“SYAMSYINA!!!”
Oh tidak teriakan itu.. sudah dipastikan ia sedang dalam keadaan bahaya,dengan segera ia turun kebawah dengan berlari.ah sial bagaimana tidak mengamuk jam saja sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit yang pasti dia sudah telat dan gerbang sekolah pasti sudah di tutup.
Hari yang buruk padahal ini adalah hari pertamanya dia masuk ke kelas 12,jika sudah begini dia jadi malas masuk sekolah.ingin rasanya dia membolos tapi apa kabar nanti dirinya jika ketauan membolos oleh bundanya.
“bunda udah bilang berapa kali ke kamu syin...jangan tidur kemalaman dan bangun jangan kesiangan.jadi gini kan akibatnya,terus salat subuh kamu telat juga kan”
Betulkan? Baru saja sampai di meja makan dirinya sudah mendapat ceramah pagi-pagi.
“kalo kamu sampai gitu lagi,uang jajan kamu bunda potong”ancam bundanya.
“iih bunda jahat”rengek syamsyina,uang jajannya saja sudah sedikit apalagi jika dipotong pasti hanya bisa untuk membayar uang bensin saja.
“makanya,sekarang syina cepat sarapan”ucap bundanya dengan tangannya yang masih sibuk menuangkan susu berwarna putih ke dalam gelas.
Syamsyina mengangguk,dengan malas-malasan ia melahap roti berselai kacang dan ternyata selai kacang itu terasa nikmat sekali di lidahnya dengan semangat dia melahap sangat rakus seperti lima hari tidak makan.
“udah udah sekarang cepat berangkat”kata bundanya saat melihat tangan syamsyina hendak mengambil satu lembar roti di atas piring.
Syamsyina mendengus padahal roti dengan selai kacang itu terasa sangat enak di lidahnya.
“syina berangkat,assalamualaikum bunda”pamit syamsyina sambil menyalami punggung tangan bundanya.
“jangan ngebut-ngebut syiin!!”teriak bundanya yang dibalas acungan jempol oleh syamsyina.
Entah hobi atau kebiasaan pasti jika berbicara dengan syamsyina bundanya selalu berteriak padahal kedua telinga syamsyina masih berfungsi dengan baik dia juga rajin membersihkannya.
----
“yaudah gue traktir somay bu Pupuy,somay dia enak banget tau pak”tawar syamsyina yang entah sudah keberapa kalinya tapi tetap saja penjaga gerbang yang biasa dipanggil pak Arman itu tidak mau.
Entah kenapa,padahal biasanya di kasih rokok dua batang saja dia langsung membukakan gerbang.
“maaf sekali syamsyina,pak Arman tidak mau...jadi gini ceritanya bapak tadi malam dengerin ceramah dan itu namanya sama aja dengan menyuap.bapak ngga mau lah dosa nya besar,merinding”
Syamsyina memutar bola matanya malas,“yaudah biar gue aja yang nanggung dosanya”
“eh tidak bisa syamsyina...kata mas aiman kita tuh menanggung dosa sendiri-sendiri”kata pak Arman lagi yang membuat syamsyina kesal ditambah lagi mendengar nama aiman si cowo cupu itu.
“halaah percaya kok sama cowo cupu itu,sesat!!”ucap syamsyina yang membuat pak Arman mengelus dada mendengarnya.
Syamsyina sudah sampai di halaman belakang untuk memanjat tembok yang lumayan tinggi itu,ya mau bagaimana lagi hanya itu cara satu-satunya untuk masuk kedalam sekolah.
Tenang saja syamsyina itu sudah handal dalam hal memanjat,berlomba dengan monyet saja dia pasti yang akan menjadi pemenangnya.canda canda
Bruuk
“aww sakit”ringis syamsyina setelah mendarat dengan sedikit tidak selamat.
Syamsyina mengedarkan pandangannya dan untung saja tidak ada satupun yang menjaga di sekeliling bahkan sekolah terlihat sangat sepi bagai tak berpenghuni membuat syamsyina sedikit merinding apalagi dia pernah mendengar cerita dari temannya kalo dulu sekolah ini bekas rumah sakit dan ada juga yang mengatakan bekas kuburan tapi janggalnya adalah mengapa hampir seluruh murid-murid di Indonesia mengatakan seperti itu? Apakah daratan Indonesia dulu hanya dipenuhi rumah sakiit dan tempat pemakaman umum?
Syamsyina mulai melangkah menuju kelasnya sambil tengok kanan kiri takut ada yang memata-matainya.
