"Sudahlah Aara jangan menangis lagi, Papa sama Mamanya Aara menginginkan yang terbaik untuk Aara. Tak ada orang tua yang ingin membuat anaknya menderita, apalagi Aara anak perempuan satu-satunya yg dimiliki Papa dan Mama" Bujuk sang nenek kepada cucu-cucu perempuannya.
"Tapi Nek, ini terlalu tiba-tiba buat Aara, Aara belum ingin menikah. Aara masih kuliah, masih semester 6 Nenek, perjalanan Aara masih sangat panjang. Masak Aara main dinikahin gitu aja. Apalagi Aara dijodohin sama orang, sama makhluk, yang benar-benar sangat-sangat Aara benci di atas dunia ini Nek. Gimana Aara akan bahagia coba!" keluhnya Panjang Lebar sambil menggebu-gebu
"Huss, Tak boleh ngomong begitu Aara. Dia laki-laki yang baik, sudah Nenek katakan, tak ada orang tua yang ingin anaknya menderita terlebih lagi anak manis dan penurut seperti Aara. Sudah ya, jangan nangis lagi inilah yg terbaik buat Aara." Bujuk sang Nenek sambil mengelus sayang rambut cucunya.
" Apa Nenek setuju dengan perjodohan ini?" tanyanya sambil mengelap bekas air matanya yang mulai mengering.
"Tentu saja, kenapa tidak"
"Kenapa Nenek bisa setuju, biasanya Nenek gak bakal nerima laki-laki yang dekat sama aku begitu aja, biasanya Nenek gak semudah itu menyetujui nya. Apa Nenek sangat menyukai si makhluk astral itu?" Tanyanya panjang lebar.
"Pertanyaanmu banyak sekali, tak bisa Nenek jawab satu persatu. Persiapkan saja dirimu, Nenek keluar dulu yah ada urusan mendesak" elak sang nenek sambil berlalu melewati cucunya sambil tersenyum kecil.
"Loh kok nenek pergi gitu aja, aaa... Nenek apa susahnya sih tinggal jawab doang huftt.." gerutunya sambil menghapus sisa air matanya.
Next⭐⭐⭐
YOU ARE READING
SUDDENLY (On Going)
General Fiction⚠️JANGAN COPAS⚠️ KARENA MIKIRNYA GAK GAMPANG MENDING MAKE OWN STORY MARI BERKARYA BERSAMA! Nikah yah nikah. Musuh? Ya, tetap musuh dong! Bagaimana jadinya dua insan yang saling bermusuhan malah dijodohkan? "Humm,,, Makhluk Astral" panggil Aara berbi...
