To : Kamu
Bertemu kamu adalah part terbaik dalam hidupku. Tapi jika perpisahan adalah inginmu untuk pergi dari sisiku aku bisa apa? Jika dengan ini kau bisa tertawa lepas dan bahagia tanpaku, apa yang bisa ku sanggah?
Aku memang mencintaimu dengan sangat, tapi jika hanya kau jadikan tempat singgah tanpa menetap, apalah dayaku? Beribu alasan bahkan tak akan mampu untuk tetap menahanmu disisiku.
Aku hanya lah manusia biasa yang juga bisa lelah dan letih. Tak ada bedanya denganmu...
Jika kau tanya apa rasa ku saat kata 'perpisahan' terucap dari bibir mu, aku tak sanggup mendengarnya. Bahkan rasanya tanah tempat ku berpijak seakan runtuh. Aku tak mampu mengulangi kata itu. Kata yang bahkan tak pernah terlintas di pikiranku saat aku bersamamu.
Kamu, ya kamu yang lewati banyak momen bahagia, sedih, dan lainnya bersamaku selama beberapa waktu ini. Kamu yang selalu jadi alasan aku untuk bersemangat melalui hari-hari. Kamu yang selalu tersenyum saat aku menghampirimu. Kamu yang punya suara dan lesung pipi saat tertawa.
Cukup, cukup dan cukup !!
Kini aku akan mulai menjauh darimu. Jika ini memang inginmu, aku sudah bilang kan?
Aku akan menyetujuinya, selamat tinggal kamu.
Akan ku buktikan bahwa aku juga bisa berdiri tanpamu disini, sepertimu yang tak pernah anggap ku. Akan ku tiru sikap itu. Jika kau kembali, maaf aku tak akan mampu, karena apa?
Semakin lama nanti aku terbiasa tanpamu, aku tak akan butuh dan inginkan dirimu lagi.
Maaf, dari seseorang yang pernah begitu mencintai mu.
YOU ARE READING
tersirat
Short StoryKalian pasti pernah kan punya kalimat atau kata-kata yang pengen disampaikan tapi ga bisa di ungkapin secara rinci? Atau karena ga yakin bisa ungkapin ke orang itu? Malu? Takut? Atau Ga bisa merangkai kata yang tepat? Kalo gitu mungkin kalian bis...
