[COMPLETED]
Kematian sang adik yang dibunuh oleh gangster musuh, membuat Park Taehyung---Dante---berencana membalaskan dendam dengan cara serupa. Dia pergi ke Busan untuk mendekati adik dari ketua gangster musuh sebagai motif rencana pembunuhannya...
Saat itu Taehyung tak tahu jika itu adalah permintaan terakhir sang adik. Dengan mudahnya sepatah kata penolakan lolos dari ceruk bibirnya. Ada satu hal yang membuat hasratnya bergejolak yang sudah lama mati dibangkitkan lagi. Bukan hasrat semata-mata tawaran sekoper kertas berharga dari klien, tetapi hasrat menyaksikan cairan merah kental mengalir dari nadi membuat rasa puas menjadi.
Bukankah penyesalan selalu berada di akhir? Dia tahu mungkin ini sebagai tebusan dosanya. Bukannya jera, malah menambah dosa.
"Aku tahu yang kulakukan seperti seorang pecundang, tak ada bedanya dengan mereka. Namun, kupastikan nyawa dibayar dengan nyawa."
Tak ada yang bisa menggantikannya sampai ia bersua dengan entitas yang mengingatkannya dengan sosok sang adik. Jemari lentiknya yang menari di atas tuts piano membawanya pada kenangan.
"Kak, apa aku bisa melakukannya? Jika kelak aku menggelar resital, apa kau akan datang?"
Pertanyaan itu memang membawanya pada memori yang membekas luka. Namun, ia takkan mengatakan hal yang serupa dengan dulu. Dia takkan mengulanginya, maka anggukan menjadi jawaban yang mungkin akan memperbaiki kesalahan masa lalu.
"Berarti Kak Dalmi juga akan datang, 'kan?"
Namun, fakta yang menyakitkan lagi. Malang sekali gadis Ahn itu tak bisa hadir di resital yang diimpikan adik barunya ini karena tujuan balas dendamnya. Apakah ia perlu mengulur waktu sekejap saja dan memberinya kesempatan hidup? Menunda tujuan utamanya demi kebahagiaan sang adik baru sekaligus hitung-hitung membayar penyesalan.
"Aku tak janji hidupku akan selama itu, Kai."
Apakah seorang Park Taehyung—sang ketua gangster Grave Moon dari Gangbuk, juga mantan pembunuh bayaran yang dikenal dengan nama lain Dante dan tersohor bengis—akan memberi secuil welas kasih pada targetnya yang sudah tak ada harapan hidup lagi? Meredam dendam yang hendak dilesatkan dalam sekali tekan pelatuk pistol atau bilah pisau menikam tepat pada organ inti.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.