Assalamualaikum
.
.
.
Semoga suka✨
Jangan lupa follow juga yah ❤️
....
Happy Reading!
"Zaa, bikinin Mama baby dong"
Zaline mengangkat kedua alisnya ketika mendengar permintaan aneh yang di minta oleh Karina Mama nya.
"Ohhh jadi Zaline boleh punya baby sebelum nikah gitu? ok..."
Plakkk!
Kirana memukul pelan kepala zaline menggunakan pulpen sebelum ia menyelesaikan bicaranya
"Mama sakitt tau!!"
Omel Zaline sambil memegang kepala nya.
Karina menghela nafasnya
"Kamu sih, ngomong aneh²"
"Lebih aneh mana sama yang minta baby tadi ??"
Balas Zaline tidak mau kalah..
Akhir² ini Zaline tidak mengerti dengan sikap mama nya yang selalu membicarakan tentang pernikahan dan baby semacamnya.
"Serius ini, Mama mau baby"
Ulang Karina menatap putri nya yang kembali sibuk dengan jari yang menari di atas keyboard dan mata yang fokus menatap layar monitor.
Ia tau Putri nya ini sangat gila kerja semenjak bisnis kecantikan yang ia bangun sukses besar dan membuat nya harus kerja extra tiap hari nya
"Kenapa minta ke Zaline ? mama aja yang bikin, ajak papa sana"
Balas Zaline
Benar², dari sekian banyak permintaan Karina inilah yang paling aneh menurut nya. Bagaimana tidak dirinya yang sama sekali tidak mempunyai calon bahkan pacaran saja tidak pernah di mintai hal seperti ini.
"Mama maunya kamu yang bikin. kamu nikah yah"
Ujar Karina akhirnya mengutarakan tujuan utamanya
Entah berapa kali ia mengatakan ini pada putri nya dan jawaban yang sama selalu terulang kembali. namun ia tetap mengatakan nya paling sedikit 5× dalam seminggu
"Mau Zaline kasi makan apa suami nanti? toner?"
Tanya Zaline
"Kamu mau nikah atau bunuh orang kek gitu ich!!"
jawab cepat Karina.
Zaline menghela nafasnya,ia sudah capek berdebat dengan mama nya dengan topik yang selalu saja sama
"Kamu nikah, cari cowok yang baik² tapi tetap harus ada kerja nya juga biar bisa jajanin kamu"
Jelas Karina mengungkapkan salah satu tipe menantu nya.
Zaline mengangguk mendengar kan
"Ohh tipe pekerja keras yah?"
Tanya Zaline.
Karina langsung mengangguk mengiyakan. Putrinya mulai serius membicarakan tentang ini.
"Bisa si..,Tapi kemungkinan kita bakal gak punya baby kalau gitu"
Karina mengangkat kedua alis Mendengar nya
"Kokk gituu si? "
Jujur, ia tidak mengerti pemikiran putrinya. Ia berpikir jika Zaline mendapat suami yang seperti dirinya. kehidupan mereka akan lebih tercukupi untuk menambah satu anggota keluarga lagi (baby) di keluarga kecil nya nanti.
"Ya kita sama² gila kerja? bikin nya kapan dong? ga mungkin kan di download?"
Balas Zaline.
Karina terbengong mendengar respon putrinya. sungguh benar² di luar dugaan nya.
"Tapi pasti ada lah waktu untuk kalian berdua nanti. jadi bisa bikin deh!"
Balas Karina mencarikan jalan keluar untuk masalah ini.
"Ya pasti dong buat tidur doang, kalau emang jadi baby nya. yang ngurusin siapa? kerjaan aja numpuk di tambah baby lagi huhhh"
Jelas Zaline.
Ia membayangkan nya saja sudah membuat nya takut. mengurus baby di tambah harus mempacking barang²nya yang tiap hari bisa sampai 10000 lebih. bisa² keluar asap dari kepalanya.
