Aku lihat cuaca hari ini begitu cerah, secerah harapan keluargaku. Ibuku berharap supaya aku hidup lebih baik dari dirinya. Karena hidup tak seindah harapan yang aku impikan dulu.
Ibu menceritakan masa lalunya kepadaku dan berkata;
" Saat waktu ibu dulu, hanya ibu yang tidak disekolah kan. Kondisi saat itu tidak memungkinkan untuk sekolah dan membuat ibu harus membantu merawat adik - adik ibu.
Kata nenek kamu, "perempuan kalau udah menikah nanti juga urus rumah asal bisa masak nasi". Intinya anak perempuan gak perlu sekolah.
Karena pada jaman dulu tugas perempuan hanyalah mengurus rumah dan mengurus keluarga.
Hanya ibu yang beda ayah dari semua saudara (adik - adik ibu). Karena dulu nenek kamu menikah dengan ayah ibu dan dikarunia satu anak yaitu ibu sendiri.
Mereka bercerai karena suaminya (ayah ibu) sering berjudi dan meminta uang sama nenek. Setelah beberapa saat, nenek memutuskan menikah untuk kedua kalinya dan dikarunia adik - adik ibu.
Ibu mempunyai 6(enam) adik dan 2(dua) meninggal dunia. Jadi yang masih hidup ada 4(empat).
Hanya satu dari empat adik ibu yang bersekolah SMP. Kenapa cuman dia yang SMP, karna nenek sama kakek udah gak putus nyambung lagi.
Soalnya dulu nenek sering putus nyambung saat dipernikahan yang kedua. Dan dia yang tamatan SMP itu adik terakhir ibu. Saat itu, sampai sekarang, dan selamanya.
Walaupun adik-adik ibu hanya disekolahkan sampai SD (sekolah dasar) dan ada juga yang SMP (sekolah menengah pertama) setidak mereka bisa membaca,menulis, dan berhitung.
Keberuntungan berpihak pada mereka.
Mungkin juga emang udah takdir mereka untuk bersekolah. Dan takdir ibu untuk meringankan masalah yang ada.
Perasaan ibu dulu, iri hati!! tentu ada. Siapa sih yang tidak iri, jika adik - adiknya disekolahkan sedang-kan ibu sebagai anak pertama dan juga sebagai kakak tetua dari adik - adik ibu tidak disekolahkan.
Saat ibu masih remaja ibu harus mencari uang dengan merantau keluar kota, kebanyakan kerja dijakarta.
Majikan ibu dulu pernah mengajari ibu cara membaca, menulis, dan juga membelikan ibu buku-buku untuk dipelajari, tapi ya tetap hasilnya gak bisa. Bersyukur ada hasil yaitu bisa nulis nama sendiri.
Kalau soal hitung uang, ibu bisa.
Waktu itu ibu bekerja sebagai ART( asisten rumah tangga) dan baby sitter (mengasuh bayi). Banyak pengalaman saat bekerja.
Contohnya pengalaman pertama kerja didepok itu ikut orang selama 4 bulan, keluar kerja karena orang tersebut punya masalah sama majikan. Pada saat itu ibu belum berani kerja sendiri dan akhirnya ibu memutuskan untuk pulang kampung, ibu dianterin pulang sama majikan ibu.
Pernah juga kerja Tangerang jadi baby sitter. Majikan ibu punya anak tiga,anak pertama dan yang kedua kembar. majikan yang laki-laki ibu genit,suka godain ibu,itu juga termasuk alasan kenapa berhenti kerja.
Pengalaman terakhir dikalibata saat ibu bekerja sebagai baby sitter. Waktu itu majikan ibu lagi hamil besar, ibu menunggu sampai majikan ibu melahirkan. Setelah melahirkan, bayi itu langsung diasuh sama ibu.
jadi saat itu, pekerjaan ibu mengasuh bayi.
Anaknya nurut banget ama ibu, karena dari kecil sudah sama ibu. Ibu keluar karna mau menikah.
Banyak pengalaman yang ibu alami. Punya tujuh pengalaman kerja yang pertama di Depok, pernah juga di gang perak, Tangerang , Kuningan, petak 9 (sembilan) ,Petamburan, dan terakhir di kalibata.
Jaman ibu dulu kirim pesan masih menggunakan surat, kalau handphone belum tau ada apa enggak. Tapi kalau telepon rumah mungkin udah ada. Dan saat ngirim surat biasanya hanya untuk orang terdekat aja, makanya dibantu sama saudara buat minta tolong bales surat dan baca pun juga sama.
YOU ARE READING
MY DIARY
Random"Cerita yang dilalui begitu saja, tanpa kita mengerti betapa berharganya kita hidup didunia". Attention, this is not a made up story, but a personal story that I share.
