"Apakah kamu tau karena tingkah bodohmu itu membuat para peneliti di laboratorium sana hampir saja mati mengenaskan??!"
Di ruang rapat perusahaan AT16 terdengar suara teriakan yang mampu membuat orang yang mendengar merinding ketakutan.
Perusahaan AT16 adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan penelitian. Itu di khususkan untuk merancang segala macam benda aneh bin ajaib yang mungkin membuat orang terheran-heran melihat segala macam produk keluaran rancangan perusahaan tersebut.
Jekeis Malinos, CEO sekaligus direktur utama penerus perusahaan milik keluaganya itu berhasil menjadikan perusahaan keluarganya naik menuju momentum yang baru. Dengan kecerdasan otaknya dan sikap kepemimpinan nya yang sangat baik, dia merekrut berbagai macam jenius berbakat dari berbagai bidang pendidikan.
Saat ini pria lajang berusia 28 tahun itu tengah memarahi salah satu karyawan nya. Sedangkan karyawan yang berjenis kelamin perempuan itu menunduk ketakutan karena ledakan tiba-tiba dari sang direktur.
Wanit muda itu meremas rok span yang ia kenakan. Menggigit bibirnya sembari bergumam, 'apa aku melakukan kesalahan?'
Ia tidak tau apa-apa karena dia hanya di suruh oleh salah satu karyawan wanita yang mengaku mendapat perintah dari 'Direktur'.
Sedangkan di antar para karyawan yang sedang berkumpul, di sudut yang tak terlihat oleh orang lain, wanita muda berwajah halus dan beraut polos tengah menunduk sembari diam-diam menampilkan senyum menakutkan. 'kk.. bukankah wanita itu terlalu bodoh?'
Menyipitkan matanya yang tajam, Jekeis melihat raut wajah cantik wanita itu yang tampak kebingungan bercampur ketakutan. Jelas sekali dia bingung dengan penjelasannya dan tentang kesalahan fatal yang ia lakukan sebelum tiba di perusahaan.
Melihatnya bingung, pria itu juga ikutan bingung. Di bawah tatapan tajamnya, tersirat sesuatu yang tengah dipikirkan. 'dia tidak tau yang dia lakukan salah, atau dia berpura-pura bodoh?'
"Andromeda!" Panggil Jekeis tiba-tiba.
Wanita muda yang merasa kebingungan bercampur ketakutan tadi langsung menegakkan punggungnya ketika sang direktur menginterupsinya. "Iya, pak?"
Jekeis terdiam. Entah apa yang ada dalam pikiran sang direktur muda itu, tapi keterdiamannya membuat suasana yang sunyi menjadi lebih menegangkan.
"Kamu..."
•••••
Berbaring di padang rumput dengan pemandangan bintang yang bertaburan di langit sungguh sesuatu yang sangat menarik.
Andromeda, wanita berusia 25 tahun itu memandang ruang langit yang gelap dengan taburan bintang dan bulan yang bercahaya dengan pandangan sendu.
"Bukankah kalian menyayangiku? Lantas kenapa kalian tega ingin mengorbankan nyawaku demi kenyamanan kalian, ayah, ibu?" Wanita itu merintih. Melepaskan segala bebannya dengan berbicara seorang diri sembari terus menatap langit malam dengan emosi yang bercampur aduk. Ada perasaan marah, kecewa, kesal, sedih, frustasi dan ekspresi kebingungan yang bercampur aduk semuanya.
"Lantas yang kamu inginkan seperti apa, putri?"
Andromeda menoleh kearah sumber suara. Dia menunduk untuk melihat kupu-kupu biru yang terbang kearahnya. "Navi," ucap wanita itu.
Kupu-kupu biru itu mengangguk, dan memilih hinggap di perut Andromeda. Hewan kecil itu tidak tampak seperti bagaimana seharusnya hewan bertindak, melainkan itu lebih seperti tindakan manusia lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Princess Andromeda
Fiksi Ilmiah"Do you know? I want you, Andromeda! Your mine and i'm yours." . . . Dia Andromeda, putri Yunani Kuno dari kerajaan Ethiopia yang berada di galaksi yang jauh disana. Galaksi Andromeda. Sesuai dengan namanya, Putri Andromeda kesayangan rakyat kerajaa...
