"No. You are not loving me. You are leaving me!"
Hari pertama Alena memulai sekolahnya pada tahun ke-7 pun tiba. Alena sedikit sedih karena ia tidak dapat masuk ke dalam sekolah yang ia impikan. Tetapi kesedihan itu pun tidak terlalu mendominasi perasaannya, karena ia masih bisa bertemu dengan teman-teman lamanya di sekolah barunya.
"Morning Alena" Sapa papa Alena saat Alena tiba di meja makan.
"Morning juga pap" Jawab Alena dengan wajah yang tidak menunjukan ekspresi excited seperti biasanya jika ia mendapatkan hal-hal baru.
"Ada apa, Alena, kenapa?"
"Pretty bad, but it's okay pap"
Mereka ber empat pun melanjutkan sarapan mereka dengan harmonis di meja makan keluarga, dengan hidangan sarapan yang disiapkan oleh mbak Tuti. Setelah mereka menyelesaikan sarapannya, kakak perempuan Alena pergi untuk memasuki kelas kuliah paginya, sedangkan ibunya hanya berdiam diri di rumah dan sesekali membereskan pekerjaan rumah. Alena berangkat ke sekolah baru diantar oleh papanya yang akan langsung berangkat kerja. Sesampainya Alena ke sekolah tahun ke-7 nya itu, ia menghampiri teman-temannya di halaman aula yang akan dipakai untuk bersosialisasi terhadap siswa baru, dan merekapun menunggu beberapa teman mereka yang belum datang.
"Haii semuaa" Sapa Alena pada teman-temannya dan langsung duduk di sebelah Alena.
"Haii Len, dianter lo?"
"Yap"
"Rita mana si? udah jam segini belum datang juga"
"Yaampun Anggi, masih 30 menit lagi, santai aja kali" Ya. Anggi memang salah satu teman Alena yang selalu on time dalam situasi apapun.
"Kaya gatau Anggi aja lo Rit"
Dania, Anggi, Rita, Kia adalah teman-teman lama Alena semasa menempuh sekolah tahun-tahun sebelumnya, mereka sudah sangat akrab satu sama lain, sudah sama-sama tahu sifat sikap satu sama lain, tetapi mereka yang belum cukup dewasa tidak menutup kemungkinan kecekcokan sering terjadi antara mereka. Kecekcokan yang tidak sehari atau dua hari selesai.
—
Sosialisasi siswa siswi baru pun telah terlaksanakan setengahnya, dan siswa siswi tahun ke-7 itu sedang melakukan istirahat, dimana mungkin bagi sebagian murid waktu tersebut mereka gunakan untuk mendapatkan teman baru. Lain halnya dengan 5 sekawan itu. Mereka yang memang sudah akrab bergegas menuju kantin untuk membeli beberapa jajanan hingga waktu istirahat mereka habis.
—
Jam menunjukan pukul 14.00 WIB, dimana acara sosialisasi telah selesai terlaksana sepenuhnya. Dan besok adalah sosialisasi terakhir bagi murid baru dan juga pengumuman pembagian kelas. Tentunya 5 sekawan itu berharap untuk mendapatkan kelas yang sama. Akan tetapi, takdir berkata lain, mereka terbagi menjadi 3 bagian.
—
"Morning Alena" Seperti biasa Papa Alena selalu memberi sapaan selamat pagi pada Alena saat Alena tiba di meja makan untuk sarapan bersama keluarganya yang harmonis.
"Morning papa"
"Gimana hari ini? better than yesterday?
"Pa, ini kan baru pagi, mana aku tau"
"Maksud papa, suasana waktu dari lo bangun tidur sampe sekarang, lebih baik dari kemarin atau engga, pinter" Ejekan kakak perempuan Alena yang menimpali jawaban Alena sebelumnya. Yang hanya di balas deheman oleh Alena dan juga tatapan malas.
"Yu Alena kita berangkat, kamu udah selesai kan"
"Udah pap"
—
Alena dan papanya telah sampai di gerbang sekolah Alena. Alena berpamitan dan langsung keluar dari kendaraan yang di naikinya. Seperti kemarin, Alena dan teman-temannya berkumpul di halaman aula tempat sosialisasi mereka dilaksanakan. Akhirnya tibalah waktu untuk melihat pengumuman pembagian kelas yang di tempel pada majalah dinding sekolah mereka. Betapa kecewanya mereka saat mereka mengetahui bahwa mereka berpisah menjadi 3 bagian.
