Di tengah malam yang sunyi aku berjalan dengan malas sambil sesekali menghela nafas.
Bagaimana tidak malas?
Aku disuruh pergi membeli susu di jam seperti ini!
Ini bahkan hampir tengah malam.
Ini semua gara-gara adikku yang mengatakan bahwa dia ingin susu stroberi dulu baru dia akan tidur.
Sungguh mengesalkan, kenapa tidak minum susu vanila seperti biasa saja-ahh aku sangat kesal.
jika bukan karena mama yang mengancam dengan tidak akan memberikan uang jajan, aku tidak akan sudi keluar malam hari seperti ini.
Aku berjalan masuk ke dalam minimarket yang jarak nya cukup jauh dari rumah ku.
Aku mengambil susu stroberi ukuran besar dan segera berjalan ke kasir untuk membayar.
☆
nafas ku tercekat begitu melihat segerombolan lelaki berbadan besar tengah memukuli seorang anak lelaki berseragam sma.
aku buru-buru bersembunyi dan menyalakan nada dering serine mobil polisi dengan volume yang kencang.
Seketika pria-pria itu berlari ke arah motor mereka masing-masing dan melajukannya dengan cepat.
Setelah ku pastikan mereka semua pergi, aku segera berlari menghampiri lelaki berseragam sma itu-ahhh aku baru menyadari bahwa seragam yang dia pakai sama seperti seragam ku itu berarti kami satu sekolah.
"apa kau baik-baik saja,?" pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari mulut ku, 'dia pasti tidak baik baik saja, huu bodohnya diriku' batinku.
Dia yang awal nya tertunduk seketika mendongak dan menatap ku sambil tersenyum.
"aku baik-baik saja, terima kasih karena telah menolong ku,"
aku tau dia tidak baik-baik saja, heii dia habis dipukuli mana mungkin kan? Dia baik-baik saja?l.
"tapi luka mu-"
dia berjalan ke arah tasnya dengan langkah pincang dan tersenyum ke arah ku sekali lagi.
"aku harus pulang, sekali lagi terima kasih, aku pasti akan membalas kebaikan mu," katanya namun di pertegas dibagian 'pasti'.
☆
setelah kejadian tadi malam.
Aku benar-benar tidak bisa melupakan dia, aku sangat mengkhawatirkan nya.
Apa luka nya masi sakit?
Apa dia sudah mengobatinya?
Aku bahkan tidak mengenal nya namun kenapa se-khawatir ini.
aku teringat satu hal.
Seragamnya-
'Aku pasti bisa menemukannya di sekolah' batinku
Lalu aku bergegas turun kebawah dan mencium tangan ibuku dan segera keluar rumah.
Terdengar suara terikan ibu ku dari dalam "caca, sarapan dulu,"
Namun terikan itu aku hiraukan.
Aku melihat tetangga ku sedang keluar rumah dengan seragam yang sama dengan ku.
Aku berlari dan menaiki motor nya "ayo kita pergi kesekolah cepat," perintahku
"gembel lu, main naik-naik ae, turun sana kagak mau gue boncengin bocil kayak lu hus hus," protesnya
Aku menghela nafas "biologi ada pr, tar ga aku contek in ni yha"
dia hanya cengengesan dan melajukan motor nya meninggal kan perkaraan rumah.
Bersambung.
Gimana ceritanya?
Kalo rame aku lanjut ehe, kalo ga tetep lanjut sih kalo lagi mood.
YOU ARE READING
Dear angkasa
RandomMenceritakan tentang lelaki yang memiliki nama yang indah namun tak seindah kehidupannya, lelaki yang memiliki nama yang luas, seluas cara pandang nya terhadap dunia. Angkasa, Itu nama lelaki yang akan mengajarkan mu, ribuan cara pandang terhadap du...
