Prolog

38.1K 2.1K 7
                                        

Bella menatap dengan bosan pertengkaran di hadapannya. Sudah ia duga bukan, dunia lain ini benar-benar membuatnya gedek sendiri. Buktinya, Angel si antagonis—teman Isabella, sedang adu Jambak dengan rivalnya. Apa protagonis? Bukan. Tapi Mikaila si cewek yang sama tergila-gila dengan Stevan si tokoh utama cowok. Bella benar-benar merutuki kebodohan mereka berdua, membuang-buang waktu.

"Sialan, maksud Lo apa sok-sokan akrab sama keluarga Stevan, caper Lo? Hah, inget Lo itu jalang!" Ucap Mikaila emosi. Bella memerhatikan wajahnya yang makin jelek karena emosi yang tak terkontrol.

Angel yang tidak terima langsung menjambak rambut Mikaila dan membalas,
"Jalang? Lo yang jalang, nggak usah deketin Stevan, dia tunangan gue, Dasar pelacur!"

Bella tidak akan menyangkal kalau ucapan Angel benar. Angel tunangan Steven, dan Mikaila bagaikan pelakor yang ingin merebutnya dari Angel. Tapi tidak bisa dikatakan begitu juga sih, toh mereka bertunangan karena bisnis saja.

Liat saja, kisah klise. Protagonis muncul dan Angel akan jadi Antagonis utama sesungguhnya. Hah.

"Nggak usah ngaku-ngaku Lo, Lo itu sok cantik, sok iye, dasar sialaaaannn...!"

Bella sedikit meringis saat kuku Mikaila yang baru berganti cat meraih wajah Angel, berusaha mencakarnya. Angel yang tidak terima berusaha membalas. Mereka berdua saling adu umpatan dan teriakan.

Mata Bella yang memperhatikan mereka seketika membulat saat sebuah mobil hitam memasuki parkiran tidak jauh dari para murid yang bergerombol menyaksikan dua cewek pecinta Steven sedang adu cakar dan Jambak.

Kalau kalian pikir itu si tokoh utama pria itu jelas salah. Karena kepala orang dengan potongan rambut persis Mario teguh menyembul keluar setelah pintunya terbuka. Pak Agung, si guru fisika paling killer. Bukan cuma killer, ia juga terkenal keras akan muridnya. Mampus.

"Anji kalah, nji!" Bella langsung berteriak, tidak terlalu keras hanya agar Angel mendengarnya. Ia sedang bermain kode.

Angel sedikit menoleh lalu tersenyum licik. Ia melepaskan tarikan pada rambut Mikaila, otomatis Mikaila yang memang sudah berniat mendorongnya ke paving lapangan berhasil. Mikaila dengan gila langsung menjambak, memukul dan mencakar Angel dengan beringas. Bella tidak akan terkejut saat Angel hanya diam saja tanpa melawan.

Tenang kawan, ini taktik.

"MIKAILA BIMANTARA! IKUT SAYA KE RUANG BK SEKARANG!"

Bella langsung menyeringai saat Pak Agung berteriak keras. Kerumunan langsung bubar ke kelas masing-masing, entah karena sebentar lagi bel atau takut pada si guru killer.

Dengan dramatis, Bella menghampiri Angel. Pak Agung langsung mendekat dan berjalan di depan,

"Kamu ke ruang BK," Pak Agung menatap Mikaila lalu menoleh dan melanjutkan, "Bella, bawa teman kamu ke UKS!"

Bella mengangguk,
"Baik Pak!"

Sambil jongkok Bella mengamati Mikaila yang menahan amarahnya sambil berjalan di belakang Pak Agung, tidak bisa berbuat apa-apa. Pak Agung tidak suka dibantah. Tidak ada satupun murid yang berani padanya.

"Kita ke UKS" ucap Bella menarik Angel bangun.

"Thanks udah bantuin gue" Ucap Angel saat sudah duduk di brankar UKS.

"Nji, lo nggak capek gitu kayak gini terus? "

Angel yang mendengarnya tegang sedikit lalu berusaha rileks,
"Kayak gini gimana sih bel, gue nggak paham? "

"Ck, nggak usah pura-pura bego lo. Goblok kok dipelihara"

"Gue cuma pengen berjuang aja kok"

"Perjuangan lo nggak guna, nggak ada artinya. Kalo lo mau gue bisa bantu bilang ke Tante Melly buat batalin pertunangan lo, gampang itu, hm? "

"Gue tau Mama bakal dengerin lo, tapi biarin bentar aja, oke? "

"Gue bakal diemin kali ini, tapi kalo udah over, jangan kaget kalo gue turun tangan, paham kan lo! "

"Iya"

.
.
.
.
.
.
.

Ini cuma prolog guys, karena tokoh Bella sendiri cuma ekstra, aku kasih posisi dia sebagai ekstra dalam cerita asli.

Real awal ada di part 1 dan selanjutnya.

Selamat membaca.

Terima Kasih atas yang udah Vote⭐ dan komen.

Bye.

*terinspirasi dari platform kaka***** yang kini jadi kaka*webtoon, yang selalu menggoda author buat beli cash.

Extras? me!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang