Bola basket itu terus memasuki ring, dribble-an bola, menggiring untuk menghindari lawan membuat penonton dan gadis di atas kursi sana meneriaki salah satu nama pemain dengan teriakan kencang, mendengar itu membuat bangkit semangat dari 100% menjadi 1000%, ramai sorak pula meneriaki nama sekolah, skor sekarang mencapai 37:49 final terakhir, waktu pun terus berjalan
"KENAN SEMANGAT." Teriakan Kirania kencang tetapi suaranya terkalahkan oleh seruan dari siswa-siswi lainnya
"Yo." ucap Kenan mengintruksi untuk memberi bola basket dari tangan Kenan ke
pada Tio
"TIO SEMANGAT. " ucap semangat dari Hana sahabat Kirania
TIo membawa bola itu menuju ring, Memdrible dan sorak penonton karena Tio berhasil memasukannya kepada keranjang basket, skor 37:50 di menit terakhir, SMA Widya Nusa memenangkan pertandingan ini, pertandingan yang di pimpin Kenan sebagai kapten basket
Lawan seperti tak menerima kekalahan, menatap tajam pada Kenan yang menampilkan smirk nya.
.........
Setelah mendapatkan penghargaan, dan pertandingan selesai, tim Deimos duduk di lantai pinggir lapangan, meminum air mineral yang di sediakan dalam 1 dus itu, rasa lelah terganti menjadi kata bangga, dipertandingan ke 7 perlombaan sekolah mereka selalu mendapatkan juara, jelas siapa dulu kaptennya.
Kenan Renjana siswa bertubuh tinggi badan atletis dengan kulit kuning langsat dan tampang ber karismatik, berprestasi di kelas dan merupakan ketua basket yang di kagumi oleh siswi sekolah...
"Kenan." Sapa seorang gadis membawa Poca******* ditangannya, pemilik nama menerbitkan senyum tulus kepada sang gadis yang sekarang telah duduk di sampingnya
"Eh Rania, makin cantik aja. " Kenan menatap Ragil tajam, sedangkan Ragil hanya menyengir menampakan deretan giginya.
"Makasih Ragil. "
"Nih biar tambah ion. " Kirania memberikan botol minuman itu pada Kenan dan menerimanya
"Makasih ra. " Ia langsung menenggak minuman itu hingga tersisa setengah botol
"Ini buat Tio juga. " Ucap sahabat Rania yaitu Hana
"Makasih bee. " Ucapnya mengambil minuman yang disodorkan oleh Hana
"Kalian, selamat ya, hmmmm untuk merayakan kemenangan kalian gimana kalo kita BBQan di rumah gw mau ga malam ini. "
"Waaah boleh banget ra, gabut juga kan malam minggu ga ada pacar, sekalian ngapel ke rumah lo. " Ucap Putra sahabat Kenan yang orangnya memang sompral
"Ngapelin bi Wati mau ga. " Usul Kirania,
"Ya elah ra, jahad amat lo. " responnya melas membuat mereka disana tertawa melihat wajah lesu Putra
"pulang bareng aku ya. " Ujar Kenan diangguki oleh kirania
"Oke, tapi mau ke minimarket dulu sebentar, ga keberatan kan? " Kata kirania, mau kemanapun selagi Kenan masi mampu mengantarkannya, kenapa tidak, 1x 24 jam pun akan ia beri pada Kiranianya
..............
"Mau beli apa lagi? " Tanya Kenan yang membawa keranjang belanjaan yang sudah penuh dengan daging ayam tanpa tulang dan bahan bakaran lainnnya itu
"Saus BBQ." Jawabnya melenggang menuju rak yang tersedia saus BBQ
"Udah? "
"Udah, yu ke kasir. "
Ketika di kasir tak begitu mengantri, menunggu 3 orang di depannya dan sekarang gilirannya membayar belanjaannya itu
"Aku aja yang bayar. " Tetapi tangan gadis itu menan tangan Kenan yang hendak mengambil dompet di tasnya
YOU ARE READING
OUR STORY : kenan renjana
Teen FictionSalahkah mencintai seorang sahabat? Salahkan egois terhadap diri sendiri, dengan menyembunyikan rasa dengan dalih tak ingin ada perpisahan? Bagaimana jika persahabatan itu sendiri yang menciptakan perpisahan yang begitu menyakitkan ??? 🌻🌻🌻🌻🌻�...
