"BAA!!"
Acha yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti saat mendapat kejutan di hadapannya. Azka, sahabat semasa kecilnya yang berasal dari Malaysia.
Acha tersenyum miring melihat wajah Azka yang kesal. "Ga kaget wlee" ejeknya sembari memeletkan lidah. Ia menertawakan temannya itu dan langsung kabur memasuki kelasnya.
Laki-laki jangkung itu langsung mengejarnya.
Baru saja ingin menduduki bokongnya di kursi, ada saja yang menggangunya.
"Eh ga boleh duduk dulu," cegah Naufal yang baru saja datang. Acha langsung berkacak pinggang seperti emak-emak.
"Apa lagi! Gue capek di ganggu mulu, ga ada kerjaan banget lo ya!" Tanpa menunggu jawaban ia langsung menduduki kursinya dan bersandar.
Ia menghela nafas panjang "Capek tiap hari di ganggu mulu sama setan" tutur nya dan langsung melirik muka Naufal yang sudah melotot mendengarnya. Ia pun langsung kabur dari tempatnya, takut nanti di terkam oleh singa kesurupan.
"Apa?! Lo bilang gue setan?! Jangan kabur lo!" teriak Naufal dan langsung mengejar Acha yang sudah kabur entah kemana.
Acha yang mendengarnya pun terkekeh, ia langsung mencari tempat bersembunyi yang nyaman, untung saja badanya kecil jadi ia dengan mudahnya bersembunyi di sesuatu tempat yang sempit yang tidak dapat di gapai oleh Naufal.
Tuk
"Aduh" Acha mengaduh karena kepala nya menabrak sesuatu didepannya.
"Bisa ga sih jangan ganggu gue dul-" ucapannya terpotong akibat jari telunjuk yang berada di depan bibirnya.
"Shutt"
Acha mendongak saat mendengar suara itu, seperti tidak asing, ia langsung menatap wajah manusia didepannya.
"Hayoo, mau kemana, hm? Mau kabur lagi?" Ujar Naufal dengan nada seperti om-om preman yang sedang menggoda janda.
"GAK, OM, GAK, AKU MAU MASUK KELAS AJA" teriak Acha dan langsung kabur masuk kedalam kelasnya.
Naufal yang melihat itu pun terkekeh dan langsung menyusul Acha memasuki kelas.
★★★
Tiga jam pelajaran berlalu dan saatnya waktu yang selalu di tunggu para murid untuk mengisi tenaga mereka.
Bel istirahat berbunyi dan menghamburkan semua murid yang berada di dalam kelas. Terkecuali Acha, Naufal, dkk.
"Ca, kantin ga?" Tanya Dila. Acha hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ayo cepet" ujar Bunga dan langsung menarik Acha dan Dila pergi keluar kelas menuju kantin.
"Emang kenapa sih cepet-cepet? Kaya ada yang mau dikejar aja" tutur Dila kesal karena baru saja berdiri sudah ditarik.
"Ada yang baru, makanya cepet-cepet soalnya penasaran gue tuh" jawab Bunga.
"Emang apasih yang baru?" Tanya Acha.
"Di kantin buk Eli ada es krim boba katanya" jawab Dila.
"Yaelah gitu doang di mixue banyak tuh tinggal borong ntar gue bayar" sahut Naufal.
"Dih? Sok-sokan mau beliin, sampe sana dompetnya kering" jawab Bunga dan langsung melenggang pergi meninggalkan mereka dibelakang. Acha dan Dila hanya menggeleng lalu tertawa kecil melihat temannya itu
"Ga, lo pernah nyesel ga sih pacaran sama dia?" Tanya Dila.
Arga mengedikkan bahunya acuh lalu melenggang pergi menyusul sang pujaan hati nya itu yang sudah berdiri celingak celinguk di ambang pintu kantin.
Mereka seperti biasa memilih duduk di meja yang selalu mereka tempati.
"Acha, kamu mau pesan apa?" Tanya Zavran.
"Samain aja" jawab Acha dan langsung menyambar es jeruk yang berada di depannya.
"Eh anjir itu es jeruk gue!" Sahut Ray menatap miris gelas es jeruknya yang sudah kosong.
"Oh punya lo ya? Sorry, gue beli lagi" ujar Acha dan beranjak dari duduknya namun ditahan.
"Eh udah ga usah, gue cuman bercanda, tapi kalau ga keberatan ya gapapa sih" ujar Ray menyengir membuat Acha menatapnya malas.
"Yaudah ga jadi" Acha kembali duduk lalu menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya.
"Kenapa lo?" Tanya Ervan bingung melihat tingkah Acha yang sebentar berubah.
Acha hanya mengedikkan bahunya acuh,ia beranjak pergi menuju taman belakang sekolah, tempat favoritnya yang tidak banyak di ketahui oleh orang-orang. Entah kenapa mood nya mudah berubah hari ini.
Ia mengambil earphone di saku baju nya dan menempelkannya pada telinganya. Tidak lupa menyambungkan nya dengan ponsel miliknya.
Ia menyetel lagu favoritnya dan memejamkan matanya sembari menikmati sejuk nya angin yang bersepoy-sepoy.
Ting!
Notifikasi dari ponsel membuatnya berdecak kesal, ganggu saja orang ini batinnya.
Ia mengerutkan dahinya membaca notifikasi dari orang yang sangat ia benci itu.
K.
apa kabar? btw gua udh balik ke Jkrt.
Ia memutar bola matanya malas, apa-apaan ini kenapa di saat mood nya sedang tidak baik ada saja yang menambahnya menjadi lebih buruk.
Ia menatap bingung kalimat pertama dari pesan itu, tumben sekali orang itu menanyakan kabarnya, terlebih lagi ia memberi tahukan keberadaannya sekarang.
Dari pada pusing memikirkan orang yang tidak jelas begitu, ia lebih memilih acuh tak membaca pesan itu dan beranjak pergi menuju kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi.
★★★
YOU ARE READING
ACHA
Teen FictionOn going ------- Chalista Carlyn, gadis berwajah imut, berkulit putih, berambut panjang gelombang dengan warna hitam sedikit kecoklatan. Anak kedua Daniel Pratama dan Shireen Joscelyn. Acha, gadis yang dijodohkan dengan Naufal Fatih Adibrata namun d...
