"Salwa, Lo tuh cantik. Coba buka hati lo buat laki laki!"
"Maksud lo? Gue lesbi?" Sebal Salwa.
"Bukan gitu maksud gue, lo kan cantik. Pertanyaannya kenapa masih jomblo gitu loh?!"
"Ya emangnya dari sananya harus kaya gini, gimana dong?" ucap Salwa dengan Santai.
"Lo percaya takdir?" Tanya Arlen. Salwa mengangguk.
"Manusia itu bisa menentukan takdirnya sendiri, kita hanya perlu berusaha!"
"Wah! Mau ngelawan takdir lo?!" Ujar Salwa dengan Dramatis.
Arlen lagi lagi hanya mengusap Dadanya sabar. "Kurang apa lagi gitu loh, sahabat gue. Cantik iya, kaya iya, Kekurangannya cuma judes angkuh dan cuek doang yakan. Apa itu masalahnya." Ucap Arlen memikirkan kembali ucapannya.
"Biarin Salwa nentuin apa yang dia pengen sekarang ini, jangan maksa." Kata Fania dengan tersenyum.
"Gue greget liat dia sok jual mahal!"
Salwa melirik Arlen dengan sinis. "dih, gue yang jomblo kok lu yang resek!"
"Takdirnya emang gue gak boleh pacaran." gumam Salwa.
"WA, EMANG UDAH TAKDIRNYA LO HARUS NGEGAS DULUAN!"
🌴🌴🌴
YOU ARE READING
SALGARA (on Going)
Teen Fiction🌵PLAGIAT MENJAUH 🌵FOLLOW TERLEBIH DAHULU "Wa, pacaran yuk." "Dosa pacaran tuh, bapak gue di alam kubur nangis nangis pasti ngeliat anaknya ngelakuin zina" "Yaudah kalo pacaran dosa, mending kita yang halal aja." "Halal gundulmu, yang namanya zin...
