"Setiap orang bertanya. Apakah aku baik baik saja? Hal ini semakin mengingatkan bahwa aku tidak baik baik saja."
[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA]
REVISI SETELAH END
Jangan malu malu kasih kritik dan saran ya. Aku ramah kok orangnya wkwk
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Kamu anak pembawa sial Anara. Bisanya malu maluin orang tua!"
"Maafin Nara, pa. Nara janji akan berusaha lebih keras lagi"
_________________
"Lo bentak gue di depan orang banyak, Sean!"
"Plis Ra. Lo nggak liat gimana kondisi Clara? Clara sakit!"
_________________
"Kamu kuat, Ra. kita jalanin semua sama sama ya. Kita berjuang bareng bareng."
"Nggak ada lagi yang bisa gue perjuangin bareng lo, Sean."
•••••
Suara cambukan terdengar menggema memenuhi ruangan itu, isakan tangis pun tak henti mengiringinya.
"Lo pantes mati!"
"Lo cuman jadi beban buat orang-orang di sekitar lo!"
"Lo buat hidup gue susah! Lo benalu di alur kehidupan gue, Ra!"
Bugh bugh bugh
Lagi, darah segar keluar dari mulut gadis cantik itu saat terbatuk. Gadis itu mencoba mengangkat kedua tangannya, agar gadis di depannya ini menghentikan aksinya.
Namun seolah kesetanan, gadis itu justru lebih keras menendang bagian kepala gadis yang sudah sangat lemah ini. Ia tak lagi memiliki rasa kasihan, ia ingin gadis ini mati hari ini juga.
•••••
"Pa, maafin Nara. Nara harap ini bisa buat Papa maafin Nara."
"Anggap ini sebagai hukuman untuk Nara, Pa."
"Tapi Nara berani bersumpah, Pa. Bukan Nara pelakunya."
•••••
"Maaf ya, aku banyak salah, banyak kurangnya."
"Setidaknya, aku berhasil tepatin janjiku untuk nggak ada laki-laki lain selain kamu."
"Emang bener aku bukan orang pertama yang mencintai kamu. Tapi aku akan jadi orang yang mencintai kamu sampai akhir waktu ku."
***
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.