Nyanyian burung,tarian para gelombang,dan cuaca yang berseri itulah hal yang dapat menggambarkan keindahan pantai yang terpampang jelas dihadapan seorang gadis cantik bernama Yiren Zelora.
Saat ini,gadis bertubuh mungil itu sedang berlibur di salah satu pantai. Dia berlibur dalam rangka merayakan kelulusannya dari perkuliahan.
Dia mengambil jurusan Manajemen di salah satu Universitas Negeri di kotanya.
"Renn ke sini dong main air. Jangan menyendiri Mulu elah",sahut seorang temannya,yaitu Zara.
"Sini gabung sama kita",lanjut Zara kembali sambil tertawa dengan beberapa orang disana. Dia terlihat sangat berseri-seri.
"Iya",hanya itu sahutan yang keluar dari mulut gadis itu.
Dia kembali menatap hamparan pantai didepannya. Sebenarnya, pikirannya sedang melayang tentang perjodohannya dengan orang yang tidak dikenalnya.
Flashback on
Yiren terlihat lelah setelah acara wisuda yang dilakukan seharian ini. Karena sudah malam dia memutuskan untuk bersiap-siap untuk tidur.
Saat ingin memejamkan mata indahnya tiba-tiba suara cempreng ibunya terdengar.
"YIREN KELUAR DULU NAK. ADA YANG MAU KITA OMONGIN SAMA KAMU",teriak Jelita yang merupakan ibu Yiren.
Yiren yang mendengar itu pun hanya bisa menghela nafas dan segera keluar dari kamar kesayangannya.
Dia menuju ruang keluarga disitu terlihat keluarga inti mereka sedang berkumpul.
"Apa sih ma? Tiba-tiba teriak ganggu aku yang mau tidur ini aja",Yiren mengeluh kepada ibunya sembari dia mengambil posisi duduk di sebelah Yogi adiknya.
"Ehemm jadi gini nak. Ada yang ingin bapak dan ibu bicarakan kepada kamu",ujar Fernan ayah Yiren dengan serius.
"Ayah ingin menjodohkan kamu dengan anak teman ayah. Dia orang nya mapan dan dia punya kerja yang bagus. Berhubung karena anak ayah sudah lulus kuliah dan S1. Jadi ayah berpikir untuk menjodohkan kamu",jelas sang Ayah panjang lebar.
Yiren yang mendengar penuturan ayahnya pun hanya bingung. Perjodohan? Hey ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi.
"Maksudnya apa ya ayah? Aku ga ngerti dijodohkan?",tanya Yiren sekali lagi.
"Iya nak. Nanti setelah kamu pulang liburan bersama temanmu,kamu akan kami pertemukan dengan lelaki itu",ujar ayahnya memperjelas.
"Tapi yahh.. aku belum mau nikah. Aku harus cari kerja. Lagian aku ga mau nikah sama orang yang tidak kucintai ",tolak Yiren dia benar-benar tak terima.
Ayahnya yang mendengar itupun berusaha untuk membuat Yiren menerima perjodohan ini.
"Ingat Yiren kamu ini siapa"
Flashback off
Yiren menghela nafas kasar. Hari ini merupakan hari terakhir liburannya dan besok dia aku dipertemukan dengan lelaki yang akan menjadi suaminya.
"Renn.. kok Lo ngelamun aja?",sahut Zara tiba-tiba sambil menepuk bahu Yiren. Zara terlihat basah kuyup karena bermain air di pantai.
"Engga ada apa-apa kok",elak Yiren.
"Gue tahu nih pasti Lo mikirin Erik kan? Halah ga usah dipikirin deh cowok macam dia. Dah jelek,ga tau diri,hidup lagi. Bisa-bisanya dia pergi ninggalin Lo",kata Zara dengan menggebu-gebu. Zara memang ahlinya dalam menggosip.
"Engga kok Ra. Sebenarnya gue mikirn hal lain",jawab Yiren.
"Kenapa ren cerita aja. Mumpung suasananya lagi bagus nih. Lo bisa cerita sepuasnya sambil kita nunggu sunset",kata Zara sebagai teman yang baik.
ANDA SEDANG MEMBACA
TSUNDERE
Fiksyen RemajaIni kisah tentang Yiren Zelora yang mempunyai suami yang TSUNDERE abis. Yiren benar-benar tidak ingin menikah dengan laki-laki seperti Lucius Matthew. Tapi,apa boleh buat pernikahan ini semua atas dasar paksaan. Kadang Yiren berpikir ingin bercerai...
