01 Februari 2021
Senin 17:03 pm
Ada benarnya, empat tahun, sudah mau lima tahun tidak bertemu tapi masih seperti itu, tetap berstatus teman.
Tapi kalo misalnya dia punya teman dekat cewek seperti aku, dan itu aku tidak yakin, dia punya atau tidak?
Tidak terlalu banyak yang bisa dekat dengan dia. Nah yang itu aku takutkan, kalau ternyata dia memiliki banyak teman cewek lain.
Tapi meski kesannya egois, aku berlagak seperti pacarnya, padahal aku bukan pacarnya. Yah wajar lima tahun aku suka bujang seperti dia, dan dia tidak pernah sekali pun jahat sama aku.
Itulah aku tidak bisa stop suka dengan orang seperti dia.
Aku maunya berteman?, Dulu aku maunya pacaran sama dia, tapi.
(Iya aku tau, memalukan)
Kalo kami pacaran lalu bertengkar dan tidak bisa untuk menyelesaikan masalah, hingga akhirnya putus, pisah, tidak ada komunikasi lagi, dan tidak bisa berteman lagi. canggung bukan?
Yang mengganjal di hati aku adalah, dia tidak pernah sekali cerita ke aku, apa masalahnya akhir-akhir ini, apa kegelisahannya akhir-akhir ini, dia baik-baik saja atau tidak?
Aku bertanya terus, "kamu baik-baik saja kan?", Selalu saja jawabannya, "iya baik-baik aja kok" padahal dia gak baik-baik aja.
Mundur?, tapi prinsip ku beda, kalau ada cewek lain di samping dia, aku akan buat dia tetap kepada aku. kalau dia ada masalah dan emang tidak mau cerita, aku akan terus tetap memberi semua bantuan dari ku. Menanyakan semua kekhawatiran ku agar dia tau, sebenarnya yang perduli sama dia itu masih ada, aku akan terus chat dia, ajak bicara dia, semasih dia mau chatting dengan aku.
Mau dia dingin atau sehangat teh manis, aku tetap cuman untuk dia, mungkin dia tidak mau membebani aku karena itu beban dia, itu berarti dia juga perduli pada ku.
Mungkin?
Tapi untuk yang sebenarnya dia tidak perlu merasa tidak enak hati, karena aku senang kalau dia curhat, mengeluh, cerita kepada ku, bergantung pada ku.
Egois yah manusia seperti aku, murahan banget, memalukan, yah apa boleh buat, aku ingin sekali menjadi tempat mengadu untuk nya.
Kalo dia mau banyak ngobrol saat dia senang, aku sedih, padahal aku sudah khawatir setengah mati, tapi pas dia chat, dia seperti baik-baik saja.
Ini bukan lebay, tapi benar kenyataan nya, perasaan bagai novel remaja itu, sungguh ada.
ESTÁS LEYENDO
what do you want to read in this stupid diary?
No Ficciónmerasa bodoh dengan diri sendiri? hei, mungkin kamu akan semakin merasa bodo saat membaca catatan harian ini. apakah semuanya terasa seperti dirimu? apakah semuanya terasa seperti apa yang kamu rasakan dan kamu alami? apakah ini berguna atau tidak? ...
