Last Day

3 5 2
                                        

1. Last Day

“Walau bagaimana pun orang berkata bahwa perpisahan adalah awal yang baru, tetap saja perpisahan akan meninggalkan goresan di hati insan yang di tinggalkan,”

🌑

Lalu lalang pengendara motor dan mobil berhenti, menyebabkan lalu lintas macet total. Beberapa motor tergeletak dengan goresan, serta beberapa bagiannya hancur lebur. Suara jatuhnya seseorang ke dalam sungai di bawah membuat sebagian orang yang melihat kejadian di jembatan berteriak dan menatap tak percaya.

Gadis yang tadinya terbaring akibat tabrakan beruntun itu melepas helmnya, kemudian membuangnya kasar tanpa berpikir dua kali ia langsung ikut melompat ke dalam air yang sedang mengalir deras di bawah sana.

Ia terus berenang ke dasar mencoba meraih tangan pria yang tubuhnya terus tenggelam ke dasar sungai yang semakin dalam itu. Sedikit lagi rasanya begitu dekat hampir teraih oleh dirinya tapi gagal. Gadis itu berteriak di dalam air, mencoba meraihnya lagi, namun hasilnya tetap nihil.

*****

Bunyi-bunyi ambulance terus terdengar di telinga gadis yang kesadarannya hampir muncul, matanya perlahan terbuka walau sedikit buram, pandangannya jatuh kepada pria yang berada di sampingnya, matanya memanas tangannya meraih jari-jemari yang sudah pucat itu.

“Tidak bisa di selamatkan, kemungkinan meninggal kehabisan napas di dalam air,”

“Bawa gadis ini ke rumah sakit segera,”

Tangan gadis itu masih bertaut, hatinya berdenyut nyeri rasanya ia ingin berteriak tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Perlahan tapi pasti dua tangan yang tadinya saling menggenggam terlepas secara perlahan ketika gadis dan pria itu di pisahkan oleh dunia.

******

Dua perawat itu berlari, di susul keluarga korban dan mayat pria yang juga baru sampai.
Keadaan rumah sakit begitu ramai, isak tangis keluarga dan sahabat  tidak bisa di bendung.

“Ruang UGD, siapkan kejut jantung segera,” teriak dokter wanita itu panik, mereka berlari masuk ke dalam dengan segera, menutup rapat pintu dengan cepat.

*****

“Dengar, waktu kamu untuk menyelamatkan dia tidak banyak lagi,”

“Saya mengerti, tolong pahami keadaan saya juga.”

“Saya memahami posisi kamu tapi perintah orang tertinggi tidak bisa di tawar,”

Pria dengan baju putih menghela napas, ia keluar dari ruang yang amat gelap itu berjalan dengan gusar. Tangannya membuka pintu putih di hadapannya, wajahnya terlihat begitu tampan ia di sambut riang oleh penghuni lainnya di sana.

“Dia harus keluar dari alam yang ia ciptakan sendiri,” ucapnya kepada pria yang berada di sampingnya, lelaki itu juga memakai pakaian serba putih, bukan hanya mereka tapi seluruh penghuni juga memakai seragam putih itu,

“Hanya ada satu cara lagi,”
Cowok itu menatapnya, dengan mata berbinar ia menggenggam tangan lelaki itu,

”Beritahu aku,”

*****

Suasana tenang dan damai menyelimuti ruangan VVIP  bernuansa putih, yang terdapat beberapa alat canggih seperti monitor yang terus menyala sekarang, garis zig zag terus tampil di layar menunjukan denyut jantung dari gadis berwajah pucat, yang hidungnya tertutup alat bantu oksigen,

“Tidak ada perkembangan lagi ,” ucap suster itu sambil membenarkan kantung infus, kepada temannya yang sedang memegang papan kecil di tangannya,

“Kita sudah hampir satu tahun menjaganya, tapi tetap seperti ini,” kata suster bername tag, Sarah.

“Gelang ini juga tetap tidak bisa lepas dari pergelangan tangannya,” tutur Melinda, suster itu mencoba melepas gelang hitam bulat-bulat yang melingkar cantik di pergelangan tangan gadis itu,

“Sudahlah tidak akan bisa, hasilnya akan tetap sama, Melinda.”

“kamu benar,”

TBC 🌑

🌧️H A P P Y R E A D I N G🌻

Cerita pertamaku semoga kalian suka, jangan lupa follow ya,🌑

Note untuk kamu:






S A L A M M A N I S🌼

Last Day Where stories live. Discover now