S a t u

38 13 3
                                        

ALORA SERAFINA ZURIE

Ups! Ten obraz nie jest zgodny z naszymi wytycznymi. Aby kontynuować, spróbuj go usunąć lub użyć innego.

ALORA SERAFINA ZURIE

"Tersenyumlah walau itu sulit"
'J-hope'

SELAMAT MEMBACA

🍂🍂🍂

"Maaf, kita berdua sepakat ingin pisah."

Ucapan tiba-tiba dari sang ayah berhasil membuat kedua anaknya menghentikan kegiatan makan malam yang biasanya terasa khidmat. Sangat jarang mereka bisa berkumpul seperti ini dikarena kesibukan masing-masing.

"Why? Pernikahan kalian udah dua puluh tujuh tahun,harus kandas gitu aja?" tanya Arana, anak pertama yang kini berhasil menyandang sebagai seorang dokter diusia muda.

"Arana, kamu sudah dewasa jadi mengertilah sayang." ucap sang bunda dengan senyum tipis.

"Aku nggak ngerti sama sekali kenapa kalian mau pisah? Gak mungkin kalau gak ada alasannya." desak Arana.

"Jadi ini yang mau kalian omongin? Enam bulan kalian tidak pulang! Alora sendirian dirumah, aku gak mungkin bakalan ada selama dua puluh empat jam disini disaat pasien segitu banyak dirumah sakit!" lanjutnya.

Kedua pasangan suami istri itu hanya saling pandang kemudian menghelah nafas kasar.

"Apa kalian sudah terjerat dengan pesona rekan bisnis kalian sendiri?"

"Alora!!"

Arana kaget mendengar pertanyaan dari adik bungsunya, begitupun dengan Arvander dan Vafilia selaku orang tua. Alora hanya terkekeh mendengar bentakan dari sang ayah.

"Itu benarkan?" tanya Alora lagi.

Arvander membanting sendok dan garpu dimeja, "Diam Alora, mending kamu kekamar dan urus nilai kamu yang sangat mengecewakan."

"Mengecewakan menurut ayah itu gimana?"

"Nilai kamu semester lalu sangat mengecewakan Alora! Cuma karena demam biasa kamu sampai tidak mengikuti ujian, kamu hanya beruntung masih bisa menempati peringkat pertama walau nilaimu ada yang minus."

"Demam biasa menurut ayah itu tipes, itu sangat berbahaya." geram Arana, sebagai seorang yang paham tentang medis sangat mengetahui seberapa bahayanya penyakit itu.

"Sepertinya aku selalu salah dimata orang tuaku sendiri," lirih Alora dengan mata terpejam.

Vafilia yang mendengar itu seperti tercubit, tapi mau bagaimana lagi dia dan Arvander sudah tidak memiliki kecocokan dan juga sudah tidak ada cinta diantara keduanya.

ALORAZOpowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz