chapter 1

1.3K 79 2
                                        

Aku melihatnya lagi, si gadis bermata lavender yang belakangan sangat sering ku temui di tempat game center ini.

Aku memperhatikan gadis yang tengah bermain roulette itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, rambut indigo pendek dengan poni ratanya, serta kulit porselen dan bibir merahnya yang terlihat kontras.

'cantik' hanya satu kata yang muncul dalam otakku. Gadis ini seperti strawberry short cake yang manis dan menggoda siapapun untuk memakannya.

Ku perhatikan lagi seragam yang dikenakannya, ada logo KHS di blazernya, ternyata dia siswi konoha high school, dan... Eh bukankah sudut bibirnya seperti merah ke biruan? Itu lebam!! Apa dia berkelahi? Ah rasanya tak mungkin gadis semanis dia adalah anak yang rebel.

Gadis itu mengambil kupon dan beranjak pergi untuk menukarkannya, akupun berdiri dan berniat untuk mengikutinya sampai aku menyadari

" Woi Teme mau kemana?"

Ah iya aku lupa bahwa aku membolos bersama si Dobe kepala durian dan si panda bertato ai.

"Tckkk aku ada urusan mendadak" jawabku sambil berjalan menjauh.

"Aih si brengsek itu!" Gerutu Naruto yang kini tengah mengacak rambutnya karena layar didepannya menampilkan tulisan game over.

"Naruto no baka" ujar Gara kesal sambil mendeadglare Naruto.

"Aku mati karna Teme, ah sudahlah aku mau pulang" Naruto menenteng tasnya ke bahunya. Gara pun mengikutinya dari belakang.

"Hei Bakayaro, kau melihat gadis rambut pendek tadi?" Tanya Gara mendadak, Naruto pun mengernyit dahinya lalu mengingat-ingat.

"Gadis yang mana Gara? Yang ku lihat hanya Neechan penjaga kasir, kurasa tak ada gadis selain Neechan itu" jawab Naruto sembari memasukkan tangan kirinnya kedalam saku celana.

"Hn"

_

_

_

Aku masih mengikutinya, si gadis bermata lavender keperakan. Aku tidak menguntitnya, catat! Aku hanya sedikit penasaran dengannya.

Kulihat di pertigaan depan dia berbelok ke kiri, arah yang berlawanan dari rumahku.
Bicara tentang rumah aku jadi ingat telah melupakan sesuatu.. hei motorku masih di parkiran game center, shit! kegiatan penguntitanku eh ralat kepenasaranku membuatku lupa memberikan kunci motorku pada si Baka kepala durian. Ah kalau begini aku harus kembali kesana lagi untuk mengambilnya, sungguh merepotkan.

Setelah berbelok aku melihat ada jembatan, tapi kemana gadis itu?
Aku menoleh ke kiri dan kanan namun masih tak juga menemukannya, jangan-jangan dia semacam Obake, bulu kudukku langsung meremang.

Aku berjalan menuju jembatan, dan pandanganku tak sengaja melirik ke bawah, ah itu dia, si gadis manis yang misterius.
'sedang apa sih gadis ini' pikirku penasaran.

Gadis berambut indigo itu duduk di rerumputan pinggir sungai, rambutnya yang tergerai tertiup angin, dia tergelak riang sembari mengangkat seekor anak kucing.

Aku mematung melihatnya, ku raba dadaku yang berdetak tak karuan, wajahku memanas dan dan perutku seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan.

'Kawai'
'Kawaii'
'KAWAII'

Tangan kananku reflek menutup mulutku ketika melihatnya berdiri dengan anak kucing di gendong di pundaknya, dia mengelus-elus pelan, matanya terpejam dan bibirnya mengalunkan lagu yang tak sampai ditelingaku. Dunia terasa seperti slow motion ketika melihatnya, apa yang terjadi padaku? Ini pertama kalinya aku merasakan perasaan mengganggu seperti ini dalam hidupku.

Dandelion WishperWhere stories live. Discover now