"Dannn kalau mama mau bilang pakai baby sitter aja Zaline gak bakaln ijinin biarpun suami Zaline setuju!. Ya kali anak zaline nanti di urus sama orang luar"
Lanjut Zaline.
Baginya merawat baby itu seharusnya di lakukan oleh para ibu dan ayah mereka sendiri. karena karakter anak akan tumbuh dari usia dini sudah seharusnya orang tua lah yang menemani sang buah hati mereka.
Melihat perkembangan nya, mengenang momen itu dan memberikan kasih sayang lebih sejak usia dini.
"Ya udah mama aja yang urus kalau gitu.., mama bukan orang luar kan?"
Ujar Karina.
Zaline menatap mata Karina yang terlihat membara di sana.
"Emang bukan orang luar si.., tapi ga tega juga kasi mama urus anak zaline. Bisa² di gosipin tetangga tuh, Zaline jadi anak durhaka ninggalin anak dan buat ortu susah"
Balas Zaline.
Walau ia tidak terlalu memperdulikan omongan tetangga tentang dirinya. Tapi jika itu menyangkut orang tua nya barulah ia langsung bertindak.
"Mama kuat kok!, Lihat mama masih mudaa, cantik dan kuat!!. omongan tetangga gak usah di dengerin nanti bakal diam semua kalau liat kecakapan baby kamu nanti hihihi"
Karina sangat yakin kecakapan anak putrinya itu. Jika anaknya perempuan pasti akan secantik Zaline yang bagai bulan di malam hari. dan jika ia laki² pasti akan setampan suami putrinya itu.
"Ya udah deh.., kalau mama masih kuat..,bikin sendiri aja lah, masih bisa kan bikin nya. umur mama juga belum tua² amat"
Balas Zaline.
Memang benar Karina masih sangat muda, sewaktu ia melahirkan Zaline saja saat itu ia berumur 17 tahun dan sekarang Putri nya sudah hampir menginjak usia 19.
"Kok jadi balik ke awal si???"
Tanya Karina.
Ia sudah senang pembicaraan mereka sudah lebih jauh Zaline malah membawanya kembali ke bagian awal.
Zaline menggeleng kan kepala nya, Ia kemudian menutup laptop dan beranjak dari kursinya.
"Udah yah Ma.., Zaline mau keluar dulu okei"
Pamit Zaline sambil meminta tangan mama nya untuk Salim
Karina memberikan tangan nya, Zaline mencium punggung tangan mama nya itu.
"Mau kemana? Kita belum selesai bicara ini
Zaline tersenyum
"Mau kerja, Zaline pergi yah Assalamualaikum"
Balas Zaline benar² pamit meninggalkan mama nya.
Pembicaraan mereka tentang ini memang belum pernah selesai. Tapi pembicaraan kali ini yang paling panjang dari sebelum² nya.
"Walaikumsalam!. Semoga ketemu jodoh yahh di jalan!!"
Sahut Karina menatap putrinya itu.
Zaline merinding mendengar nya.
"Aduhhh jangan bicara yang menakutkan begitu dong! kalau Nanti di kabulin gimnaa???"
Balas Zaline takut memikirkan nya jika benar² terjadi.
Ia sering membaca di buku jika perkataan itu adalah Doa, apalagi jika yang mengatakan nya itu adalah orang tua nya sendiri. Bisa saja langsung di Aminin sama Malaikat.
"Ya baguss dong!!"
Jawab Karina senang.
Zaline menggeleng kepala melihat nya. Ia cepat² segera meninggalkan rumah sebelum pembicaraan mereka tentang baby kembali di bicarakan lagi.
--
Dikit² dulu yah
YOU ARE READING
Double Z
Teen FictionZaline luvieza Keisha Gadis karier yang bertemu dengan jodoh karena ucapan sepele Kirana Mama nya saat ia hendak berangkat kerja. "Mau kerja, Zaline pergi yah Assalamualaikum" Balas Zaline benar² pamit meninggalkan mama nya. "Walaikumsalam. Semoga...
