01. Takdir

773 33 2
                                        

Takdir
"Yang Sudah di takdirkan akan menemukan jalan pulang untuk kembali"





1. AWAL PERTEMUAN

Jam sudah menujukan pukul 15:20 ,bel sudah berbunyi tandanya semua murid harus segera kembali pulang kerumah. Gadis itu sedang memasukan buku dan peralatan tulisnya kedalam tas bergegas segara untuk pulang.

"Var,pulang pake apa lo?" Tanya teman satu kelasnya.
"Pulang jalan lah,kayak biasa" ucap gadis itu lalu melangkah keluar kelas diikuti temannya. Menuruni anak tangga satu persatu dengan tergesa-gesa.

"Lo pulang bareng siapa?" Tanya nya pada Dian,teman kelasnya.
"Biasa temen satu kos" jawab Dian,gadis itu hanya mengangguk.

Mereka berjalan bersama sampai depan gerbang sekolah,ia pun pamit untuk pulang terlebih dahulu.

"Gua duluan deh,bye" ucapnya sambil melambaikan tangan pada Dian. Dian pun membalas melambaikan tangannya "Hati-hati Sasa" ucapnya.

Gadis itu bernama Keyvara Hanna Lovazy,kerap disapa Vara oleh teman sekelasnya. Gadis cantik dengan rambut yang selalu ia gerai, siswi SMK kelas X. Ia berjalan menyusuri jalan sendiri dengan menendang batu yang ada di depannya. Saat diperjalanan ia tidak sengaja berpapasan dengan teman SMP nya,Dara hanya melihat dengan sinis tanpa memperdulikan siapa yang sedang di bonceng oleh teman nya.

Gadis itu sudah hampir sampai rumah, tiba-tiba temannya itu balik lagi dan sekarang sudah berada dihadapannya dengan tampang tidak berdosa sambil tersenyum. Vara mengangkat alisnya heran dan seperti bertanya lewat tatapan nya.

"Bisa nggak?jangan kayak setan" ucap Vara kesal. Yang di tanya seperti itu hanya tersenyum kaku,ia pun berbisik sesuatu kepada Vara "Temen gua Var,katanya mau liat lo" ucapnya yang spontan membuat Vara menatap pria itu dengan senyum,namun Vara tidak melihat jelas wajahnya dia selalu menutupi wajahnya mungkin malu?.

"Cuma itu?" Tanya Vara.
"Kalau lo baik, mungkin bisa ngasih kita makan lah. kalau baik ya!" ucap temen Vara dengan cengengesan. Vara hanya memutar bola matanya malas.
"Rumah gua bentar lagi noh,ke sana aja" ucap Vara sambil menunjuk rumahnya yang berwarna biru langit lalu melanjutkan jalannya diikuti temannya yang menggunakan motor.

*****

Dihadapan mereka sekarang sudah ada makanan dan minuman seperti permintaan teman SMP Vara,namanya Rama pria yang sangat pintar dalam segala hal dan juga humoris kalau kata Vara.

"Makan aja kak,nggak papa" ucap Vara pada teman Rama yang hanya sibuk dengan ponselnya.
"Makan aja Bar,nggak usah malu udah di kasih gratis" ucap Rama dengan lelucon nya, Vara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sudah SMA tapi sikap Rama masih tidak berubah,Vara suka karena Rama juga saat ia sedih Rama lah yang membuatnya moodnya membaik.

"Om sama Tante mana Var?" Tanya Rama.
"Oh itu,diluar kota Ram nggak tau pulang kapan" jawab Vara, pertanyaan yang sama saat teman-temannya bermain kerumahnya.
"Kenapa jalan kaki,bukannya didepan ada motor?" Itu bukan Rama melainkan Bara,teman Rama
"Aku malas kak,soalnya kalau aku bawa motor pasti banyak yang mau dianterin pulang bukannya nggak mau nganterin tapi rumah mereka jauh-jauh mending nggak usah bawa motor aja lagian rumahku deket" jelas Vara. Rama dan Bara hanya mengangguk paham dan melanjutkan makannya.

Setelah beberapa jam berlalu,Rama dan Bara pamit pulang. Tidak lupa Rama pasti selalu membawa pulang makanan yang tersisa.

"Makasih ya Var" ucap Rama.
"Gua yang harusnya ucapin terima kasih,karena kalian hari ini jadi agak berbeda. Makasih ya kak Bara" ucap Var sambil tersenyum dan memperlihatkan lesung pipi nya.
"Gua sama Bara pamit" setelah itu keduanya sudah menghilang dari padangan Vara.

Lagi dan lagi terasa sepi seperti hari-hari sebelumnya,Vara memasuki rumah tidak lupa untuk mengunci pagar dan rumahnya. Vara adalah anak tunggal orang tua nya selalu bekerja keluar kota,dan membiarkan Vara sendiri di rumah, bukannya tidak diajak hanya saja Vara memilih untuk disini dan melanjutkan sekolah,uang jajan dan sekolah tidak pernah berhenti dikirim untuk nya.

*****

Pukul menunjukkan pukul 18:30 p.m. gadis itu sedang memainkan ponselnya sambil meng scroll Instagram dan media sosial lainnya. Sampai satu notif WhatsApp menjadi fokusnya,nomor yang tidak dikenal menyuruhnya untuk menyimpan nomor nya.

WhatsApp messenger

08******

P
Save
18;45p.m

Siapa?
18:46p.m

Bara,temennya Rama
18:46p.m

Tidak tahu kenapa setelah membaca itu Vara terlihat seneng,setelah sadar ia kembali fokus pada ponselnya dan membalas.

Udah
18:46p.m

Boleh VC nggak?
18:47p.m

Boleh
18:48pm

Setelah berpikir beberapa menit,iapun menerima ajakan Bara untuk video call. Dan mengobrol banyak hal sampai akhirnya Bara mengajak Vara untuk keluar besok malam.

"Vara bisa kan?" Tanya Bara lewat video call yang masih tersambung,dengan senang hati gadis itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Tidak terasa mereka sudah melakukan panggilan video sampai jam 8 malam.

"Kak,Ara tidur duluan ya udah ngantuk banget soalnya" ucap Vara sambil sesekali menguap. Bara pun hanya bisa tersenyum menurutnya gadis itu lucu.

"Ya udah,good night Ara" ucapan Bara membuat hati Vara berdesir hangat,tidak tahu kenapa ia merasa Bara adalah seseorang yang dikirim tuhan agar ia bisa tersenyum lagi. Gadis itu tersenyum sambil membalas dengan ucapan yang sama dan mematikan panggilan video nya.

Sebelum ia memejamkan matanya notif WhatsApp mengalihkan pandangan nya ternyata itu dari Bara.

Bara

Tidur yang nyenyak ya Ara,besok Bara jemput
20:05p.m

Membaca itu membuat Vara tidak bisa berkata-kata lagi,ia sangat senang sangat.

Iya kak, makasih ya:)
20:05p.m

Setelah itu Vara mulai memejamkan matanya dan terlelap dalam tidur nya.



















Hay Hay,aku back dengan cerita baru yang sangat menarik serius deh dijamin menarik sekali. Jangan lupa dimasukin ke perpustakaan kalian Yaaa!!!!

Vote dan comments juga!!!!

Makasih selalu support aku,I love you so much<3

Tunggu ya part Takdir selanjutnya
Stay tune

Takdir || V & B (on going)Where stories live. Discover now