Leonathan Adhitama

46 12 7
                                        

Leonathan Adhitama atau sering di sebut Leo adalah seorang pengusaha muda yang sukses yang menurun dari sang ayah yaitu Gara Adhitama. Mempunyai paras yang tampan membuat leonathan banyak di kejar wanita, baik secara rahasia bahkan secara terang-terangan.

Hari ini Leo berada di ruang kerjanya, sebagai CEO perusahaan pusat yakni Adhitama company. Akan mengadakan meeting room beberapa jam lagi.

"Reta tolong persiapkan untuk meeting nanti, jangan sampai ada yang terlewat" Ucap Leo kepada Reta sebagai sekretarisnya.

"Baik pak, saya akan menyiapkannya sekarang" balas Reta, dan di angguki oleh Leo.

"Jangan lupa untuk lusa meeting di tunda dulu, ada hal lain yang harus saya urus. Kamu bisa handle dulu?" Tanya Leo.

"Baik pak, nanti saya akan urus semuanya, dan untuk lusa biar saya jadwalkan kembali" ucap Reta.

"Baik, kamu bisa melanjutkan lagi pekerjaan yang belum dikerjakan" titah Leo. Yang di angguki oleh Reta.

"Permisi pak" balas Reta.

***

Waktu meeting sudah beres, hari ini Leo akan pulang lebih cepat karena harus menjemput adiknya sekolah, adiknya yang manja selaku merengek ingin di jemput oleh sang kakak, tidak mau tau sesibuk apa Leo.

Sesampainya di sekolah adiknya, Leo terpaku kepada seorang gadis cantik yang sedang bercanda gurau bersama temannya, penglihatan leo tidak lepas dari gadis itu, penasaran akan gadis yang di lihatnya tadi, namun sayang adiknya sudah memanggil untuk mengajaknya pulang.

"Kak lagi liat siapa sih sampe ga kicep gitu" ucap Chesa- Adik Leo.

"Ah engga, kakak lagi liat liat sekolah kamu aja, bagus ternyata" alibi leo.

"Ayok pulang, Chesa udah laper pengen makan masakan bunda" balas Chesa.

"Iya ini pulang" putus leo.

Leo mengendarai mobil sport miliknya, dengan Chesa yang duduk di samping kirinya. Sesekali bercanda gurau dengan sang adik membuat Leo tertawa lepas.

Di perjalanan Chesa penasaran dengan sang kakak yang tadi di sekolah menatap lurus ke arah wanita yang sedang duduk bercanda gurau bersama temannya, Chesa tau wanita yang di pandang kakaknya namun Chesa tidak kenal, hanya sebatas tau.

"Emm kak chesa boleh tanya ga?" ucap chesa dengan cengiran yang menampilkan giginya yang rapih.

"Tanya apa chesa?" Jawab leo.

"Kak Leo tadi liat siapa kok sampe ga kicep gitu liatnya" ucap chesa yang di akhiri dengan kekehan geli.

"Engga, kakak ga liat siapa siapa kok, tadi kan kakak bilang lagi liat liat sekolah kamu" jawab leo.

"Udah sampe ayok turun" ucap Leo mengalihkan pembicaraan, sebenarnya sudah beberapa menit yang lalu mereka sampe, tapi chesa tidak menyadarinya.

"Ohh iya kak chesa duluan kerumah yah, kak leo mau ke kantor lagi?" Tanya chesa.

"Engga, kakak mau pergi ke cafe biasa tempat kakak nongkrong" balas leo.

"Oke kak, jangan pulang malem yah nanti bunda marah lho" peringat chesa, yang di angguki leo.

***

Di cafe Victoria's Leo dan teman temannya nongkrong, yah hanya sekedar minum atau makan habis itu pulang, Leo mengerti kadang kita butuh waktu dengan teman, tidak selalu tentang pekerjaan.

Sesampainya di cafe, leo sudah menduga temannya sudah datang, ternyata dugaannya tepat, mereka sedang bercanda sesekali menghisap rokok.


"Bro" sapa leo.

"Beuh si kampret baru nongol, tau aja kita lagi pda nongkrong" balas Rezky.

"Yah dimana lagi kita nongkrong kalo bukan di sini nyet" ucap Zoel.

"Secara kan cafe ini paling terjangkau sama duit kita" balas Revano. Leo tertawa, tawa yang teman temannya dan keluarganya saja yang bisa lihat, karena leo begitu dingin terhadap orang lain.

"Bisa aja lo pada" ucap leo di sela sela tawanya.

"Yaudah pesen lagi sana, gue yang bayar" ucap leo.

"Emang lo yang paling ngerti" jawab Zoel yang di iringi tawa teman temannya.


Selang 15 menit makanan sudah jadi dan di sedang di antar ke meja Leo dan teman temannya.

Di tengah perjalanan mengantar makanan, tiba tiba Adriella tersandung kursi alhasil makanan dan minumannya tumpah.

Brakk

"Ma-maaf pak saya tidak sengaja" ucap Adriella seraya membersihkan makanan yang berserakan.

"Kalo jalan tuh hati hati, liat jas kerja saya kotor" jawab leo dengan nada dinginnya.

"Maaf pak tapi saya tidak sengaja" jawab Adriella, yang tadinya menunduk karena membersihkan makanan yang tumpah, kini Adriella mendongak melihat ke sumber suara.

Deg.

"Bukannya ini gadis tadi yang gue liat di sekolahnya chesa ya?" Tanya leo kepada dirinya sendiri.

"Mana manager kamu saya ingin bicara, kok ada pelayan kerjanya ga hati hati" ucap leo.

"Ada apa ini Adriella? Kamu baru sehari kerja sudah bikin keributan" ucap salah satu teman kerjanya, Kesya.

"Maaf mbak tapi saya ga sengaja" bela Adriella.

"Sudah sudah, dengan gantinya kamu harus keluar dari cafe ini dan jadi asisten saya selama 1 bulan" ucap Leo dengan tegas.

"Tapi pak saya baru aja keterima kerja, masa sih harus rigsen?" Jawab Adriella dengan nada sedih.

"Saya tidak mau tau, ini kartu nama saya. Besok kamu temui saya di kantor" ucap Leo dan bergegas pergi dari cafe tersebut.

"Permisi" ucap Zoel dengan senyum kikuk.

***

"Arghh kenapa sih hidup gue apes mulu, baru juga keterima kerja, eh ada aja masalah yang gue dapet" keluh Adriella.

Diperjalanan pulang Adriella terus saja mengoceh, mengata-ngatai cowok tadi.

"Dasar cowok aneh, dingin, ga punya perasaan" umpat Adriella.

"Gue sumpahin lo ga dapet jodoh".

"Arghh, awas aja lo nanti" ucap Adriella.


Gimana part 1nya? Ada feel-nya ga? Ga ada? Maaf yah aku ga bisa bikin cerita yang ngefeel banget.
So kalo kalian suka sama ceritanya, tolong vote ya, jangan lupa follow aku juga.

Aku usahain up tiap hari ya! See you babayy<3

LEONATHANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang