00

30 6 0
                                        

Happy reading

•••

Kini, usianya genap 20 tahun. Tapi, kenangan lama terus terputar di kepala bak penggalan-penggalan film yang terus berdatangan. Setelah lama berlarut dalam lamunan, ia kembali fokus pada laptop di hadapannya. Kembali mengetik huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat. Menuangkan segala kegelisahan, kegundahan, dan kerinduannya.

Semingguan ini, sifat gadis itu menjadi lebih pendiam dan sering menyendiri. Semua bermula sejak kejadian yang sangat menusuk hati itu terjadi. Sikap yang mungkin dapat dikatakan wajar untuk seseorang yang sedang patah hati.

"Sa, I miss you. Don't you miss me?" ucapnya sembari menatap laptop yang menampilkan page. Semua memori dan perasaannya kala itu terekam di layar laptop dalam bentuk tulisan serta cuplikan video.

"Aku tau dia emang berharga banget buat kamu, tapi kamu ga harus ninggalin aku,"

Beberapa hari lagi adalah hari lahirnya, tapi bagaimana ia bisa menikmati dan merayakan itu sementara hatinya sedang dilanda badai?

Lelah berkecamuk dengan pikirannya, gadis itu beranjak dari duduknya menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya berharap semuanya akan membaik keesokan harinya.

.

Pertemuan pertama mereka berawal saat gadis itu masih duduk di bangku SMA, tepatnya saat dirinya masih berada di kelas 10.

Boston, Mei 2020.

Gadis yang bernama Seana Cashella tersebut sedang berada di sebuah ruangan khusus yang dia gunakan untuk menyimpan karya-karyanya. Lukisan-lukisan indah memenuhi dinding ruangan.

Drrtt Drrtt

Gerakannya terhenti, fokusnya kini beralih pada benda yang sedang bergetar di atas meja. Segera ia dekatkan benda tersebut ke telingannya tanpa melihat nama yang tertera.

"Hello?"

"Ini Oma, Sayang. Oma cuma mau infoin kalau tiketnya udah Oma pesen ya. Kemasin barang-barang kamu, jadwal keberangkatannya lusa,"

"Eh... kok baru kabarin aku sih, Oma? Yaudah aku beres-beres dulu,"

"Oh iya, lukisan-lukisan Sean gimana?"

"Terserah kamu aja, kalau mau bawa semua ya bawa aja. Kalau mau simple gaperlu dibawa, kan apart kamu ga bakal diganggu sama siapa-siapa,"

"Oke deh, kalau gitu udah dulu ya Oma. Bye,"

"Jaga kesehatan sayang. Titip salam ke tante Flo,"

Tutt..


Tak terasa sudah 3 tahunan ia berada di negeri orang dan sekarang saatnya ia kembali ke tanah kelahirannya. Plan-nya sih mau tetap di Boston sampai kuliah dan masuk ke Harvard, kampus impian semua orang. Tapi, sepertinya plan yang sudah ia buat itu harus berubah sekarang.

Dan selama di Boston, Seana dijaga oleh tantenya yang memang menetap di sana, tante Flo.

.

Seana mengerjap pelan, dengan setengah sadar gadis itu beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.

Sekadar informasi, Sean baru saja menyelesaikan JHS nya atau bisa dikatakan jika ia sudah lulus. Ia akan melanjutkan sekolah nya di Indonesia karena itu adalah perintah Omanya. Yah, bisa dibilang Sean tahu diri karena selama ini ia diberi kebebasan memilih apa yang diinginkannya, jadi saat ini ia memilih untuk menurut.

Pagi ini, Seana berniat pergi ke mall dekat apartemennya untuk membeli buah tangan. Setelah berpakaian seadanya, ia berjalan kaki menuju mall yang hanya berjarak beberapa meter, tidak jauh tapi juga tidak terlalu dekat.

Dugh

"Ouch! ssshh," Seana terjatuh membuat tangan dan lututnya tergores jalan.

"Ah! I'm sorry. Are you okay? Sorry," Wajah pemuda itu terlihat sedikit terkejut dan langsung membantu Seana berdiri.

"I'm fine, i'm totally fine, it's okay," ucap Seana. Walau lukanya lumayan sakit, ia merasa masih bisa menahannya. Seana juga bisa mengobatinya sendiri.

"But it's bleeding, can i just take you to the hospital? I'm so sorry," Pemuda itu bertanya kembali dengan wajah khawatir, bagaimana tidak? Gadis di hadapannya ini terjatuh karena dirinya.

.

Pemuda itu tidak fokus pada jalanan, dia hanya terus berjalan tanpa arah. Pikirannya melayang-layang mengingat percakapannya dengan wanita yang paling ia sayangi lewat telepon tadi.

"Halo, Bunda?"

"Abi sayang, seminggu lagi kamu pulang ya, bunda udah pesenin tiket pesawatnya,"

"Eh, Kenapa bun?"

"Kamu kan udah mendingan sayang, bunda juga kangen nih sama kamu,"

"Yaudah iya,"

"Udah dulu ya bunda masih ada urusan, dah sayang,"

"hm,"

Tut..

-but it's bleeding, can i just take you to the hospital? I'm so sorry,"

"It's okay! I'm in rush so i need to go now," ucap Seana.

"Ah, alright, once again i'm sorry," ucapnya dan berlalu pergi.

Setelahnya Seana beranjak pergi ke mall seperti rencana awalnya.

.

Hari ini adalah hari keberangkatan Seana kembali ke Indonesia. Dia sudah berada di bandara dari setengah jam yang lalu. Lama perjalanan dari Boston ke Indonesia sekitar 20 jam lebih. Sedikit rasa tak sabar ia rasakan, menerka-nerka bagaimana keadaan keluarganya, kamarnya, dan rumahnya sekarang, apakah masih sama atau tidak lagi.

•••

_____________________________________

Hiii! Well, this is my first story so happy reading!

Cerita ini dari pemikiran aku sendiri ya.
Jika ada kesamaan alur, karakter atau apapun itu, hal itu adalah ketidaksengajaan.
Cerita dengan alur yang sama tidak sedikit jadi dimohon kebijakannya.

See you soon!!!

About HimPovești de care să fii obsedat. Descoperă acum