•j•e•n•n•i•e•

67 9 5
                                        

First story for taennie couple🌹🤍
I hope you guys like the story and it's not boring
Thank you and happy reading🥰🤍
.
.
.
.
.

Pagi itu langit lebih cerah. Di hiasi oleh banyaknya burung berterbangan dan berkicau serta bunyi daun terkena angin yang di dengar sangat damai. Jennie Kim seorang wanita cantik nan imut memilih duduk di belakon, sesekali menunggu sang kekasih mengunjungi rumahnya. Ada satu alasan kenapa Jennie berdiam diri di kamar dan duduk di belakon dan menikmati pemandangan yang indah di lingkungan rumah nya.

Jennie bukan tidak mengerti, bahwa dirinya tidak boleh kelelahan hanya dengan berjalan menuju belakon rumahnya. Setiap langkahnya yang ia lalui akan berdampak pada keluarnya darah pada hidungnya, namun Jennie tidak menyerah ia akan terus berjalan dan membawa tisu atau pun laap tangan.

Dengan kata lain Jennie terkena penyakit Leukemia kronis, Leukemia kronis berkembang perlahan, tidak memiliki gejala pada tahap awal, dan sulit dideteksi. Namun gejala akan muncul setelah penyakit sudah memasuki stadium menengah dan lanjut, umumnya muncul badan mudah lelah, deman, anemia, namun saat disadari, racun atau toksin telah menyebar ke seluruh tubuh. Jennie mengetahui penyakitnya beberapa bulan lalu dan itu sudah memasuki stadium lanjut.

Kali ini Jennie bernapas lega karena sang momy yang meminta izin bekerja. Dan bebas baginya untuk berjalan keluar walau hanya menuju belakon kamarnya. Ia merasa senang karena sekian lama tidak ia rasakan dan melihat kicauan burung dan angin yang menggoyangkan daun. Jennie memandangi pepohonan yang tinggi namun hanya ranting saja mungkin pohon tersebut sudah mati? Aku tidak tahu "kasihan" gumamnya dengan mata yang berkaca kaca dan darah yang mengalir pada hidungnya.

"Tanaman hampir mati ini biasanya akan memiliki daun-daun yang kisut dan tak lagi segar, dihiasi pinggiran kecoklatan, dengan ranting-ranting yang terlihat kering dan menguning. Lambat laun tanaman akan menggugurkan seluruh daunnya, hingga hanya tinggal ranting-ranting rawan patahnya saja yang masih bertahan, seperti apa yang kau lihat" Jenni menoleh begitu kaget saat tanpa di sadari dokter kepercayaan keluarganya sudah berdiri di samping nya.
"Sebenernya menyembuhkan pohon tersebut hanya menyiramnya dan merawatnya agar tumbuh sehat kembali, namun sayang sekali tidak ada yang melakukan nya." Sambung dokter Krystal lagi

"Dokter fasih dalam hal hal seperti itu?"  Tanya Jennie penasaran pada dokter Krystal, dokter Krystal hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihatnya deretan gigi putihnya dan mengangkat tangannya serupa dengan huruf v

"Tidak mengetahui banyak tentang itu, hanya yang ku katakan barusan saja, jadi bagaimana? sudah puas melihat pemandangan nya ni?" Ucap dokter Krystal yang membuat Jennie mendengus kesal, padahal Jennie baru saya bersorak senang karena dia bisa berjalan keluar dan berdiri did belakon kamarnya walaupun ya Have to hold the blood flowing from the nose using a tissue
Pada akhirnya Jennie menyerah dan berjalan ke arah kamar dan menidurkan dirinya di ranjang.

"Baiklah mari kita cek keadaan mu." Ucap dokter Krystal dan memeriksa Jennie
"Baiklah kita hanya menunggu pendonor sumsum tulang belakang mu dan kita akan menjalankan operasi transplantasi sumsum tulang." Lanjut dokter Krystal dan Jennie hanya menanggapi dengan senyum simpul nya
"Apa aku harus melakukan kemoterapi lagi? Aku sangat bosan aku lelah aku tidak mau melakukannya lagi tapi aku ingin sembuh" keluh Jennie yang membuat dokter Krystal Ingin menangis, ia mendudukan Jennie dan memeluknya "iya kau akan melakukan kemoterapi lusa,jangan bisa jangan lelah kamu harus semangat Nini, aku ingin jalan jalan ke mall kan? Maka dari itu kau harus semangat untuk berjuang melawan penyakit ini"
Jennie tersenyum dan mengangguk kepala "sekarang kau istirahat okay" ucap dokter Krystal yang menidurkan kembali Jennie.



Hello everyone I hope you guys like my story :)
Thank you and goodbye waiting for the next chapter bye

one day •taennie•Stories to obsess over. Discover now