SIAP GRAK!!
syamsyina terkejut lalu menepuk jidatnya saat mendengar suara dari arah lapangan yang sudah pasti itu adalah suara sang pemimpin upacara dia benar-benar lupa bahwa hari ini adalah hari Senin waktunya upacara sekaligus perkenalan murid-murid baru,mengapa begitu buruk hari ini.syamsyina memutar otaknya,berpura-pura sakit adalah jalan terbaik menurutnya untuk saat ini.
Syamsyina berjalan dengan jalan yang ia buat-buat seperti orang lemas dan tangannya memegang tembok-tembok di setiap jalan.dan tidak sengaja matanya menangkap sosok yang sedang berdiri di depan perpustakaan sepertinya orang itu sedang patroli keliling.
Syamsyina mulai melancarkan aksinya dengan sok-sokan batuk,tapi apa? pria yang membelakanginya itu tidak menggubrisnya ya kali dia tidak mendengar jaraknya saja tidak lumayan jauh.
Uhuk uhuk uhuk
Syamsyina sedikit mengeraskan batuknya tapi tetap saja pria itu tidak menoleh kebelakang sedikitpun.
Satu kali lagi dia akan mencobanya jika sama saja fix pria itu ada gangguan pada telinganya alias budeg.
UHUK UHUK UHUK!!
Bukan bukan suara batuk itu bukan rekayasa melainkan murni dari tenggorokannya karena ia terkejut melihat siapa pria yang telah membalikkan badannya itu.
Oh tidak!! Mengapa hari ini syamsyina sangat sial, bagaimana ini? Apakah dia harus lanjut melancarkan aksinya atau syamsyina harus menyerah memilih di hukum saja daripada harus di tolongi oleh pria cupu itu? Iyaa itu aiman pria cupu yang berdiri didepan perpustakaan.
“tolong gue sakit”ucap syamsyina sok-sok lemah.
“aku panggilin anak PMR dulu ya”kata aiman hendak pergi tapi di teriaki oleh syamsyina.
“udah cepet lo aja,nanti keburu gue sekarat”balas syamsyina karena jika anak PMR yang datang bisa-bisa mereka tau kalo syamsyina pura-pura sakit.
Aiman mengangguk lalu berjalan meninggalkan syamsyina membuat syamsyina geram,“heh! lo mau kemana??”
Aiman memutar badannya,“kamu ikutin aku,kita bukan mahram jadi ngga boleh bersentuhan”
Syamsyina meremas rok sekolahnya,dalam hati ia berjanji akan membalas dendam kepada aiman cowok sok alim enak saja menyia-nyiakan gadis secantik dirinya.baru kali ini ada laki-laki yang menolak dirinya.
“karena aku menghormati kamu,makanya aku tidak mau menyentuh mu”
Syamsyina sedikit terkejut pria itu seperti tau saja apa isi hati syamsyina.
“yaudah bawain tas gue”kata syamsyina lalu melemparkan tas ransel nya yang lumayan berat itu.
-----
Syamsyina sudah sampai di UKS tidak ada satu orang pun di ruangan ini,sedangkan si cupu entah pergi kemana katanya dia tidak mau berdua-duaan dengan yang bukan mahram sok alim sekali memang,lihat saja syamsyina pasti akan membalasnya.
“syamsyina!!”teriak dua orang gadis yang satu berambut pendek dan yang satu berambut panjang lalu memeluk erat syamsyina membuatnya sedikit susah bernafas.
“lo beneran sakit?”tanya gadis berambut panjang namanya meli.
Syamsyina menyengir memperlihatkan deretan giginya yang rapih,“nggalah”
Wina gadis berambut pendek itu menyonyor kepala syamsyina membuat si pemilik kepala meringis.
“sakit woy”
“sengaja biar ngga bohong jadinya gue bikin sakit”
Meli dan syamsyina sudah tidak heran dengan kelakuan Wina yang memang polos polos gimana gitu,sedangkan si Wina hanya senyum-senyum merasa yang dia lakukan itu benar.
“btw,kita sekelas tau”seru meli.
Syamsyina tersenyum senang karena selama tiga tahun ini mereka bertiga selalu bersama tidak pernah pisah kelas.
“yaudah yuk masuk,udah bel tuh”lanjut meli yang diangguki oleh syamsyina dan Wina.
---------⭐⭐bintang nya jangan lupa di klik
---------📝📝komennya jangan lupa,biar saya semangat
Kepanjangan ngga sii?
Atau,suka yang panjang?
Atau,suka yang pendek?
YOU ARE READING
Handsome After Married
Teen FictionSyamsyina gadis yatim yang hobinya membully teman sekolahnya,hampir seluruh siswa-siswi satu sekolah mengenal.ya bagaimana tidak? Syamsyina ini suka sekali membully. Aiman fathanul Haq,cowo cupu berkacamata bulat dengan tompel besar yang menempel di...
