Prolog

28 1 0
                                        

"Tapi kamu udah janji sama aku ga bakal ninggalin aku,terus kamu nyerah gitu aja?" Ucap seorang gadis yang menahan isak tangisannya,didepan laki laki yang ia sayangin.

"Aku pergi juga bukan kemauanku,jadi kita gaboleh ada hubungan lagi,maaf gabisa nepatin janji aku ke kamu" Laki laki tinggi itu menatap gadisnya yang sudah menangis,ada rasa sesak di dada mengucapkan kalimat itu.

"Aku bakal nunggu kamu disini ditempat pertama kali kamu nyamperin aku.." Lirih Shesha namun masih bisa terdengar oleh Farez.

"Jaga diri baik baik yaa,sekarang semua keputusannya ada ditangan Shesha mau ngapain aja kedepannya,Maaf sekali lagi"
Ucap Farez lalu mendekatkan tubuhnya ke Shesha untuk memeluk untuk terakhir kalinya.

Bisa dirasakan badan Shesha gemetar saat Farez memeluknya,ia tidak pernah menyangka bahwa hubungannya akan selesai begitu cepat karna setau ia hubungannya dengan Farez baik baik saja.

"Aku pulang dulu takut dicariin,pesen Farez ke Shesha jaga diri baik baik,makan jangan telat,sholat jangan ditinggalin,Farez pamit" Farez tersenyum getir lalu meninggalkan Shesha di Taman sendirian.

Shesha hanya bisa menangis melihat punggung Laki laki itu yang lama lama makin tak terlihat,ia terduduk di taman entah apa yang akan dilakukan selanjutnya,karna Laki laki itu berarti bagi Shesha,Farez adalah Cahaya bagi Shesha.

Hp Shesha berdering menampilkan yang menelfonnya sahabat Shesha,namun diabaikan karna hati Shesha sedang berantakan,namun terus berdering pada akhirnya Shesha menjawabnya.

"Ya ampun She lo dimana? Udah malam lo gabalik? Papa lo nyariin lo, gua bilangnya lo nginep dirumah gua, lo nya udah tidur, Sekarang lo dimana She gua jemput deh udah malem banget ini" Ucap gadis disebrang hp sana yang langsung nyerocos gitu aja

"She?"

"Shee jawab gua lo dimana?"

"Lo jangan diem aja,jangan bikin gua khawatir"

"R-revv hikss.." ucap Shesha yang sudah tidak bisa tertahan

"Heh lo kenapa nangis, Sharelock cepet gua otw" Reva mematikan panggilannya sepihak,dan Shesha langsung mengsharelock yang diminta Reva.

Dari arah jauh sudah dipastikan itu Reva yang berlari menghampiri Shesha yang terduduk ditanah dengan penampilan yang sangat acak acakan,Reva tidak tau apa yang barusan terjadi dengan Shesha ia langsung memeluk sahabatnya itu,Upaya menenangkan Shesha.

"Lo kenapa bisa gini She? Farez kemana? Gua ngehubungin Farez tapi nomer gua diblokir sama dia" Reva sangat bingung sama keadaan sekarang entah apa yang terjadi,jadi lebih baik Reva mengajak pulang lebih dulu karna sudah cukup larut malam lebih baik diomongkan dirumah saja,dan lingkungan sekitar sudah cukup sepi.









Haiii, maaf kalo kata nya kurang pas atau ngga typo soalnya ini cerita pertama aku, jadi nanti aku perbaikin yaa hhe

Semoga suka ya^^

MalBaStories to obsess over. Discover now