ᴥ︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎➪♪☕︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎ᴥ︎︎︎
"Aduh! Anjir..... Pening banget kepala gue.." Gumamnya, refleks tangannya segera memijit pelipis kepalanya, merasakan denyut-denyut sakit sambil sesekali meringis.
Kepalanya menoleh kebelakang melihat jam putih besar yang tergantung pada dinding didalam toilet, lalu kemudian dengan susah payah gadis itu bangkit dari posisi tidurannya.
"Gila! Udah 5 jam, dari jam 7 sampe 12. Gue jatoh keseleo didalam toilet, gak ada yang nolongin napa??? Tega bener orang-orang nyuekin orang pingsan. Seenggaknya bawa ke uks kek!! Gotong! Tolongin! Ini gue dibiarin aja kali yak. Rebahan dilantai toilet." Cerocos nya kesal, Melongok-longok toilet yang ternyata kosong.
Langkah kakinya pun membawanya keluar dari toilet,"Si Raya sama Neva kemana lagi??? Gak nyariin gue gituh? Teman macam apa yang gak nyariin gue ditoilet setelah 5 jam nunggu? Gilee!" Gerutunya, tanpa menghiraukan penampilan nya yang nampak kacau.
Ferisha, Risha. Nama gadis itu berjalan menyusuri koridor dengan langkah tertatih tanpa menghiraukan tatapan siswa-siswi lain yang melihatnya dengan keheranan.
Ferisha berjalan menuju kelasnya yang kebetulan ada di lantai 1, yaitu kelas 11 IPS 1. Sesampainya dikelas Risha berhenti didepan pintu.
"Raya! Neva!!" Teriaknya marah.
Namun bukannya mendengar suara cempreng kedua sahabatnya yang menyaut seperti biasa, Risha justru malah disuguhi dengan keadaan lenggang, damai, kelasnya yang berisikan wajah-wajah asing dimatanya.
Risha menyerngit, ia melihat seragam-seragam yang dipakai siswa-siswi dihadapan nya. Seragam apa itu? Seingatnya di hari kamis ini, jadwal seragam sekolah Pelita jaya adalah batik putih bercorak merah? Kenapa anak-anak asing dikelasnya ini malah memakai batik bercorak kuning keemasan?
Cerngitannya semakin dalam tatkala wajah-wajah asing itu mulai menatapnya aneh, beberapa siswa-siswi lainnya melewatinya begitu saja. Memilih keluar kelas seperti terganggu dengan kedatangan Risha yang tiba-tiba berteriak.
"Kalian siapa!!"
Pertanyaan nya menggema diseisi kelas, membuat Risha kini malah mendapat tatapan bingung dan sebagian tak suka dari anak-anak kelas didepannya ini.
Tak ada yang menjawab, kebanyakan dari mereka hanya menatap kedatangan Risha aneh, membuat Risha mau tak mau berjalan ke arah bangku tempatnya duduk, lalu mendorong pelan bahu seorang siswi yang tengah duduk di kursinya.
"Lo siapa? Ngapain duduk dikursi gue??"
Siswi berkaca mata hitam itu mendengus, seraya memutar kedua bola matanya malas."Gue udah duduk di sini dari awal kelas. Lo yang siapa?" Ujar siswi berpenampilan Nerd itu malah balik mendorong tubuh Risha, gadis itu sedikit terhuyung kebelakang.
Risha terdiam, wajah asing, seragam asing, orang-orang asing ini membuat dadanya bergemuruh cepat. Risha berbalik berjalan kembali keluar kelas, lalu berbalik lagi menatap plang pintu yang menunjukkan tanda XI-S1 diatas sana.
Benar! Itu adalah tanda kelasnya, letak bangku, kelas nya pun sama. Namun kenapa orang-orang didalam kelasnya berbeda? Anak-anak kelasnya tak akan pernah berani mengusik Risha, mengingat gadis berkelakuan 4G itu tak suka diabaikan seperti tadi.
Lalu juga? Kemana Raya dan Neva? Kenapa Risha tidak menemukan batang hidung kedua sahabat dekat nya itu didalam kelas?
"Raya! Neva!! Kalian dimana?!"
Tak peduli teriakannya kembali mengundang tatapan tak suka dari orang-orang di sekitarnya. Risha berlari menyusuri koridor sembari melihat setiap kelas yang letaknya sama persis seperti Pelita jaya, namun orang-orang dan seragam yang dipakai siswa-siswi asing dimatanya ini berbeda sekali dengan Pelita.
Sebenarnya ada dimana Risha berada sekarang?
Akhirnya gadis itu sampai didepan lobi sekolah, ia berdiri menunggu tulisan outline sekolah yang biasa menyambutnya dengan kata-kata selamat datang di SMA Pelita Jaya, jantungnya mulai berdegup cepat begitu sebuah huruf mulai muncul di sana.
Nafas Risha otomatis tercekat begitu saja, kedua bola matanya melotot tak percaya bersamaan dengan gemuruh jantungnya yang terus berdegup cepat.
Melihat tulisan bukan selamat datang di SMA Pelita Jaya yang terpangpang disana. Tetapi sebuah tulisan hijau bercorak lebih canggih menuliskan.
Welcome to SMA RAJAPRANA 01, Senin, 22 September 2022.
Kepala Risha yang tadinya masih merasa pening semakin berdenyut nyeri, bersamaan dengan nafasnya yang semakin menipis, tubuh Risha ambruk tatkala melihat tampilan seragam asing yang kini melekat juga ditubuhnya terpangpang jelas pada kaca besar lobi.
Satpam yang kebetulan berjaga bersama satu orang guru pun segera berlari menghampiri Risha, lalu dengan keadaan hening mereka membawa Ferisha menuju UKS.
-Maaf for typo🙏 sorry for gaje🙏🙏 atau membosankan🙏🙏
Kalau kamu suka dengan chapter ini jangan lupa tinggalkan vote⭐ dan koment nya💬. Bantu aku share ⤴️cerita dan follow➕ juga akun ku biar ku semangat update. Hehe AligaTolakangin🤗❤️
SeeyouTerimagaji💖
25 Oktober 2022.
Bandung
Nihao💓
