Semok

7.2K 257 27
                                        

Seorang namja rubah nampak menggerutu sendirian, bibirnya mengerucut, kedua pipinya menggembung lucu, sangat menggemaskan sampai - sampai seorang namja kelinci harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan diri. Dia tidak tahan ingin menguyel pipi kekasihnya tersebut. 

"Adek kenapa sih?" tanya Soobin sembari menyamai langkah kekasihnya, cukup mudah karena dia memiliki kaki panjang. Namun ia tidak mendapatkan respon dari Yeonjun, kekasihnya. Namja kelinci itu menghela napas panjang.

Soobin akan menanyakan lagi saat di kelas nanti. Tidak lucu nanti kalau Yeonjun meledak di tengah koridor. Bisa - bisa dia malu setengah mati, Soobin tidak mau hal itu terjadi. Saat sampai di kelas. Yeonjun langsung bergelayut di lengan kanannya sembari memanyunkan bibirnya.

"Mas, adek kan seminggu kemarin ikut abang Tae olahraga. Nah tapi adek nda punya perut kotak - kotak! Humph!" Yeonjun menggembungkan pipinya sembari menatap dominan nya yang seperti menahan tawa.

Yeonjun mencubit pinggang kekasihnya kesal. "Aduh.. aduhh.. adek, lagi pula kenapa mau punya perut kotak - kotak?" tanya Soobin sembari merintih kesakitan. Mereka berdua masih berada di ambang pintu, belum duduk di tempatnya masing - masing.

Pasangan Soobjun ini memang suka mesra - mesraan tidak tahu tempat. Panggilan yang sering mereka gunakan justru menjadi pertanyaan bagi orang lain. Maklum Yeonjun lebih tua setahun daripada Soobin, tapi karena yang dominan adalah Soobin. Jadi namja kelinci itulah yang pantas dipanggil 'mas' oleh si uke.

Yeonjun melepaskan pelukan pada lengan kekasihnya, kemudian melipat kedua tangan di depan dada. "Itu mas, kembaran adek si Daniel. Dia bilang adek ndut, jadi adek sebal!" Ia menjelaskan sembari membayangkan wajah menjengkelkan kembarannya yang lima menit lebih tua darinya.

Soobin mangut - mangut, tidak heran kekasihnya bisa sekesal ini. Daniel memang suka menggoda Yeonjun. "Adek enggak perlu ada kotak - kotak, nggak pantas.. adek lucu kalau ndut.." ucap Soobin bermaksud menghibur, tetapi ditanggapin lain oleh kekasihnya.

"Maksud mas adek gendut gitu?" Yeonjun menatap Soobin dengan mata berkaca - kaca, hidung memerah, dan bibir melengkuk ke bawah. Soobin menepuk jidatnya, kemudian menggeleng. "Tidak dek, adek enggak gendut.."

"Terus apa?"

"Adek cuma berisi.."

"Berisi itu apa?" tanya Yeonjun sembari mengerjapkan kedua mata polosnya. Soobin tersenyum kikuk, dia bingung menjelaskannya. "Berisi itu semok dek, tapi sekarang adek sudah agak kurusan karena olahraga.." jelasnya jujur. Ia tak mungkin berbohong dengan kekasihnya.

Yeonjun memiringkan kepalanya ke kiri. "Kalau adek kurusan kenapa?" tanyanya. Soobin memikirkan jawaban yang pas. "Ya adek nggak sexy, udah gitu saja," jawabnya. Meskipun tidak sexy, Soobin tetap sayang kok.

Namja rubah tersebut menundukkan kepalanya. "Adek nda semok lagi.. hum.. mas nda mau lakuin itu lagi sama adek.." gumamnya yang dapat didengar oleh kekasihnya. Senyum miring tercipta di wajah Soobin. "Adek kalau mau semok lagi, nanti mas makan setiap hari.." ujarnya.

Mata Yeonjun langsung berbinar, "Adek harus semok dulu?" Tangan kanannya memegang pantatnya sendiri kemudian memanyunkan bibirnya. Soobin menahan tawanya melihat tingkah polos kekasihnya.

Tangan kanan Soobin bergerak meremas pantat kekasihnya. "Kalau adek mau semok lagi, harus sering - sering mas remas kaya gini.." Mengerjai si rubah memang menyenangkan bagi si serigala kelinci mesum ini. "Hum! Adek mau semok, A-ah!" Yeonjun mendesah saat pantatnya diremas oleh Soobin.

Namun dia tak marah sama sekali. "Mas remas terus saja, adek mau semok hehe!" Cengiran polos Yeonjun membuat Soobin ingin meledakkan tawanya. "Eun.. sebelumnya adek sexy nda?" tanyanya lugu.

SOOJUN OPIUMWhere stories live. Discover now