~ Happy Reading ~
Drrrtt
Drrrtt
Drrtt
Untuk sekian kalinya ponsel berwarna hitam yang berada di atas nakas sebelah tempat tidur itu bedering menandakan ada seseorang yang menelepon.
Tetapi pemilik ponsel itu masih asik dalam tidurnya tanpa terganggu.
Brakk!
Pintu kamar terbuka dengan sangat keras.
"Ampun banget ini anak udah siang ga bangun bangun!" wanita perkiraan umur sekitar 33 tahun itu muncul sebagai tersangka orang yang membuka pintu tadi dengan raut wajah marah.
"Gevan bangun, kebiasaan kamu ya kalo bunda belum teriak-teriak pasti ga bangun bangun!" Omel wanita itu di barengi dengan tanganya mencubit pinggang anak laki-lakinya itu.
"Akh bun sakit tau"
"Bodo amat ya van! Ini itu udah jam 7 kurang 10 menit. Kalo kamu tetep ga bangun-bangun, bunda sita semua kunci mobil sama motor kamu!" Ancam Sabrina bunda Gevan lalu melenggang keluar meninggalkan kamar anaknya.
Gevan menghela nafasnya, tangan kanannya meraih ponsel hitam itu.
Mata Gevan melebar saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari pacarnya.
"Anj bisa bisanya gue lupa" umpat Gevan.
Tangannya langsung gesit menekan tombol panggil pada nomer itu.
Tidak lama panggilan itu langsung di jawab.
"Hey ma-
Gevan menghentikan kalimatnya saat suara dari telponnya terdengar.
"Ga usah jemput, gue udah di sekolah"
Tut!
Setelahnya telpon langsung berakhir.
"Bodoh banget lo anj!"
Ponsel hitam itu di lempar ke kasur dan pemiliknya melesat menuju kamar mandi.
●●●
Upacara bendera sudah selesai sejak 5 menit yang lalu. Dilapangan kini tersisa anak-anak yang sedang di hukum karena datang terlambat.
"Ya allah tolong kabulkan lah doa hambamu yang cantik ini. Semoga Bu Renti ga masuk hari ini. Otak hamba mu ini belum siap kalo pagi pagi udah di cekokin matematika. Aminnn" Seorang Alya Qariera Wijaya berdoa dengan tangan yang menengadah ke atas.
"Lebay lo!" Sindir Renata Zabrina Yovanka yang sedang mengipasi wajahnya dengan kipas portabel doraemon miliknya.
"Biarin wlee" Alya memeletkan lidahnya ke arah Renata.
"Udah lah ga usah ribut. Memding ke Kantin yu beli minum, mumpung bu Renti belum masuk" ucap Gaby Shana Aderes melerai temannya itu.
"Gass ngengg" seru alya yang kini sudah melenggang pergi.
"Cia ikut ga?" Tanya Gaby kepada Gracia Ilona maribel yang sedang menenggelamkan kepalanya di lipatan tangan.
"Ngga deh, tapi gue titip aqua dingin 1 ya"
"Okey"
Setelah para sahabanya pergi, Gracia kembali menelungkupkan kepalanya.
●●●
Setelah 3 jam matematika habis, kini kelas 11 Ipa 2 harus siap menghadapi pelajaran kimia.
"Demi apa gue boleh demo ga si biar jadwal pelajarannya dirubah?"
YOU ARE READING
GEVANDRA
Teen Fiction~♣🖤☠⚑~ Gevandra Zein Sadewa Laki-laki nakal yang suka bolos, suka rokok, suka tawuran, suka mabok, suka bikin onar, suka balapan motor, dan satu lagi dia juga suka Gracia Ilona Maribel.
