAHWA AKU BERBOHONG, batin ku menjerit, dengan segera aku memejamkan mataku lagi. Ketika diperjalan pembopongan ku ke uks, aku jadi penasaran siapa yang menggendongku. Ku rasa ia adalah seorang murid karena ia memakai seragam.

Aku merasa tubuhku telah diletakkan dikasur, samar-samar aku mendengar Bu Eva berterimakasih pada siswa tersebut. Kurasa Bu Eva menyebutkan nama murid yang tadi berebut kursi dengan ku, Aji. Kurasa aku harus berterimakasih dengan nya.

Aku membuka mata ku ketika kurasa sudah cukup lama aku berpura-pura pingsan. Hal pertama yang kulihat adalah Bu Eva yang hendak menghampiri ku bersama dengan nampan yang berisi teh dengan roti.

Bu Eva meletakkan nampan tersebut di nakas sebelah ranjang.
"Sudah enakan?, ini bu Eva buatkan teh" katanya sambil menyodorkan teh yang tadi dibawanya kepadaku. Aku menerima teh tersebut dan meminumnya perlahan.

Setelah aku rasa cukup meminum teh nya, ku letakkan teh ku dinampan, disamping roti yang di bawa Bu Eva.

Bu Eva lalu mengecek kondisiku, dan menanyakan beberapa hal kepadaku.

"Kalo begitu Bu Eva tinggal dulu ya, Nanti kembali ke kelasnya saat istirahat aja tidak apa. Oh ya rotinya jangan lupa dimakan ya" kata Bu Eva setelah memastikan kondisiku baik-baik saja.

"Iya Bu" jawab ku dengan suara lemas.

Aku melihat jam tangan ku, menunjukkan pukul 07.45, yang berarti jam pertama telah dimulai. Aku mengambil roti yang berada dinakas dan mulai memakannya. Akhirnya makan juga. Setelah memakan roti aku memutuskan membaringkan badan ku dan sepertinya aku tertidur disana.

About HimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang