Jangan lupa tinggalin jejak berupa like dan komen ya temen2❤
_____________________________________
JENDRAL tiba-tiba mendapatkan serangan dari arah depan, jalanan yang ia pilih memang terbilang sepi untuk saat ini, mengingat sekarang sudah pukul setengah sepuluh malam.
Jendral memberhentikan motor Ninja hitam pekatnya di depan motor-motor yang menghalanginya jalan di depan sana. Ada sepuluh motor yang terparkir rapi. Sepertinya ini sudah direncanakan, mereka seperti tau kalau Jendral hari ini pulang jam segini dan akan lewat jalan ini.
Jendral membuka helm hitamnya, lalu menaruhnya di atas stang motor dan turun dari motor.
"Suruhan siapa lo?" tanya Jendral lantang dengan suaranya yang berat.
Tetapi tanpa basa basi ataupun membalas ucapan Jendral, sepuluh orang yang masih duduk tadi sudah turun dan langsung menyerang Jendral.
Sejujurnya Jendral bisa saja menang dengan cepat, tetapi anak-anak yang menyerangnya ini langsung keroyokan dan tidak ada jeda sehingga Jendral kewalahan dan terkena pukulan beberapa kali.
Sebagian dari mereka membawa senjata kayu, beberapa kali Jendral terkena kayu-kayu itu dengan kuat. Jaket hitam Sargoneonz saja sudah tembus sehingga tangan kanannya sudah terlihat darah segar yang mengalir dari lengannya.
Namun semesta menolong Jendral, ada satu orang yang memakai helm hitam datang dengan leather jacket hitam di bahunya dan jeans hitam di kakinya.
Melihat hal itu Jendral yang tadinya terkapar langsung bangun dan membalas serangan itu bertubi-tubi. Sejenak ia lupakan rasa sakit di tubuhnya. Jendral hampir kalah kalau orang ini tak membantunya tiba-tiba.
Akhirnya Jendral dan orang itu berhasil mengalahkan sepuluh orang tadi. Awalnya Jendral ingin menarik salah satu dari mereka dan bertanya siapa yang menyuruh mereka, tetapi keburu badannya ambruk ke atas aspal duluan.
Tau-tau Jendral sudah ada di markas Sargoneonz, membuat kedua alisnya langsung menyatu dan matanya hanya melihat dua raga temannya, yaitu Sagara dan Malvin.
"Udah sadar lo?" tanya Malvin yang menyadari kalau Jendral udah sadar.
Sagara ikut menoleh ke arah Jendral yang sedang berusaha duduk.
"Yang bawa gue ke sini siapa?" tanya Jendral.
"Gue gak tau, lo ada di depan sendirian, motor lo aja gak ada, gue cuman liat satu kertas di deket jaket lo yang tulisannya kalo motor lo ada di jalan kelinci," ujar Malvin.
Jendral terdiam dan mencoba mengingat apa yang terjadi. Setelah ia sadar dan ingat. "Gue diserang sama bangsat-bangsat itu."
"Gonzalo?" tanya Sagara.
"Iya. Anak buahnya main keroyokan bawa sepuluh orang. Sialnya mereka bawa senjata, untungnya tadi gue ditolongin sama orang lewat," ungkap Jendral.
"Masih aja mereka mainnya kayak pecundang," celetuk Malvin.
"Obatin dulu luka lo," ujar Sagara.
Jendral mengangguk. "Santai."
Jendral baru saja ingin bangun. "Kertas tadi mana?"
"Kertas yang jalan kelinci?" tanya Malvin.
"Iya, mana?" pinta Jendral.
"Buat apaan?" tanya Malvin heran.
"Gak ada. Bawa sini aja," ujar Jendral.
Malvin memberikan kertas kecil itu yang tadi ia taruh di atas meja dekat Sagara duduk.
Jendral mengamati tulisan itu dan menyimpannya di balik saku jaket Sargoneonz.
Siapapun lo, gue harap kita bisa ketemu lagi dan gue bisa nolongin lo.
Harap ditonton dulu.❤
***
Sayketa, 01 Juli 2021
A/N:
Prolog ini ada misterinya, jadi nanti harus ditebak siapa yang nolongin Jendral itu 🙎🙌
LANJOT PART 1 😍😍
YOU ARE READING
JENDRAL
Teen FictionIni adalah kisah antara Jendral, Valerie, dan Sargoneonz. Jendral adalah ketua Sargoneonz yang terkenal dingin, kejam, dan tegas. Dia bertemu dengan Valerie karena sebuah ketidaksengajaan. Valerie adalah anak gadis SMA biasa yang baru saja pindah...
